salam kang malik, sahabatku. “semangat” surat saya sesungguhnya tidak terletak pada urusan “tantang-menantang” menyangkut skandal suap di timsel kpu waktu itu. punten pami terkesan demikian. saya hanya ingin memastikan, bahwa tulisan-tulisan saya yang sejak kejadian itu gagal terus dipublikasikan di radar, semata-mata karena terjadi “perubahan selera” redaksi saja, bukan gara-gara sms itu. saya kira ini penting untuk dijelaskan radar kepada teman-teman sekaitan dengan hilangnya “fajar banten” dalam tulisan kang ibnu, yang dianggap sebagai dampak buruk dari kebijakan subyektif radar, oleh sebab fajar merupakan kompetitor. sayangnya, kang malik belum mengklarifikasi, kecuali satu hal, bahwa kang malik sudah tidak lagi ngurusin kolom itu. tapi ya sudahlah…bagaimanapun, saya pasti takkan pernah lupa, betapa radar (dah pasti juga kang malik) pernah memberi ruang yang lapang bagi kiprah kepenulisan saya. nuhun mang rebu-rebu nuhun. salam agus sutisna
________________________________ Dari: abdul malik <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Jumat, 14 November, 2008 11:45:51 Topik: Re: Bls: [WongBanten] Re: Kritik Untuk Radar Banten Kang Haji Agus yang terhormat, Mohon maaf sebelumnya. Saya tidak bermaksud untuk ikut terlibat dan menceburkan diri dalam polemik kritik mengkritik tentang Radar Banten meskipun saya berada di dalamnya. Saya juga tidak akan melakukan pembelaan terhadap Radar Banten. Saya hanya ingin menjelaskan apa yang menjadi pertimbangan saya 'mengamuk' -- seperti diistilahkan kang haji - agar tidak menjadi fitnah dan kemudian menjadi konsumsi banyak orang yang tidak tahu titik pangkal persoalan isi SMS antara kang haji dengan saya. (Awalnya saya sudah melupakan persoalan itu, dan sejujurnya sewaktu bertemu di Mahadria Rabu lalu, saya sudah bertekad merajut kembali silaturrahmi yang hangat dengan Akang. Tapi persoalan masa lalu yang seharusnya ikut hapus seiring idul fitri kemarin, ternyata diungkap dan menjadi konsumsi publik.....) Isi SMS yang dikirim kang haji membuat saya 'mengamuk' lebih karena posisi kang haji sebagai orang yang tidak mampu menerima kenyataan gagal menjadi anggota KPU Banten, sehingga isi sms itu terkesan intervensi -- meskipun boleh jadi kenyataannya tidak demikian. Maka dari situlah saya 'mengamuk' dan balik 'menantang' untuk sama-sama membongkar segala ketidakberesan dalam seleksi KPU,sebab kang haji juga berada di dalamnya dan saya kira setidaknya punya informasi serupa sebagaimana diungkap Iksan. Karena itu, sesungguhnya ada latar belakang dan alasan yang bisa saya pertanggungjawabkan mengapa saya 'mengamuk' dan balik 'menantang'. Tapi, ya sudah jika pun sampai hari ini kang haji masih mengungkit soal itu dan menyebarkannya kepada publik hingga berpotensi menjadi fitnah kepada diri saya pribadi, bagi saya tidak menjadi soal. Soal artikel, sejujurnya secara pribadi saya penyuka tulisan-tulisan kang haji karena bahasa dan isinya yang memang layak dimuat. Karena itulah, ketika saya masih menjadi penjab halaman opini, setiap artikel yang kang haji kirim, setiap itu pula saya muat, sehingga barangkala membuat nama dan rating kang haji di jagat publik menjadi kian terangkat. Tapi mohon maaf dulur. Di Radar (sekaligus memberitahukan) sejak setahun lalu saya tidak lagi memegang halaman tersebut, sehinggga tak punya kebijakan, apalagi intervensi untuk memuat tulisan-tulisan para penulis lokal termasuk tulisan bernas kang haji. Sekali lagi maafkan saya yang secara pribadi tak lagi mampu mengakomodir tulisan teman, sahabat dan saudara-saudara saya sebagaimana pernah saya lakukan dulu.... (Mohon, jika berkenan tulisan saya ini tidak ikut disebar di wong banten) --- On Thu, 11/13/08, Agus Sutisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Agus Sutisna <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Bls: [WongBanten] Re: Kritik Untuk Radar Banten To: [email protected] Cc: "doelha" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thursday, November 13, 2008, 10:41 PM saya punya "pengalaman aneh" soal tulisan opini untuk radar. berawal dari sebuah pesan pendek saya untuk kang malik, isinya saya "menantang" radar untuk membongkar skandal suap waktu proses seleksi calon anggota kpu banten yang dibuka ikhsan (akademisi untirta tea). kang malik "ngamuk", dan balik "menantang" saya. demi kecintaan saya kepada sahabatku itu, saya "menyerah". trus islah di sms. tapi sejak "tantang-menantang" itu, 2 atau 3 tulisan yang saya kirim ga pernah dimuat. lalu saya nyoba iseng, saya kirim sebuah tulisan lagi, judulnya "Menimbang Pilihan Jayabaya", pake nama penulis "Ki Ageng Kosala", dimuat. pekan berikutnya saya kirim lagi 2 tulisan, pake nama "Agus Sutisna". ga pernah muncul. dan sejak itulah, saya sangheuk ngirim tulisan ke radar. makin sangheuk lagi setelah ada "perubahan-perubaha n" yang diceritakan kang doelha....hampura kang haji malik. ga bermaksud buruksangka, sekedar cerita "pengalaman aneh" saja. ________________________________ Dari: doelha <[EMAIL PROTECTED] com> Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com Terkirim: Kamis, 13 November, 2008 23:04:06 Topik: [WongBanten] Re: Kritik Untuk Radar Banten salam, radar banten memang harus kita kritik. saya mau masuk ke persoalan kolom opini (gagaan) di radar banten. saya ingat betul masa-masa menikmati opini di radar banten. Tulisan-tulisan kritis dan polemik kerap muncul disana. Opini radar banten juga wadah bagi penulis lokal(akademisi, praktisi, jurnalis, dll) untuk menulis persoalan lokal dengan tajam. di masa itu, kolom opini radar banten berkualitas dan cukup berpengaruh. sebagai contoh polemik soal "ilmuwan grass root" atau "pks-airin" yang amat menggairahkan (please jangan dipotong airin menggairahkan ya :> ). Namun sudah beberapa bulan ini, saya lebih sering menemukan nama-nama luar banten yang menulis opini di radar banten. Persoalannya adalah apakah betul mereka mengirimkan ke radar banten untuk dimuat di radar banten? atau radar banten asal comot dari jaringan jawa pos? apakah diperbolehkan tulisan yang sudah dimuat di jawapos kemarin dimuat hari ini? Apakah ada hubungannya dengan naiknya honor jadi 75ribu rupiah? pertanyaan lain, tidak adakah penulis lokal yang mengirimkan tulisan lagi ke radar banten? hmm saya gak punya data pasti, tapi beberapa kawan yang lama menjadi penulis opini radar banten mengeluhkan sulitnya tulisannya dimuat di kolom opini di radar banten, terutama tulisan-tulisan yang kritis terhadap pemerintah daerah. hmm, saya pikir sudah dua topik kritik buat radar. mana nih orang radar, kang malik, pak wid, atau yang lain ???????? oh ya, kritik saya insyaAllah membangun kan? Salam, doelha ________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
