Sikap Obama Dalam Masalah Terkini
By Republika Contributor
Kamis, 06 November 2008 pukul 08:55:00
JAKARTA--Calon dari Partai Demokrat Barack Obama mencetak sejarah saat menang
dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat untuk menjadi
presiden pertama keturunan Afrika-Amerika dalam sejarah negara itu.
Kantor berita AP mencatat Obama menjanjikan beberapa hal terkait masalah
terkini dalam kampanyenya.
Dalam soal Afganistan, Obama menjanjikan memindahkan lebih dari 7.000 tentara
dari Irak untuk memperkuat sekitar 32.000 tentaranya di sana. Dia juga
menjanjikan serangan tunggal pada sasaran utama teroris di Pakistan, asal
terungkap keberadaannya dan "jika Pakistan tidak mampu atau tak mau bertindak
atas mereka".
Pada masalah Kuba, presiden ke-44 Amerika Serikat itu berjanji mencabut
larangan perjalanan keluarga dan pengiriman uang oleh warga Amerika Serikat
keturunan Kuba ke kampung halaman mereka. Dia juga siap bertemu dengan pemimpin
Kuba Raul Castro tanpa syarat, serta mengurangi embargo perdagangan jika Havana
"mulai membuka Kuba pada demokrasi".
Terhadap isu hukuman mati, politisi berusia 47 tahun itu mendukung hukuman
tersebut, asalkan diberikan untuk kejahatan yang bisa "diberi hukuman apa pun
oleh masyarakat". Di Illinois, Obama juga menyetujui undang-undang, yang
mewajibkan rekaman video interogasi dan pemeriksaan pengakuan dalam perkara
dengan tuntutan hukuman mati serta melakukan perubahan dalam sistem, yang
dianggap korup.
Pada persoalan pendidikan, presiden yang mewakili kelompok etnik minoritas
Amerika-Afrika tersebut menjanjikan paket 18 miliar dolar Amerika Serikat untuk
pendidikan pra-taman kanak-kanak bagi seluruh warga. Dia juga menjanjikan
kenaikan gaji guru dikaitkan dengan hasil ujian, memperbaiki undang-undang
Pendidikan untuk Semua Anak (NCLB), yang bisa mengukur prestasi anak, serta
mengembangkan subyek tertentu, seperti, musik atau seni. Selain itu, perangsang
uang kuliah hingga 4.000 dolar Amerika Serikat bagi mahasiswa bekerja amal
hingga 100 jam setiap tahun juga disediakan.
Sebagian dana untuk memenuhi janji tersebut akan diperoleh Obama dengan cara
mencabut pasal potongan pajak perusahaan untuk pembayaran gaji CEO serta
menunda seluruh misi NASA.
Terkait permasalahan energi dan pemanasan global, Obama --yang pernah tinggal
di Indonesia beberapa tahun-- menjanjikan paket 150 miliar dolar Amerika
Serikat dalam 10 tahun untuk pengembangan bahan bakar nabati, tenaga matahari,
hibrida, teknologi batubara bersih dan teknologi lain ramah lingkungan. Dia
mewajibkan pengurangan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lain sekitar 80
persen dari tingkat tahun 1990 pada 2050 dengan memanfaatkan sistem perdagangan
berbasis pasar, yang akan membuat energi mahal.
Pada hal sama, dia juga akan membatasi pengeboran minyak dan gas lepas pantai
dan mengusulkan pajak "windfall profit" pada perusahaan minyak besar hingga
1.000 dolar Amerika Serikat. Obama juga akan mengeluarkan kebijakan mewajibkan
penggunaan etanol hingga 60 juta galon setahun dan penggunaan 25 persen energi
terbarukan, seperti, angin, sinar matahari, dan biomass. Potongan pajak hingga
7.000 dolar Amerika Serikat untuk pembelian mobil ramah lingkungan diharapkan
dapat menambah kendaraan hibrida hingga satu juta mobil pada 2015.
Untuk menyelesaikan kemelut keuangan, Obama menjanjikan potongan pajak 3.000
dolar Amerika Serikat selama dua tahun bagi dunia industri atas setiap lapangan
kerja baru dan memungkinkan penarikan 15 persen dana pensiun hingga maksimal
10.000 dolar Amerika Serikat tanpa penalti, kecuali untuk pajak.
Selain itu, dia juga akan memperpanjang penundaan pajak bagi usaha kecil untuk
menghapus buku investasi hingga 250.000 dolar dan mempermudah pinjaman usaha
kecil senilai lima miliar dolar, sehingga nilai total proposal tersebut
mencapai 60 miliar dolar. Dia juga mewajibkan pembekuaan 90 hari pada beberapa
perkara penyitaan rumah. Lobi pada anggota Kongres atas paket penyelamatan 700
miliar dolar juga akan digencarkan.
Masih pada masalah sama, Obama akan terus memberikan tunjangan pengangguran dan
menawarkan potongan pajak 10 persen dari pembayaran bunga kredit perumahan
tahunan bagi yang kesulitan.
Atas soal pernikahan sejenis, Obama --yang akan dilantik pada 20 Januari 2009--
menentang perubahan undang-undang yang ingin mensahkannya dan menegaskan
kekuatan negara bagian dalam meresmikan pernikahan.
Pada masalah penggunaan senjata api, Obama mendukung upaya penuntutan bagi
pembuat dan penjual senjata api. Di Illinois, dia juga mendukung larangan
peredaran senjata semiotomatis dan senjata api genggam apa pun.
Untuk menyelesaikan masalah kesehatan, dia mendukung tunjangan kesehatan bagi
semua anak-anak, bukan dewasa. Dia juga mengusulkan tunjangan kesehatan bagi
seluruh pekerja, termasuk pekerja federal. Dia juga mengusulkan belanja 50
miliar dolar untuk teknologi informasi dalam lima tahun ke depan dalam rangka
mengurangi beban biaya kesehatan. Seluruh janji untuk bidang kesehatan itu
kemungkinan membebani negara 1,6 triliun dolar dalam 10 tahun.
Pada persoalan imigrasi, Obama mendukung undang-undang 2006, yang memberi
status warga negara pada imigran gelap atas syarat tertentu, seperti, kecakapan
berbahasa Inggris serta kesediaan membayar pajak dan denda.
Terhadap masalah Iran, meski pada awalnya menyatakan siap bertemu dengan
Presiden Ahmadinejad tanpa syarat, Obama kini seperti ragu. "Ahmadinejad adalah
orang yang tepat untuk ditemui sekarang" dan mengatakan diplomasi langsung
dengan pemimpin Iran akan memberi kredibilitas pada Amerika Serikat untuk
menekan pemberian sanksi internasional. Dia juga siap meningkatkan tekanan
diplomasi pada Teheran sebelum Israel memutuskan menyerang sarana nuklir Iran.
Pada isu Irak, Obama menentang penambahan pasukan dan pernah menentang
undang-undang belanja tentara pada Mei 2007. Dia mengatakan akan menarik
pasukannya di Irak dalam 16 bulan.
Tentang masalah jaminan sosial, Obama menolak menjanjikan kenaikan pajak
penghasilan bagi penduduk berpenghasilan sampai dari 250.000 dolar setahun.
Saat ini, pajak penghasilan dikenakan pada penerimaan di atas 102.000 dolar
pertahun. Namun, dia menolak kenaikan pembatasan umur bagi penerima tunjangan.
Untuk masalah pajak, Obama akan menaikkan pajak penghasilan bagi keluarga yang
menghasilkan lebih dari 250.000 dolar dan bagi pribadi dengan gaji 200.000
dolar serta menaikkan pajak perusahaan. Dia juga akan memberikan potongan pajak
80 miliar dolar bagi pekerja miskin dan orang tua, termasuk melipattigakan
potongan pajak penerimaan pekerja berpendapatan minim. Pengenaan pajak bagi
pekerja berusia lanjut dengan penghasilan di bawah 50.000 dolar juga akan
dihapuskan. Potongan bunga pinjaman perumahan bisa diberikan kepada pemilik
rumah berpendapatan kecil, yang tidak menikmati potongan bunga karena tidak
memperinci pajak mereka.
Lembaga swadaya masyarakat Tax Policy Center memperkirakan penghapusan pajak
senilai 1.118 dolar Amerika Serikat bakal diberikan kepada 20 persen pembayar
pajak menengah, yaitu dengan penghasilan antara 37.600 dolar hingga 66.400
dolar.
Sementara pada masalah perdagangan, Obama menjanjikan membuka kembali
Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) untuk memperkuat penegakan
standar perburuhan dan lingkungan. Pada 2004, dia mengusulkan penggiatan
kembali kesepakatan perdagangan yang sudah ada, bukan merevisi. ant/fif
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/