Bung Lawang, doa tsb adalah agar kita terhindar dari hutang. Tapi kebanyakan
manusia di negeri entah berantah rajin ngutang, giliran bayar susah (gak ada
komitmen untuk bayar) sementara waktu dia rajin melantukan do'a tsb setiap
ba'da shalat fardu. Kira-kira kumaha jelema model kieu.
Ok Bung Lawang, saya menyukai tulisan model apapun, asalkan tidak bertentangan
dengan Rambu-Rambu Lalu Lintas, ntar kena tilang ............
OOOOOOOOY...INI NAMANYA MILIS WONG BANTEN. KEREN YAAAAAAAA............
________________________________
Dari: Lawang bagja <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Kamis, 20 November, 2008 09:19:30
Topik: [WongBanten] economy alternatif; Ghalabati Al-Dain : Pangkal Dari Krisis
Finansial Dunia Saat Ini
just FYI dari mas Iqbal, melengkapi bacaan hari ini. ndak suka yaa...didelet,
gitu aja kok repot
Howgh!
Ghalabati Al-Dain : Pangkal Dari Krisis Finansial Dunia Saat Ini…
Salah satu doa yang ma’tsur atau dicontohkan untuk kita baca setiap hari pagi
dan petang adalah berlindung diri dari Ghalabati Al-Dain atau hutang yang
melilit.
Selama ini saya kurang menghayati makna dari do’a ini, namun karena ini
dianjurkan oleh Rasullullah SAW , ya sering-sering saja saya baca.
Dimasa krisis financial global ini, ternyata do’a inilah yang mestinya sangat
relevan untuk kita baca rame-rame setiap hari oleh seluruh elemen bangsa ini –
sampai kita bener-bener menjiwai.
Lebih dari itu setelah kita menjiwai, ini juga harus mewarnai segala tindak
tanduk kita dalam menjalankan kehidupan kita sendiri maupun – yang jadi
pemimpin – ya menjalankan negara ini.
Kita tahu pangkal dari segala krisis ini adalah gaya hidup ngutang, yang
dilakukan individu secara rame-rame maupun yang dilakukan oleh pemerintah. Kita
telah keliru mengambil contoh!.
Ekonomi bangsa ini, gaya hidup bangsa ini mencontoh ekonomi barat khususnya
Amerika yang sebenarnya sama sekali tidak bisa kita contoh.
Dalam hal gaya hidup ngutang yang dilakukan oleh pemerintah misalnya;
Pemerintahan Amerika bulan ini mengajukan ijin ke Konggres untuk menaikkan
batas atas hutang negaranya.. Dengan batas atas yang baru ini hutang Amerika
akan mencapai US$ 9.8 trillion. Hal ini berarti setiap wara negara AS dari yang
tua sampai yang baru lahir langsung punya hutang sekitar US$ 33,000 atau
sekitar Rp 396,000,000, - !.
Kita ‘beruntung’ jadi WNI; negara kita konon ‘hanya’ punya hutang Rp 1,320
trilyun. Atau kalau dibagi rata kepada seluruh warga negara yang tua maupun
yang baru lahir ; masing-masing kita kebagian sekitar Rp 5,280,000 atau US$
440. (Untuk rekan-rekan wartawan jangan quote angka ini ya, saya nggak terlalu
yakin karena sulitnya cari data yang pasti di Indonesia).
Yang mengerikan sebenarnya bukan ukuran dari hutang tersebut, melainkan trend
kenaikannya. Karena AS sebagai gurunya juga terus menerus manambah hutang –
nilai hutang mereka ‘baru’ mencapai US$ 8.0 trilyun tiga tahun lalu; demikian
pula Indonesia, pada saat yang sama tiga tahun lalu hutang kita ‘baru’ Rp 1,282
trilyun.
Inilah musibah itu; lilitan hutang diatas hutang yang membuat seluruh dunia
kalang kabut didera krisis finansial yang seperti sumur tanpa dasar - belum
kelihatan ujungnya sampai saat ini.
Dalam dunia finansial; ada dua jenis hutang yaitu yang disebut Self-Liquidating
Debt saya sebut saja SLD dan yang satunya tentu sebaliknya yaitu
Non-Self-Liquidatin g-Debt atau N-SLD.
SLD adalah hutang yang produktif yang bisa membayar dirinya sendiri. Contoh
kita berhutang 100 untuk kegiatan produksi barang atau jasa yang hasilnya bisa
kita jual 130. Dari penjualan ini, 10 kita pakai untuk biaya, 20 kita bagi
50%-nya ke pemberi hutang. Kita bisa berproduksi dan pemberi hutang juga
mendapatkan hasil dari dananya. Hutang semacam ini banyak-banyak tidak masalah
karena akan mendorong produktifitas.
Sebaliknya N-SLD adalah hutang yang tidak bisa membayar dirinya sendiri. Contoh
pegawai dengan penghasilan Rp 10 juta/bulan mengambil kredit Kijang baru dengan
cicilan Rp 5 juta/bulan. Maka setiap bulan dia akan kesulitan mencicilnya
karena penghasilannya nggak cukup; untuk menutupi ketidak cukupannya dia
berbelanja bulanan dengan credit card. Maka menumpuklah hutang tersebut dari
waktu ke waktu semakin besar. Inilah Ghalabati Al-Dain itu …yang kita diajarkan
untuk berlindung terhadapnya.
Negara juga demikian; mereka berhutang bukan hanya untuk kegiatan produktif
tetapi lebih banyak untuk kegiatan konsumtif. Di Amerika kegiatan konsumtif
yang sangat besar adalah untuk membiayai perang Irak dan aksi-aksi yang tidak
membawa manfaat bagi penduduk mereka sendiri seperti kegiatan mereka di
Afganistan dslb.
Di negeri seperti Indonesia, hutang-hutang kita tersebut dipakai untuk nambal
APBN, untuk ‘hidup sehari-hari’- nya negeri ini.
Jadi negeri-negeri seperti Amerika, Indonesia dan seluruh negara di dunia saat
ini – sama dengan rakyatnya – hidup rutinnya ditambal dari kartu kredit. Ketika
beban kartu kredit terus membengkak – maka bangkrutlah negera-negara tersebut.
Untuk sementara kebangkrutan ini tidak nampak karena berbeda dengan individu,
negara bisa mencetak uang. Anak cucu kitalah nantinya yang harus membayari
kartu-kartu kredit yang dipakai negara-negara ini sampai sekian generasi yang
akan datang.
Mari sekarang kita rajin-rajinlah lafadzkan do’a pelepas hutang ini…
Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal khazan, wa a’udzubika minal ‘adzji
wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabati
al-daini wa khohri al rijaal.
“Ya Allah saya bersungguh-sungguh berlindung kepadaMu dari rasa susah dan
sedih, dan aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, dan aku
berlindung kepadamu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadamu
dari lilitan hutang dan tekanan orang lain.”
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/