SMS dari Gola Gong "Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan, saya 
meraih kategori pendidikan XL Indonesia Berprestasi Award 2008 di 
grand Indonesia, bunderan HI. Award ini buat kita semua, khususnya 
Banten yang mesti terbebas dari belenggu otot dan kekerasan. Asah 
penamu, simpan golokmu, kata Toto. Kata Sujiwo Tejo, semoga sekarang 
Banten lewat Rumah Dunia tidak dikenal sebagai sarang teroris. 
Selamat buat relawan Rumah Dunia. Ini hasil jerih payah kalian. Saya 
pulang bawa sekarung uang untuk Ode Kampung neh hehehe terimakasih 
buat rekan-rekan yang selalu mensupport moril dan materil. Sampai 
jumpa di temu komunitas lietrasi se-Nusantara di Ruah Dunia, 5-7 
Desember. Mari kita dukung gerakan literasi lokal. Tetap semangat. 
Gola Gong"



Di tengah kesibukan para relawan Rumah Dunia dalam menyiapkan 
kegiatan Ode Kampung III: Temu Komunitas Literasi se-Indonesia, 
mereka diberi sebuah kado yang sangat istimewa. Gola Gong, pendiri 
sekaligus penasehat Rumah Dunia mendapatkan penghargaan dalam 
kategori Pendidikan dari XL Indonesia Berprestasi Award 2008. Gola 
Gong menyisihkan lebih dari 900 orang yang diseleksi secara 
ketat. "Award ini buat kita semua, khususnya Banten yang mesti 
terbebas dari belenggu otot dan kekerasan" imbuhnya penuh bahagia. 
Ditanya mengenai hadiah yang diperoleh, Gola Gong 
menjelaskan, "Hadiahnya 25 Juta. 10 juta buat nambah Ode Kampung, 
selebihnya lagi buat berobat." Pengapuran yang dideritanya memang 
cukup membuatnya harus membagi waktu antara aktivitas dan 
penyembuhannya.
Semenjak 2002, Gola Gong yang dikenal juga sebagai penulis novel ini 
terus bergiat untuk membudayakan minat baca. Semua koleksi bukunya 
dikeluarkan dengan harapan agar masyarakat di lingkungannya bisa 
mengakses bahan bacaan. " Gola Gong cukup konsisten dengan cita-
citanya. Wajar kalau pada akhirnya Rumah Dunia menjadi semacam 
madrasah kebudayaan, menjadi wadah anak muda untuk berekspresi di 
dunia literasi. Selain itu, semangat Gola Gong yang menggebu penting 
untuk ditiru." Ungkap Firman Venayaksa, dosen Untirta yang semenjak 
2006 diamanahi menjadi Presiden rumah Dunia. Sementara itu di tempat 
terpisah, Sujiwo Tejo, cukup mengapresiasi hasil jerih payang yang 
didapat Gola Gong. "Semoga sekarang Banten lewat Rumah Dunia tidak 
dikenal sebagai sarang teroris".imbuhnya.
Program Indonesia Berprestasi Award ini merupakan salah satu 
rangkaian dari program besar Indonesia Berprestasi yang sudah 
dijalankan XL sejak awal 2007. Program Indonesia Berprestasi adalah 
salah satu program kepedulian XL untuk membantu menanggulangi 
berbagai persoalan sosial yang dihadapi rakyat, terutama pendidikan. 
Dalam jangka panjang, program ini adalah bertujuan mengantar warga 
Indonesia untuk bisa bersaing di tingkat dunia dan dimaksudkan untuk 
dapat menciptakan pemimpin-pemimpin yang lebih baik di masa 
mendatang. Juri untuk program IBA 2008 adalah DR. Ninok Leksono, 
Redaktur Senior, Dian Siswarini, Direktur Network XL, Prof Dr. Umar 
Anggoro Jenie, Ketua LIPI, DR. Imam Prasodjo, Ketua Yayasan Nurani 
Dunia, Adrie Subono, Direktur Java Musikindo dan Artika Sari Devi, 
Putri Indonesia tahun 2004

Persiapan Ode Kampung III
Sekitar dua minggu lagi, Ode Kampung III akan segera digelar. Para 
relawan kian fokus untuk menggarap berbagai hal. "Lab komputer udah 
beres. Perpustakaan sedang dirapikan. WC sudah ditambah, dananya 
dari Yayasan Tunas Cendikia. Semoga pada waktunya nanti para peserta 
bisa nyaman mengikuti kegiatan," ungkap Muhzen Den yang diamanahi 
sebagai koordinator fasilitas. Selain itu Rumah Dunia juga sedang 
menyiapkan sarana internet (Wi-Fi) agar para peserta yang bawa 
laptop bisa langsung on-line. "Hal ini juga bisa membantu wartawan 
yang mau kirim berita" tambahnya. Rumah Dunia memang sedang terus 
memperbaiki fasilitas. Jika hal ini terwujud, semua orang bisa 
mengakses internet secara gratis. "tapi kalau ada orang yang mau 
nyumbang bayar internet, kita siapkan aja kotak amal kayak di 
mesjid," lanjut Muhzen sambil tersenyum. Mengenai peserta, hingga 
saat ini sudah mencapai 150 orang dari berbagai daerah. Jika berkaca 
pada Ode Kampung sebelumnya, biasanya peserta yang daftar akan lebih 
banyak menjelang hari H. Panitia menargetkan sekitar 200-300 orang 
yang nantinya menginap di rumah warga sekitar Rumah Dunia. Sedangkan 
untuk pembicara, hampir 90 persen bersedia hadir. Sayangnya Dr. Imam 
Prasodjo tak bisa hadir, "ada agenda yang tak bisa dicancel" jawab 
Ariful Amir, salah seorang penggerak Yayasan Nurani Dunia. Sementara 
itu Dik Doank, pendiri Komunitas "Kandang Jurang" yang lebih dikenal 
sebagai selebritis ini menjanjikan akan datang.***

Kirim email ke