setuju. dan selamaat kepada prrof. ibnu, semoga pandeglang, serang, dan seluruh 
wilayah banten memiliki orang yang punya komitmen kepada ilmu pengetahuan. dan 
saya mau usul, ketimbang jadi bupati atau walkot, mendingan prof. ibnu 
mengembangkan ilmu dan menerapkannya. sebab, jadi bupati, walkot atau gubermen 
di banten (dan di mana saja) sekarang ini bukan hanya bikin capek pikiran dan 
perasaan. lebih dari itu, kalau nggak kuat-kuatnya iman, bakalan bikin badan 
rusak, secara jasmani dan rohani.
salam,
halim hd. 

--- On Sat, 8/30/08, machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [WongBanten] Pidato Pengukuhan Wong Banten Untuk Prof Ibnu
To: [email protected]
Date: Saturday, August 30, 2008, 11:42 PM










    
            



Assalamulalaikum Wr Wb



Sebuah SMS saya terima dari sahabat saya, Dr Ibnu Hamad (41 tahun), 

isinya,"Segala puji bagi Allah seru sekalian alam.Atas izinnya 

jualah SK Profesor saya hari ini saya terima dari Mendiknas.Mohon 

doa untuk kemanfaatan gelar tersebut,"



Kang Ibnu adalah lulusan SMP Banjar Pandeglang yang kemudian 

melanjutkan sekolahnya ke SMA 1 Pangelang, lulus tahun 1985, lalu ke 

FISIP Komunikasi UI pada tahun yang sama. 



Doktor komunikasi politik ini memang bukan profesor termuda di UI, 

Prof Hikmawanto meraih gelar ini pada usia 35 tahun, namun bagi kami 

Ibnu adalah sosok yang membanggakan. Cerdas, muda, namun tetap 

tawadhu dan sederhana. Kesederhanaan ini tetap bertahan dari jaman 

mahasiswa hingga mahaguru kini. Sampai sekarang  kemana-mana Ibnu 

tetap  naik KRL dan bus kota.



Saya dan beberapa teman, antara lain Ka Dr Mukhlis Yusuf, dan Fuad 

Saugi, dan teman-teman lain sempat mendorong Ibnu untuk memimpin 

Pandeglang, dan bersaing dengan teman se angkatan lain di SMP 1 

Pandeglang dan SMA 1 Pandeglang, Dimyati Natakusumah, dalam Pilkada 

Pandeglang beberapa tahun lalu. 



Sayang waktu itu, tak ada jalur independen, dan partai-partai tak 

tertarik dengan Ibnu, karena kami tak memiliki uang miliaran rupiah 

seperti yang mereka minta. Mereka lebih memilih kandidat yang 

memiliki Gizi ketimbang Visi, meski gizi itu kemudian bisa membawa 

mereka ke penjara. 



Seorang pengurus DPP sebuah partai islam yang dulu dikenal bersih 

malah menyarankan ka Ibnu belajar "ngaji" aja dulu sebelum mencoba 

terjun ke politik. Dalam hati saya tersenyum sendiri, karena saya 

tahu Ibnu adalah anak pesantren dan putra Kyai terkenal di 

Pandeglang yang sudah Khatam Al Quran sejak kelas 2 SD.



Saya kira Ibnu adalah  jawara lain dari Banten, yang meraih 

kehormatannya dengan terus belajar dan bekerja keras.



Saya usul, bagaimana kalau forum ini mengundangnya untuk 

semacam "Pidato pengukuhan Guru Besar" ala Mailist Wong Banten. 

Kumaha tah, ka, lamun Wong Banten kumpul  bari silaturahmi lebaran 

jeung babacakan?



Salam



Machsus Thamrin 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke