waaah, ini info yang baru saya dengar. tengkyu banget, kang.
hhd.

--- On Wed, 10/15/08, das albantani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: das albantani <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [WongBanten] Jejak Petilasan Gajah Mada
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:30 AM










    
            Sekilas Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan 
   
Gajah Mada merupakan anak desa Modo, Lamongan dengan ibu asal desa Modo, 
Lamongan dan bapak berasal dari keturunan Timur Tengah/ Arab, untuk sementara 
ada dugaan bahwa beliau ada silsilah keturunan dengan Syekh Subaqir ( juga ada 
dugaan bahwa Syekh Subaqir adalah Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin 
Husain bin Ali bin Abu Thalib ( baca Lampiran 6 Sekilas Tentang Muhammad al 
Baqir dan lihat Lampiran 7 Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi / Apa yang 
dicita-citakan ) seorang Wali penumbal Tanah Jawa. Ada bukti dari pertemuan 
ghoibiyah beberapa Winasis asal desa Karangpakis, Kabuh.bahwa beliau beragama 
Islam dan berperawakan tegap tinggi besar. Gajah Mada ditemukan oleh Ronggo 
Lawe, adipati Tuban, era Majapahit Raja R.Wijaya. Dalam perjalanan dari Tuban 
ke desa
 Matokan, dekat Kabuh. Sewaktu itu R.wijaya mendirikan kerajaan Majapahit I di 
daerah ini, yaitu dataran tinggi dengan nama dusun Njeladri, desa Karangpakis, 
Kabuh, Jombang. Di desa Modo, perbatasan Jombang Lamongan ini, Ronggo Lawe 
melihat seorang anak usia belasan tahun yang berperawakan tegap gagah sedang 
berkelahi, kemudian Ronggo Lawe mengasuh anak ini, namanya Trimo-nama kecil 
Gajah Mada - di Tuban. Setelah usia yang cukup Trimo dimasukkan ke dalam 
prajurit kerajaan Majapahit oleh Ronggo Lawe dengan pangkat tamtama/ bekel. 
Sewaktu pemberontakan Ra Kuti dan Ra Tanca di era Raja Jayanegara, Bekel 
GajahMada dan lima belas orang bhayangkara yang menyelamatkan raja Jayanagara 
ke Bedander. Dari kejaran telik sandi Ra Kuti yang disebar di seluruh prajurit 
Majapahit dan meminta nasehat ke kakeknya yaitu Mbah Wonokerto. Kakek atau 
Buyut Gajah Mada di desa Bedander ini yaitu mbah Wonokerto pernah meramalkan 
bahwa kejadian ini akan membawa Trimo/ Gajah Mada akan menjadi orang besar di 
Majapahit, waktu itu Gajah Mada menjadi ketua pasukan Bhayangkara (lebih tinggi 
daripada tamtama) 
   
Bukti Sejarah  Awal Majapahit Pertama : Desa Matokan, Kabuh , Jombang 
   

Dalam Pemberontakan RanggaLawe sekitar tahu 1300 M, Lembu Sora memihak kepada R 
Wijaya, dan memberi nasihat agar menolak rayuan Rangga Lawe  untuk melorot 
Nambi dari kedudukannya sebagai patih amangkubumi, jabatan tertinggi dibawah 
raja. Nambi, Mahisa Anabrang dan Lembu Sora merupakan lawan politik Rangga 
Lawe, dalam pertempuran Rangga Lawe dengan Mahisa Anabrang di tepi sungai 
Tambak Beras, wilayah Kabupaten Jombang, yang dimenangkan oleh Mahisa Anabrang. 
Lembu Sora serta merta menusuk Mahisa Anabrang dari belakang sehingga menemui 
ajalnya. Jadi di sungai Tambak Beras yang meninggal dua orang yaitu Rangga Lawe 
dan Mahisa Anabrang. Pada umumnya perselisihan dalam Keraton Majapahit 
diselesaikan diluar area yang
 dekat dengan keraton jika Raja setuju atas sebuah keputusan mengenai 
perselisihan internal diantara petinggi-petingginy a, kecuali Pemberontakan 
Lumajang karena berkenaan dengan Arya Wiraraja. Jadi tidak salah bahwa 
Majapahit awal adalah dekat dusun Njeladri, desa Karangpakis, Kabuh.Jombang. 
   

Tahun 1292 M, negara Majapahit hanya merupakan sebuah desa di sebelah timur 
sungai Brantas, yang dibangun dengan pembukaan hutan Tarik. Para penduduknya 
hanya orang Madura yang dikirim oleh adipati Arya Wiraraja untuk menebang Hutan 
Tarik. Hutan Tarik adalah tanah yang yang tandus yang sukar air dan banyak 
ilalang. Inilah ciri-ciri Majapahit Awal yang dibangun R Wijaya. Desa ini 
sebenarnya adalah desa Matokan, Kabuh, Jombang. Ketika orang Madura lapar 
setelah menebang pohon, mereka mencari buah-buahan. Setelah buah itu dimakan 
rasanya pahit sekali, mereka dari orang Madura itu yang tidak suka melepehnya 
dan yang makan terus akhirnya mabuk. Buah itu bernama Maja yang banyak tumbuh 
di sekitar sungai Brantas. Lihat Ucapan Imam Ali bin Abuthalib dalam Nahjul 
Balaghah : dunia itu adalah sebuah yang rasanya pahit, semakin dimakan semakin 
memabukkan 
   

Pesan Arya Wiraraja kepada R Wijaya:: Hendaklah R Wijaya menunduk kepada 
Jayakatwang dan meminta tanah Tarik yang tandus sukar air, dimana ada orang 
Madura berumah tangga membentuk perkampungan.(lihat Buku Gajah Mada, karangan 
Prof.Moh.Yamin, hal 20, penerbit Balai Pustaka, 1993)
  
 video jejak petilasan gajah mada bisa dilihat di www.indonesianvilla ge.com




        Get your preferred Email name!  

Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke