ini ada tulisan seorang kawan tentang Gubernur termuda di NTB Tuanku Guru Bujang, siapa jadi inspirasi generasi muda...
Edi Hudiata HMT "Agar Hidup Lebih Bermakna" visit me at: http://edihudiata.multiply.com http://edihudiata.wordpress.com --- On Sun, 9/7/08, fahrurrozi zawawi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: fahrurrozi zawawi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: -=Info PMIK=- Doa Pelantikan Gubernur NTB To: "pmik cairo" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sunday, September 7, 2008, 5:19 PM Tadi pagi saat dalam perjalanan menuju ke Kampus American University in Cairo, saya mendapat sms singkat berbunyi, "Ditunda. Keppres-nya belum jadi," Saya cukup sedih membacanya. Kenapa ditunda lagi. Seharusnya tanggal 1 September 2008 bertepatan awal Ramadhan yang lalu beliau dilantik. Sebab, masa jabatan gubernur yang lama berakhir pada tanggal 31 Agustus 2008. Penundaan dilakukan saat itu karena proses peradilan masih berlangsung. Tiga pasangan calon gubernur menggugat keabsahan hasil pemilihan gubernur Nusa Tenggara Barat yang digelar pada tanggal 7 Juli 2008. Salah satu pasangan yang menggugat itu adalah Gubernur Incumbent Lalu Serinata yang juga Ketua DPD Partai Golkar NTB. Berhubung masa jabatan gubernur periode 2003-2008 telah habis pada tanggal 31 Agustus 2008 namun penggantinya belum ada, maka pemerintah pusat menunjuk Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik sebagai pelaksana harian Gubernur NTB sampai dilantiknya pejabat terpilih. Pada tanggal 1 September 2008 yang lalu, saya berkirim sms menanyakan kejelasan kapan pelantikan, beliau menjawab, "Insyaallah, minggu depan," Dan, tadi pagi saya kirim sms kembali, ternyata masih juga harus menunggu. Nama beliau yang saya maksud dalam tulisan ini adalah KH. Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, MA, kawan kita, saudara kita dan senior kita di Mesir. Beliau datang pertama kali di Mesir tahun 1992, seangkatan dengan Dr. Muchlis Hanafi, Dr. Abdul Rauf dan Dr. Haedar. Jenjang S1 beliau lalui dengan lancar selama 4 tahun, dan jenjang S2 pun demikian. Di Jurusan Tafsir, tamhidi pertama dan kedua, beliau selalu lulus di ujian gelombang pertama, dan itu menjadikannya sebagai satu-satunya putra Indonesia yang menyelesaikan tamhidi dengan meyakinkan. Beliau lulus S2 tahun 2001. Pada bulan Oktober 2002, beliau terdaftar sebagai mahasiswa S3 di perguruan tinggi yang sama, Al-Azhar University. Proposal disertasinya diterima dengan judul, "Studi dan Analisis terhadap Manuskrip Kitab Tafsir Ibnu Kamal Basya dari Awal Surat An-Nahl sampai Akhir Surat Ash-Shoffat" di bawah bimbingan Prof Dr Said Muhammad Dasuqi dan Prof Dr Ahmad Syahaq Ahmad. Sayangnya, sudah 6 tahun beliau menulis disertasi, belum nampak tanda-tanda hendak munaqosyah. Maklum, selama penulisan disertasi, beliau tidak lagi tinggal di Kairo. Masyarakat Nusa Tenggara Barat tak ingin ditinggal lama-lama. Mereka menghajatkan belaian dakwah beliau. Apalagi, dalam pemilihan umum tahun 2004, beliau terpilih sebagai anggota DPR dari Partai Bulan Bintang Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat. Duduk di Komisi X yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan. Beliau harus bolak-balik antara Jakarta - NTB. Urusan disertasi jadi terbengkelai. Hanya sekali setahun beliau datang ke Kairo guna menemui dosen pembimbing. Saya tidak bisa meramalkan bagaimana nasib disertasi beliau nanti, setelah beliau dilantik menjadi orang nomor satu di NTB. Satu sisi sangat disayangkan jika tidak dilanjutkan, meraih gelar tertinggi dalam strata pendidikan, yang itu tinggal selangkah lagi, setelah melewati perjuangan 16 tahun lamanya. Namun sisi yang lain, beliau dituntut berkonsentrasi penuh memikirkan masyarakat NTB sesuai janji-janji yang disampaikan saat kampanye. Saya jadi ingat ketika SBY yang kala itu tahun 1999 sedang dalam posisi mentereng di jajaran perwira TNI, tiba-tiba ditawari Gus Dur menjadi menteri pertambangan energi. SBY ragu antara menerima dan menolak, sebab dengan menjadi menteri berarti tamat sudah karier militer yang dirintis bertahun-tahun lamanya, padahal SBY sangat berpeluang menjadi panglima TNI. Tetapi akhirnya SBY menerima tawaran SBY menjadi menteri setelah mendengar pertimbangan istri tercinta, "Pak, mengabdi kepada bangsa dan negara tidak harus di TNI, bisa juga dengan menjadi menteri," Ini foto tanggal 7 Ramadhan 1423 H. sehabis buka puasa. Beliau duduk di kursi mengenakan kaos merah. Pak Muchlis Hanafi duduk di kursi berkaos putih. Pak Said Ghozali duduk di bawah paling kiri, dan Pak Haedar duduk membelakangi kamera berpeci putih. Selebihnya saya tidak kenal. Setelah melamun kurang lebih 20 menit dari Mahattah Hay Asyir, tibalah saya di Tagammo Khomis, lokasi baru Kampus American University in Cairo, pindahan dari Down Town sebelah Mugamma Tahrir. Hari ini adalah kunjungan pertama saya ke kampus milik negerinya Barack Obama, sejak peresmian tanggal 1 September 2008. Sangat megah dan luas membentang di tengah-tengah padang pasir. Sampai di sini dulu catatan saya hari ini. Jika ada waktu luang, saya usahakan untuk melanjutkan tulisan tentang Gubernur NTB ini. Gubernur termuda yang baru berusia 36 tahun. Kita doakan semoga proses pelantikan Abang kita, TGB. Zainul Majdi berjalan lancar, dan kita sama-sama bersabar menantikannya, sebagaimana sabarnya http://www.nusateng garanews. com memasang foto ucapan di bawah ini: _._,_.___
