di antara kejayaan, kedigdayaan, kemegahan, keberhasilan yang setiap hari kita 
baca,
juga ada jurang menganga, selangkah lagi .......... 
hhd.

--- On Sun, 10/5/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Jutaan Warga China Terancam Mati Muda
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Sunday, October 5, 2008, 5:17 PM










    
            http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/10/06/ 01060725/ 
jutaan.warga. china.terancam. mati.muda



China, Sabtu - Kajian Harvard School of Public Health menyebutkan,

lebih dari 80 juta warga China terancam mati muda pada 25 tahun

mendatang. Hal itu disebabkan penyakit pada paru-paru mereka.



Kajian difokuskan pada dampak merusak merokok dan praktik pembakaran

kayu atau batu bara yang marak dilakukan di rumah untuk memasak dan

pemanas. Kajian itu melihat periode 30 tahun, sejak lima tahun lalu

hingga 25 tahun mendatang.



Hasil penelitian menyebutkan, selama 30 tahun itu diperkirakan sekitar

83 juta warga China mati muda karena penyakit paru-paru. Hal itu

seiring dengan meningkatnya kasus kanker paru dan penyakit kronik

fungsi pernapasan. Saat ini penyakit terkait pernapasan menjadi

penyebab utama kematian di China.



Saran penanganan



Kajian itu pun menyebutkan, sebagian ancaman mematikan itu sebenarnya

dapat dicegah, khususnya yang terkait rokok dan kebiasaan menggunakan

kayu dan batu bara di rumah-rumah.



Menurut salah satu penulis kajian itu, Prof Majid Ezzati, upaya

mengurangi dampak mematikan lebih banyak hanya dapat dilakukan melalui

intervensi dramatis mulai saat ini. Di antaranya, sistem pajak produk

tembakau, penyuluhan kesehatan, dan iklan- iklan berisi larangan.



Upaya lain, keseriusan Pemerintah China mewujudkan penggunaan energi

bersih hingga 70 % populasi, dan penggunaan bahan bakar yang lebih

bersih. "Langkah-langkah itu akan menyehatkan banyak orang," kata Majid.



Data saat ini, satu dari tiga rokok di dunia diisap di China. Setengah

penduduk laki-laki China merokok, sedangkan perempuan perokok terus

meningkat.



Ancaman kematian diperkirakan semakin tinggi karena fakta jumlah

perokok di China itu tak masuk dalam kajian.(BBC NEWS/GSA




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke