Yang saya tahu, angklung ini juga kesenian asal Kanekes (Sunda asli) dan 
sekitarnya bukan hanya milik Jawa Barat (Sunda Priangan, yang sudah banyak 
mendapat pengaruh luar). Kenapa ini tidak dianggap juga sebagai kesenian/budaya 
dari propinsi Banten oleh kang Slamet? 
 

--- On Tue, 9/9/08, slamet riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: slamet riyadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [WongBanten] Angklung Bergema di Qatar
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 9, 2008, 5:42 PM










    Kapan yaa Kesenian/Budaya dari propinsi Banten mampir ke Qatar.......
    Kang Jay lawang bagja kumaha damang???... ..

--- On Tue, 9/9/08, bambang agus suparno <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: bambang agus suparno <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [ExPeni_Qatar] Rumah
To: ExPeni_Qatar@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, September 9, 2008, 10:18 AM






Musik Angklung Bergema di Padang Pasir Qatar



 
GETTY IMAGES
Ilustrasi musik angklung
/

Rabu, 10 September 2008 | 00:07 WIB
LONDON, SELASA--Alunan alat musik angklung dengan lantunan syair Shalawat Nabi, 
Talaal Badru Alaina, Ilahilast Tombo Ati, dan We are the World  dibawakan 
pelajar Indonesia menggema di tengah padang pasir dalam acara Ramadan Nights 
dihadiri sekitar 400 kalangan sivitas akademika di Education City, Qatar.
Penampilan pelajar Indonesia dalam  Ramadan Nights  yang diadakan Qatar 
Foundation pimpinan Permaisuri Raja Qatar, H.H. Sheikha Mozah Bint Nasser 
al-Missned dalam rangka Ramadhan dan sekaligus memperkenalkan kebudayaan negara 
berpenduduk mayoritas Islam kepada keluarga besar Education City, demikian 
Jurubicara KBRI Qatar A. Sudradjat kepada koresponden Antara London, Selasa.
Duta Besar Rozy Munir mengatakan keikutsertaan KBRI Doha dalam acara yang cukup 
bergengsi tersebut, dimanfaatkan untuk meningkatkan kesan positif Indonesia 
tidak saja di mata penduduk setempat tetapi juga masyarakat Internasional di 
Qatar..
Suara musik asal Jawa Barat membangkitkan keingintahuan intelektual  berbagai 
negara yang menimba ilmu di berbagai perguruan di Qatar seperti  Georgetown 
University School of Foreign Sevice, Texas A and M University, Virginia 
Commonwealth School of the Arts dan Carnegie Mellon University Qatar.
Menurut A Sudradjat, Kedutaan Besar RI di Doha bersama empat wakil Negara Islam 
seperti  Turki, Palestina, Mesir, dan India bersama delapan perusahaan 
berpartisipasi dalam Bazar ?Ramadan Nights? dengan menampilkan kerajinan dan 
makanan khas  serta menampilkan seni budaya masing-masing negara.
Dikatakannya pengunjung terkesan dengan penampilan alat musik angklung yang 
dibawakan putera-puteri Indonesia yang berkolaborasi dengan grup musik band 
KBRI dan pencak silat oleh Persatuan Gerak Badan Bangau Putih Cabang Qatar 
serta suguhan teh dan kopi khas Indonesia.Selain di kalangan sivitas akademik 
yang datang dari berbagai Negara dan sekaligus mengenal potensi yang dimiliki 
Indonesia di bidang sosial budaya termasuk pariwisata dengan tersedianya brosur 
dan pemutaran film wisata Indonesia diharapkan akan dapat meningkatkan minat 
melakukan kunjungan wisata ke Indonesia.(ANT




 


 














      

Kirim email ke