membaca berita lalu NGELAMUN: kalo partai-partai itu bikin unit mobil
kesehatan, mereka bisa bikin, setiap partai 500 unit, 10 partai 5000 unit;
partai lainnya bikin perpustakaan mobil biar bisa masuk ke semua desa dan ada
juga perpustakaan dan unit kesehatan perahu motor; lainnya lagi bikin bank
syariah; yang lainnya bikin akademi atau politenik di setiap kecamatan.
(NGELAMUN, OOM, NGELAMUN. tapi saya NGGAK SONNAM BULISME, lhooooo!)
nampaknya para caleg dan elite partai lebih senang nampang dengan narsismenya
itu melalui iklan politik, yang setiap partai menghabiskan 200 miliar hanya
untuk sosialisasi. dan itu membuktikan bahwa elite partai dan caleg tidak
memiliki dan niatan untuk turba dan dialog dengan warga. jenis kebebalan sosial.
halim hd.
--- On Tue, 11/4/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Iklan Politik Tumbuh Pesat
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, November 4, 2008, 12:54 PM
http://kompas. com/index. php/read/ xml/2008/ 11/05/0017559/
iklan.politik. tumbuh.pesat.
SURABAYA, RABU - Di saat krisis keuangan global mengguncang,
permintaan iklan bisnis berkurang. Namun demikian, pengusaha iklan
mendapatkan angin cerah dengan pertumbuhan pesat iklan politik
mencapai 30 persen.
Sejak krisis keuangan dunia terjadi, beberapa perusahaan hanya
memberikan alokasi dana promosi kepada produk bisnis primer atau
unggulan. Sedangkan dana promosi untuk produk bisnis sekunder
dikurangi atau bahkan dihilangkan.
Namun demikian, pengurangan alokasi iklan tersebut tak memengaruhi
kelesuan usaha periklanan. Tingginya permintaan iklan politik baik
berupa pencitraan tokoh politik, sosialisasi partai politik, hingga
kampanye partai politik mendongkrak pertumbuhan positif
perusahaan-perusaha an iklan.
Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Jawa Timur,
Mufid Wahyudi, Selasa (4/11) di Surabaya mengatakan, pada tahun 2007
pertumbuhan bisnis periklanan di Jawa Timur mencapai Rp 200 miliar.
Tahun ini, iklan politik memberikan kontribusi pemasukan hingga 30 persen.
"Dalam setahun terakhir, partai politik semakin sadar pentingya
promosi. Karena itu, partai-partai politik besar bahkan rela
mengeluarkan dana hingga ratusan juta untuk mengkampanyekan program
atau calon mereka," ucapnya.
Menurut Mufid, tiap partai politik besar rata-rata menghabiskan dana
hingga Rp 200 miliar untuk mensosialiasikan diri mereka pada publik
melalui iklan. Dana tersebut direalisasikan melalui berbagai macam
bentuk iklan, antara lain televisi, radio, koran, dan baliho.
"Alokasi dana terbesar mengalir di tingkat pusat (Jakarta) namun
pengusaha periklanan di daerah tetap mendapatkan imbas karena partai
politik rata-rata membutuhkan sosialisasi hingga pelosok," kata Mufid.
Hingga awal November, empat partai besar yaitu Gerindra, Partai Amanat
Nasional, Golongan Karya, dan Hanura telah melakukan kontrak pemesanan
iklan kepada PPPI. Sedangkan kontrak PDIP dipastikan menyusul dalam
waktu dekat.
Secara terpisah Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh
mengatakan, menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang, pemerintah
akan membuat aturan detil tentang berbagai macam bentuk iklan politik
atau kampanye. Peraturan tersebut akan ditetapkan pada Januari 2009.
"Dunia sudah berubah, karena itu berbagai macam bentuk kampanye bisa
dibuat. Salah satu iklan politik atau kampanye yang akan diatur adalah
kampanye melalui pesan singkat di telepon genggam," kata Nuh.
ABK
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network