20 September 2008 - 04:38 (Diposting oleh: Rumah Dunia) BERBAGI DI BULAN RAMADHAN Oleh Muhzen Den* ”Maka berlomba-lombalah kamu (dalam) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al Baqarah [2]: 148). Firman Allah di atas selayaknya kita resapi dan maknai di bulan yang penuh berkah dan rahmat ini. Sebagai bentuk penyadaran diri dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita agar segala sesuatu yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT. Apalagi bulan ini adalah bulan puasa (ramadhan) jadi sepatutnyalah kita memperbanyak amal soleh demi terciptanya pribadi yang taat dan suci dihadapan-Nya. Milis Wong Banten Menjelang bulan puasa yang sudah menginjak minggu kedua ini, Rumah Dunia direpotkan dengan kunjungan buka bersama. Dan pada hari Sabtu, (13/9) pukul. 16.30 WIB sampai menjelang buka tiba. Rumah Dunia kedatangan anggota Milis Wong Banten, sebuah forum diskusi yang mengudara di dunia maya, dan saat ini melakukan kopi darat (buka puasa bersama) di Rumah Dunia. Acara ini diadakan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota Milis Wong Banten, yang mayoritas anggotanya asli orang Banten. Mungkin kurang klop bila pertemuan di dunia maya bila tidak direalisasikan di dunia nyata. Sehingga acara kopi darat ini pun diadakan untuk memperjelas forum maya ini. Acara dimulai dan dibuka oleh Aji Setiakarya selaku ketua pelaksana pada acara bubar tersebut, dengan perkenalan anggota Milis Wong Banten dan relawan Rumah Dunia. Sekitar duapuluhan orang hadir pada saat itu saling memperkenalkan diri dari mulai nama, asal dan pekerjaan. Setelah acara perkenalan di lanjut dengan obrolan lainnya yang tak jauh-jauh dari seputar kondisi Banten saat ini hingga yang akan datang. ”Jika melihat fenomena yang terjadi saat ini, khususnya di Banten. Sungguh sangat merisaukan bagi saya secara pribadi. Apalagi opini yang kita lakukan selama ini seperti menemukan titik kejenuhan. Tidak tahu, apakah saya yang kuper terhadap kondisi Banten atau memang itu yang terjadi,” kata Fuad Hasyim mengawali pembicaraan pada saat acara buka bersama itu. Beberapa rekan Milis Wong Banten yang hadir pada saat itu pun segera merespon apa yang dikeluhkan oleh Fuad Hasyim. Pembicaraan yang dimulai dari secara umum kondisi Banten sampai sub-sub paling terkecil yang ada di Banten sendiri, seperti masalah pendidikan, politik, budaya dan eksistensi Milis Wong Banten yang harus membumi. Di sela-sela pembicaraan itu dibarengi buka puasa, sholat magrib berjamaan dan makan malam bersama di atas daun pisang. Dan dari hasil selentingan-selentingan obrolan tersebut maka ditemukanlah titik simpul yang menjadi pegangan. Bahwa keberadaan Milis Wong Banten harus bisa memberi perubahan terhadap Banten, baik dari bidang pendidikan dan membentuk kader kepemimpinan Banten yang merakyat yang dapat membawa Banten ke jalan perubahan. Dan acara buka bersama selama kurang lebih dua jam setengah itupun harus diakhiri dengan melakukan foto bersama. Buka Bersama XL Care Setelah acara buka bersama dengan anggota Milis Wong Banten. Relawan Rumah Dunia kali ini sedang disibukan dengan persiapan acara buka bersama XL Care, sebuah perusahaan jaringan telekomunikasi dari Jakarta. Acara ini dinamakan dengan Buka Bersama XL Care, yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (19/09) dari pukul 16.00 sampai menjelang buka puasa, bertempat di panggung utama Rumah Dunia. Dalam acara ini menghadirkan pementasan dari anak-anak Rumah Dunia seperti pembacaan puisi islam, musik Marawis SMP Islam Daarul Falah Ciloang, dan serah terima Bajaj Library. Bukan itu saja nanti diakhir acara juga akan ada pembagian bingkisan ramadhan untuk anak-anak kurang mampu, yang hadir pada saat acara itu. Semoga saja dengan kerjasama ini, Rumah Dunia dan XL Care dapat menjadi partner yang baik dan saling menguntungkan. Sehingga acara buka bersama dan berbagi di bulan ramadhan ini menjadi moment penting dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama ummat manusia khususnya muslim. (*Penulis, adalah relawan Rumah Dunia dan mahasiswa Diksatrasia Untirta.
