Radar Banten, 19 November 2008
Sejarah Tan Malaka Dibedah
SERANG - Institut Wacana bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia, LPM
Perisai Bangsa, dan Radar Banten akan membedah sosok tokoh revolusioner, Tan
Malaka, lewat diskusi bedah buku “Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusioner”,
Kamis (20/11) besok di aula Radar Banten.
Diskusi yang akan dimulai pada pukul 13.00 ini akan menghadirkan Harry A Poeze
dari Leiden, Belanda (Penulis Buku dan Direktur KITLV Leiden, Belanda), Prof Dr
Zulhasril Nasir (Guru Besar Komunikasi UI) dan Bonnie Triyana (sejarawan dan
jurnalis). “Diskusi ini terbuka dan gratis. Namun karena keterbatasan ruang,
dimohon kepada calon peserta untuk registrasi terlebih dahulu lewat SMS ke
081387430201 atau 08156173575,” terang Nandang Aradea, Direktur Institut
Wacana, Selasa (18/11).
Nandang secara singkat menyebutkan, Tan Malaka merupakan sosok yang hidup dalam
pembuangan, tanpa didampingi teman seperjuangan. Beberapa kali dia harus
meringkuk di penjara negara imperialis saat berada di Filipina dan Hongkong,
serta selama dua setengah tahun dipenjarakan tanpa pengadilan oleh pemerintah
republik yang ia cita-citakan pembentukannya.
Tan Malaka diangkat jadi Pahlawan Nasional oleh Soekarno. Tapi kemudian
kepahlawanannya ditutupi rezim Soeharto dan kemudian namanya kini mulai
direhabilitasi pemerintah kembali. “Diskusi ini untuk mengetahui siapa Tan
Malaka, ide-idenya, dan bagaimana konstelasi politik Indonesia ketika Tan
Malaka berhadapan dengan Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Amir Sjafroeddin?,”
ungkapnya. (fau)
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/