Ngomong2 perkara KNPI, saya jadi bernostalgia semasa mahasiswa 4 tahun yang
lalu saat "turun ke jalan" dan menggalang kekuatan dengan BEM Se-Banten untuk
Bubarkan KNPI.
Tapi sayangnya KNPI terlalu kuat untuk dibubarkan oleh segilintir kalangan
saja, dan sayangnya generasi setelah saya 'BUNGKAM' dengan fenomena KNPI yang
lemah syahwat. bahkan saya mendapat info bahwa beberapa rekan yang dulu
berjuang BUBARKAN KNPI, kini malah merapat bahkan ada yang menjadi salah satu
ujung tombak KNPI... (sah sah saja memang, tak ada kawan atau lawan yang
sejati yang ada hanya... KEPENTINGAN yang ABADI...)
Setelah barusan bongkar2 file lama tulisan saya, akhirnya ketemu juga salah
satu tulisan jadul saya ttng KNPI, belum diedit, dan biarkan saja seperti itu
adanya, kalaupun semangat Bubarkan KNPI akan muncul lagi, itu hanya perkara BOM
WAKTU...
TULISAN INI AWAL PERJUANGAN SAAT ITU, MASIH SANTUN DAN TIDAK SE-VULGAR AGITASI
SAAT TURUN KE JALAN, selamat membaca :
QUO VADIS KNPI?
(GUGATAN ATAS PERAN KNPI UNTUK PEMUDA ATAU BUBARKAN SAJA KNPI)
Oleh : Abdul Latief
(Penulis Adalah Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa)*
*Saat ini sudah menjauhkan diri dari dunia Politik dan Aktivis, Asyik dan
Terlena pada Comfortzone menjadi BURUH di Ibukota yang lebih kejam dari Ibu
Tiri dan Ibu Kost...
Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
Mari kita ungkap kembali labirin memori kita, ketika 76 tahun yang lalu, pemuda
Indonesia dari berbagai suku, agama,dan ras berikrar dalam satu momen yang
dikenal dengan sumpah pemuda, saat itu semangat perbedaan dan kepentingan
pribadi maupun golongan telah lebur menjadi satu jiwa yaitu persatuan bangsa.
Ikrar pemuda Indonesia – diantara yang hadir Jong Islamiten, Jong java, Jong
Sumatra, JongCelebes, Pemuda Indonesia, Pemuda Betawi, Sekar Rukun, Perhimpunan
Pelajar-Pelajar Indonesia, pada 28 Oktober 1928, telah membangun gelora api
semangat di dada pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan dan menjadi tonggak
awal persatuan Indonesia yang per diangankan oleh Gajah Mada melalui Sumpah
Palapa-nya.
Menengok peran hirtorisnya, tidak bisa dipungkiri bila Republik ini lahir juga
berkat perjuangan tiada henti dari pemuda. Tokoh-tokoh pemuda yang lahir pada
masa perjuangan revolusi fisik hingga kemerdekaan adalah bukti konkrit para
pemuda. Peristiwa 1908, 1945, 1965.1998 juga saksi bisu selain sumpah pemuda
yang juga merupakan bukti konkret dari serangkaian perjuangan kesinambungan
dari para pemuda Indoensia bagi bangsanya.
Perjuangan para pemuda sepertinya tidak akan pernah padam karena secara
sosiologis pemuda merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki sifat
progresif, kritis, idealis, dan selalu gelisah ketika melihat jalan
kehidupannya tidak ideal, dan hal inilah yang menjadi tungku semangat
perjuangan pemuda.
Kegalauan akan eksistensi perjuangannya untuk rakyat, telah memunculkan banyak
pemuda yang menghimpunkan diri dalam organisasi kepemudaan (OKP), yang
salahsatunya adalah Kelompok Cipayung (yang terdiri dari HMI, PMII GMNI,PMKRI,
GMKI,), Kelompok Cipayung yang merupakan OKP bersifat kepemudaan berbasis
kemahasiswaan memposisikan dirinya sebagai sparing partner pemerintah,
mengontrol dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang menyimpang dan tidak
memihak kepada rakyat.
Pada saat Negara mengalami kemandegan mereka menekan negara untuk mengurangi
hegemoninya dan menuntut pemerintah agar memberikan kebebasan berkreasi dan
berkembang pada rakyat, mereka melakukan gerakan-gerakan memperjuangkan
kepentingan rakyat serta tetap mempertahankan independensinya tanpa terkooptasi
oleh kekuasaan.
Mahasiswa saat itu masih bersifat murni dan bersih dari pengaruh kepartaian
karena tidak melakukan afiliasi dan terjerat dalam lingkaran politik praktis
kekuasaan dan kepartaian.
Potensi besar pemuda sebagai social control dan agent of change yang masih
konsisten dalam khittah perjuangannya telah mempersatukan kesepahaman mereka
yang kemudian meleburkan diri menjadi wadah kepemudaan yang digelari dengan
nama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).pada tahun 1973
Bergabungnya OKP dalam satu wadah telah mendatangkan banyak harapan, bak
cendawan yang tumbuh dimusim penghujan, harapan itu kian tumbuh dan semakin
besar, bahwa KNPI akan dapat memainkan peran strategis dalam memperjuangkan
pemberdayaan pemuda dan mengusung kemajuan bangsa. Mengingat falsafah lama
“bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” telah mengakar dan terpatri dalam
kehidupan masyarakat kita, sehingga ketergabungan ini akan memunculkan potensi
yang menggemparkan.
Akan tetapi dalam perjalanannya, KNPI banyak menuai kritik dan keraguan yang
tidak hanya muncul dari kalangan tua namun juga dari kalangan pemuda itu
sendiri. Berbagai pertanyaan dan ketidak puasan senantiasa menjadi kerikil
tajam bagi perjalanan KNPI.
Sepertinya sudah terpahat dalam banyak benak masyarakat (dalam hal ini penutur
kritik dan keraguan) bahwa Perwujudan tujuan mulia KNPI tidak seperti yang
diharapkan, das solen tidak sesuai dengan das sein.
Ketergabungan Pemuda pada KNPI ini telah menjadikannya bak gadis manis
dihadapan lelaki mata keranjang, KNPI begitu menarik dan memikat penguasa saat
itu untuk merebut dan meminangnya. Bahkan ketergabungan OKP ini terindikasikan
sebagai bentukan Rezim berkuasa untuk mengkebiri kekritisan kaum muda. Dan hal
ini dikuatkan dengan 0berafiliasinya KNPI dengan parpol yang berkuasa saat itu
yang pada akhirnya membuat KNPI mulai kehilangan Independensinya karena
mendukung rezim otoritarian.
KNPI sepertinya tidak punya lagi peran strategis unutk memperjuangkan pemuda,
karena sepanjanga kiprahnya banyak dijadikan sebagai alat mobilitas vertikal
untuk jabatan politik atau menjadi lahan penghidupan yang mengatas namakan kaum
muda.
Belum lagi KNPI sebagai federasi yang mewadahi seluruh pemuda telah diposisikan
sebagai organisasi kepemudaan tersendiri, sehingga fungsinya sebagai wadah
pemuda terbiaskan dan memunculkan sebuah wadah baru yang hanya menaungi OKP
tertentu atau hanya merangkul segelintir kalangan saja.
Sehingga wajar kalau kritik dan keraguan ini akan serupa dengan ‘bom waktu’
yang pada akhirnya berujung pada tuntutan untuk membubarkan KNPI. Kalau hal itu
muncul siapkah KNPI membubarkan diri, atau perlukah KNPI dibubarkan sesuai
dengan aspirasi yang berkembang? Kalau memang tidak siap dan tidak perlu, maka
setidaknya KNPI harus menunjukan dan membuktikan eksistensi dan perannya, bukan
hanya pada kegiatan berupa ‘Lips service’ tetapi sesuatu yang memang menjadi
harapan yang ditumpukan pada KNPI.
Keraguan akan eksistensi KNPI sebenarnya tak perlu muncul kalau memang KNPI
menjalankan perannya dengan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan pemuda dan
kebutuhan bangsa.
Jangan sampai KNPI kehilangan momentum dan membuatnya ditinggalkan oleh
organisasi kepemudaan, untuk itu selayaknyalah KNPI menata kembali
oganisasinya, juga sudah menjadi kewajiban jika Vested Interest pengurus dan
konflik internal diminimalisir bahkan dieliminir.
Beberapa langkah berikut bisa bisa saja dilakukan oleh KNPI untuk mengembalikan
citra KNPI dan membangkitkan kembali semangat membara dari kaum muda.
Pertama,Menghapus citra KNPI sebagai antek kekuasaan dan bermetamorfosis
menjadi kelompok penekan. Fungsi control yang menjadi peran pemuda jangan
pernah luntur dari tubuh KNPI, kendatipun terkondisikan untuk berpartner bukan
berarti kita berada dibawah control kekuasaan, melainkan dapat memposisikan
diri sebagai mitra yang sejajar.
Kedua, KNPI jangan lagi condong kepada salah satu parpol dan mulai mengambil
jarak dengan semua parpol. Keterlibatan pada dukung-mendukung partai akan
cenderung menempatkan KNPI sebagai mesin politik yang tidak lagi independent,
dan akan mengikis peran utamanya yaitu pemberdayaan potensi kaum muda serta
membangun bangsa, pada posisi yang tepat.
Ketiga,Meningkatkan kemandirian pendanaan organisasi agar tidak mudah
terkooptasi oleh kepentingan manapun. Kendala klasik organisasi salah satunya
terletak pada sisi pendanaan, dan ini juga telah mengurat nadi pada hampir
seiap tubuh organisasi, terlebih KNPI sebagai sebuah organisasi besar yang
tentunya membutuhkan dana yang juga besar. Selama ini hampir seluruh (bahkan
mungkin seluruhnya) dibiayai oleh pemerintah, pada dasarnya ini bukanlah
permasalahan, hanya saja kerap kali sepak terjang KNPI terhambat karena
terposisikan untuk menggantungkan diri pada satu pihak, bias jadi hidup matinya
KNPI terletak juga pada ada tidaknya dana yang dikucurkan oleh pemerintah.
Sungguh riskan jadinya kalau urat nadi organisasi sepotensial KNPI terletak
pada tangan penguasa, belum lagi distribusi dana serta penggunaan dana ini
kerap memunculkan konflik baik internal maupun eksternal. Sehingga sangat urgen
bagi KNPI untuk dapat meningkatkan kemandirian dan terlepas dari kooptasi pihak
manapun.
Keempat, Menjadi pusat informasi kepemudaan dan wadah tukar gagasan pemuda
dalam dalam ikut memberi solusi kebangsaan. Sungguh tidak bisa ditawar-tawar
lagi bahwa KNPI harus menjadi wadah mencari solusi kebangsaan dan pemersatu
pemuda, dan peran sebagai sebuah pusat kepemudaan harus dapat segera terealisir
dan berdaya guna.
Kelima, Mengubah dirinya menjadi mediator dan fasilitator pengembangan
kreatifitas kaum muda. Tidak layak rasanya kalau sepak terjangnya hanya
mengurusi OKP tertentu saja, tapi menjadi kewajiban bagi KNPI untuk mengurusi
pemuda secara keseluruhan. KNPI adalah milik pemuda Indonesia, maka wajib
menangani seluruh pemuda yang ada di Indonesia, tidak hanya berpihak dan
bergelut pada urusan kelompok OKP tertentu atau bahkan menjadi organisasi
eksklusif tersendiri. Jangan pernah lupakan bahwa KNPI terlahir sebagai sebuah
Federasi yang merupakan sebuah wadah bagi semua permuda.
Tapi sayangnya, KNPI tetap saja menjadi KNPI yang tidak dapat
menerap lima langkah di atas tadi, maka hanya ada satu jalan bagi KNPI untuk
berubah, yaitu BUBARKAN KNPI Kita saat ini sangat mendambakan generasi baru
yang memiliki kualitas dan moralitas yang dapat mengembalikan kejayaan bangsa
kita. Allahu A’lam. (BEM Untirta 2004-2005)
----- Original Message -----
From: aji setiakarya
To: [email protected]
Sent: Friday, October 10, 2008 10:17 AM
Subject: Re: [WongBanten] Eten Harus Bertanggung Jawab
salam.
Dulur-dulur sejauh ini
saya melihat KNPI tidak memberikan
output yang jelas kepada anak muda.
jadi cuma minta anggaran aja..
mohon maaf jika salah
aji
The information transmitted is intended only for the person or the entity
to which it is addressed and may contain confidential and/or privileged
material. If you have received it by mistake please notify the sender by return
e-mail and delete this message including any of its attachments from your
system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in whole or
in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to
change. The views expressed herein do not necessarily represent those of PT
Astra International Tbk and should not be construed as the views, offers or
acceptances of PT Astra International Tbk.
The information transmitted is intended only for the person or the entity to
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged material.
If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail
and delete this message including any of its attachments from your system. Any
use, review, reliance or dissemination of this message in whole or in part is
strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. The
views expressed herein do not necessarily represent those of PT Astra
International Tbk and should not be construed as the views, offers or
acceptances of PT Astra International Tbk.