REUNI RUMAH DUNIA DAN PELUNCURAN RUMAH TUKI
Oleh Aji Setiakarya
Rencana reuni bagi para alumni kelas menulis Rumah Dunia
(RD) akan terealisasi juga. Setelah
hampir dua kali diundur, akhirnya kami menetapkan 9-10 Agustus 2008 sebagai
waktu yang tepat. Sejauh ini kelas RD
sudah membuka kelas menulis sebanyak 11 kali. Masing-masing angkatan diberikan
pelatihan 3-5 bulan. Terdiri dari
pelatihan jurnalistik, sastra. Pada 1- 7 angkatan diberikan pelatihan skenario
film. Namun pada angkatan delapan, mereka pelatihan skenario film diberikan
kepada mereka yang sudah lulus dalam pelatihan jurnalistik dan sastra.
Reuni kelas menulis RD ini dikelola oleh kelas menulis angkatan sebelas. Saya
sendiri hanya
memfasilitasi saja. Gading Tirta ketua pelaksana yang juga sekretaris angkatan
ke 11 mengungkapkan reuni ini sebagai ajang untuk silaturrahmi bagi para
lulusan kelas menulis Rumah Dunia.
Sejauh ini para alumni kelas menulis RD sudah berkiprah di beberapa
media massa
baik cetak maupun elektronik. Di Koran Radar Banten misalnya ada Qizink La
Aziva (angkatan pertama) dan Duha
angkatan ke lima
dan Zee Ahmadi (angkatan menulis sembila). Sementara Di Kaibon ada Langlang
Rhandawa, Vie, RG Kedung Kaban dan Muhzen Den, Rimba Alang-alang. Untuk Kaibon
selain mereka banyak lagi anak kelas menulis yang menjadi kontributor. Majalah
dua mingguan ini bisa dimanfaatkan untuk simulasi anak-anak KM RD. Selain di
dunia cetak alumni KM juga ada yang berkiprah di dunia broadcast. Desty (KM
IV)
misalnya menjadi announcer di Dimensi FM sementara saya sendiri (KM
III) aktif di stasiun televisi lokal
Banten TV. Banyak lagi yang menjadi
freelance pada beberapa media. Selain itu ada yang memang sudah menjadi penulis
terkenal sebutlah Endang Rukmana yang sudah menerbitkan lima buku. Tapi jangan
salah, diantara alumni
tidak semuanya menjadi penulis. Beberapa hanya menjadi aktivis literasi dan
menjadi guru yang aktif mengikuti dunia sastra dan jurnalistik bahkan hanya
menjadi ibu rumahtangga saja.
Nah, dibalik keberagaman kiprah mereka itulah relawan RD
mengundang mereka bercandaria mengenang masa lalunya. Pasti mereka memiliki
kenangan yang bermacam-macam tentang RD. Lucu, sebal dan lain-lain. Ide ini
sebenarnya muncul dari kawan-kawan
alumni juga yang kami respon. Reuni ini bermaksud untuk mendekatkan tali
silaturrahmi yang lebih akrab lagi. “Dan semoga menjadi penyemangat untuk terus
berkiprah menulis,” ungkap Firman Venayaksa yang kini menjabat sebagai presiden
RD.
LAUNCHING RUMAH TUKI
Dan yang menariknya lagi adalah reuni RD ini akan
dimeriahkan dengan kegiatan peluncuran
komunitas baca ditempat acara yang kami pakai. Adalah Rumah Tuki,
bakal nama taman bacaan yang disediakan
oleh anak-anak di daerah Jembangan Anyer Serang ini. Sebetulnya TBM ini sudah
aktif semenjak tiga bulan yang lalu. Oleh pemiliknya, Iyut Suharta, warga
Jakarta yang peduli
dengan daerah sekitar, TBM belum. Kami memberikan masukan untuk memberi
namanya kepada TBM itu
agar memiliki semangat. Muncullah nama RUMAH TUKI. RUMAH TUKI berarti rumah
untuk anak kuya.
Sang pemilik sepertinya mencintai tuki. Menurut salah satu pengelolanya,
Susanti nama Rumah Tuki diambil karena kesukaan keluarganya memelihara dan
membudidayakan
Tuki. Peluncuran akan berlangsung Minggu
(10/8) pagi pukul 09.00. Beragam
kegiatan akan mengisi peluncuran ini. Diantaranya adalah pentas dari anak-anak
Jembangan yang sudah belajar angklung.
Menurut pencetusnya, Iyut Suharta, perpustakaan ini disediakan agar anak-anak
setempat bisa mengenal dunia luar.
Seperti halnya semangat kami di Rumah Dunia Rumah Tuki ini ingin menjadi bagian
untuk mencerdaskan Anyer khususnya dan Banten umumnya. Bagi anda penggiat
literasi, pejabat atau hanya sekedar penikmat aksi anak-anak dan peduli
terhadap dunia literasi datanglah bersama kami dalam acara ini. Terimakasih.
Berbuat dari yang kecil mengubah bangsa (aji setiakarya, relawan rumah dunia
kini bekerja di bantentv)