ha ha
kang Aji Setiakarya N Kang Setiadji,
pengen maen ke RD buat belajar tapi isin euy..
salam-UUS


----- Pesan Asli ----
Dari: Setiadji Achmad <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 25 Agustus, 2008 20:44:17
Topik: Re: [WongBanten] puisi


tuch kang uus,sudah ada tawaran dari sekjen RD,keliatannya anda ini berbakat 
dalam menyusun bait-bait kata menjadi sebuah puisi yg indah dan menghanyutkan.

tentunya pasti akan semakin terasah....dan jgn lupa menyiapkan nama yang 
bagus,sebelum bergabung ke media RD....Uus... ....?????



----- Original Message ----
From: uus bustami <uus_bustami@ yahoo.co. id>
To: wongbanten <[EMAIL PROTECTED] ups.com>
Sent: Sunday, August 24, 2008 10:35:15 PM
Subject: [WongBanten] puisi


MINIATUR 
sang pencipta telah datang
dengan tangan berjari tajam 
mengukir batubatu mimpi 
menatahnya 
dengan pandangan tak lepas
 
 
MENGENAL PUISI 
 
pada saatnya nanti
aku akan membuat puisi
hanya sebatas kata
yang tak jelas garisnya
barisnya ta' rapi, seperti dulu di sekolah

dahulu,
di kelasku aku ta' pandai bernyanyi
dan menari?, sepertinya hati lelaki ini ta' sudi
lalu kupegang saja pena ini
membuat kata agar menjadi bunyi
untuk sekedar melepas sepi 
memecah sunyi saat tubuh ini sendiri

............
di hadapanmu, kini
walau jauh di seberang sana
berdegup bergemuruh dadaku ini
padahal aku ta' sedang berlari

sesuatu membuatku tergesa 
ah.. tenangkanlah itu,
lalu kusembunyikan saja di sebalik hati
sampai nanti aku kembali di sini
 
 
INI AKU 
 
ini aku de, kembali lagi 
engkau dekat ta’ kukenali 
lupalah pada rautku 
yang ta’ pernah kau temui
 
saat angin mulai tenang 
ikutlah berlayar bersamaku lagi  
seperti dulu dalam mimpimu 
”naiklah ke perahu”  
dengan langkahmu yang biasa itu  
 
lalu di lautan hati  
dalam keheningan ironi 
semua gejala akan kita selami

Bandung
*dalam mimpi
: YR

aku berkunjung padamu dalam mimpi 
pada kota yang pernah kuakui
semenit tak terasa sekali, serasa berkali-kali
hingga aku sulit untuk menepi

angin nafasku memburu,
ini sebuah rindu ?
kemudian katamu :
ingatlah siang nanti kau kutunggu 
maka lekas-lekaslah langkahmu laju

saatnya tiba kupenuhi paruh hari
janjimu telah sampailah disini
melewati persimpangan Suci 
: Surapati

lalu,
seterik ini aku masih sendiri
apa yang dicari?
pinggiran jalan seperti sulit kulalui
trotoar sunyi saat aku menanti

saudaraku,
di sudut mana kau ingin kutemui?
dalam lapangan seluas ini
Gasibu, di sini aku termangu berdiri
memandang Tugudi utaramu dengan hati
lekat, agar kelak tak kusesali


salam-UUS
Serang,24-08- 08
bukan puisi hari ini,minggu ini, atau bulan ini...
he he..

________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. 
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke