okelah, semoga saja tanjung lesung tidak menjadi negeri tersendiri bagi warga
internasional. sebab, seperti sangata di kaltim, sebagian kotanya menjadi
bagian dari sebuah kehidupan di mana warga tidak bisa memasuki wilayah yang
menjadi tata ruang para ekspatriat perusahaan minyak dan pertambangan.
hhd.
--- On Wed, 10/15/08, hilmi ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hilmi ahmad <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [WongBanten] Tanjung Lesung Akan Jadi Venezia Indonesia
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 6:29 PM
weisss..tanjung lesung mau dijadikan second home bagi warga kelas
dunia heehehe, sok diantos bae realisasina
http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 10/16/06062112/ Tanjung.Lesung.
Akan.Jadi. Venezia.Indonesi a.
KOMPAS/R ADHI KUSUMAPUTRA
CAMAR TERBANG MELAYANG. Puluhan burung camar terbang melayang di atas perairan
Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, saat Sang Surya baru terbit. Burung-burung
ini mendekati perahu nelayan, yang berisi ikan, hasil tangkapan dari jejaring
di bagang (jermal).
/
Kamis, 16 Oktober 2008 | 06:06 WIB
JAKARTA, KAMIS - Kawasan Tanjung Lesung di Banten akan dikembangkan lebih
serius menjadi kawasan resor terpadu berkonsep kota air. Properti di kawasan
itu juga ditujukan bagi pasar warga dunia. Pengembangan itu menandai upaya
meretas potensi wisata kreatif di Indonesia yang belum digarap serius.
Hal tersebut terungkap dalam penandatanganan kerja sama investasi pengembangan
Tanjung Lesung antara PT Banten West Jaya Tourism Development dengan Tham
Development Pty Ltd (Brisbane, Australia), Success Resources Pte Ltd
(Singapore) dan PT Tung Desem Waringin Resources, Rabu (15/10). Penandatanganan
itu juga dihadiri pihak Jababeka Group yang juga berminat bergabung dalam
proyek tersebut.
Direktur Tham Development Oliver Tham mengatakan, berdasarkan rencana induk,
kawasan yang akan digarap itu seluas sekitar 1.250 hektar. Di kawasan itu akan
dibangun beragam properti seperti resor hotel, vila, kondominium, tempat ibadah
seperti masjid, klub memancing, dan lapangan golf. Kawasan itu tak sekadar
dirancang berhadapan dengan laut lepas, tetapi juga akan diwarnai dengan
kanal-kanal seperti Venezia di Italia.
”Ini nantinya seperti memindahkan kota air Venezia ke Indonesia,” kata Tham.
Lima miliar dollar AS
Arsitek utama yang terlibat dalam proyek ini adalah Desmond Brook, yang banyak
merancang bangunan kelas dunia seperti Hotel Versace di Australia dan Four
Seasons Garden City di Guangzhou, China. Megaproyek tersebut diprediksi akan
membutuhkan investasi minimal sebesar lima miliar dollar AS.
”Kami membuka kesempatan bagi investor dari dalam dan luar negeri untuk
bergabung. Sejauh ini, sejumlah investor dari Timur Tengah sudah berminat,”
tambah Tham.
Tham menambahkan, ambisinya, properti di kawasan ini akan dipasarkan bagi warga
dunia sebagai alternatif investasi properti. Ambisi ini berangkat dari
pengalaman Dubai yang kini favorit menjadi hunian kedua bagi warga dunia. Kota
resor Tanjung Lesung ditargetkan juga menjadi hunian alternatif bagi warga
mancanegara yang ingin menikmati masa pensiunnya.
”Indonesia memiliki potensi wisata yang luar biasa, tinggal bagaimana kita
kreatif mengemasnya,” tambah Tham.
Peluang Indonesia
Tung Dasem menjelaskan, meski kondisi perekonomian dunia tengah melesu, justru
waktunya bagi Indonesia untuk merebut pasar. Menurut Tung, saat ini banyak
orang di sejumlah negara mencari lokasi bermukim kedua, yang tak hanya
berkualitas namun juga terjangkau. Terlebih, biaya hidup di Indonesia saat ini
masih dianggap murah.
”Malaysia kini mulai mengklaim dirinya dengan slogan Malaysia, my second home
dalam memasarkan propertinya bagi warga dunia. Kenapa kita tidak mengklaim
Indonesia is my favorite home,” kata Tung Dasem.
Sementara itu, Presiden Direktur Jababeka Group SD Darmono mengatakan,
pemerintah diharapkan juga dapat turut mendukung rencana tersebut dengan
berkontribusi dalam membenahi infrastruktur di Banten.
Tung meyakini, selain merupakan cara kreatif dalam menggarap potensi wisata,
pengembangan kawasan ini juga merupakan usaha kreatif dalam menyedot dana ke
sektor riil.
Menurut Darmono, secara alami, Tanjung Lesung merupakan kawasan wisata yang
sangat menjanjikan. Sekitar 60 km dari kawasan itu ada Gunung Krakatau, yang
tersohor di dunia. Sayangnya, potensi wisata itu sejauh ini belum dikemas
maksimal dalam narasi besar yang mendatangkan manfaat lebih luas.