maklumlah, idenya mengalir begitu saja. jadi jari jemari ngikutin apa yang otak 
utarakan tanpa ada koreksi kembali, ya blok sendiri
makacih om Ricaf atas koreksinya




________________________________
Dari: Risyaf Ristiawan <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 24 November, 2008 13:03:09
Topik: Bls: [WongBanten] Jangan mudah terprovokasi


judul ama isinya kurang maching bos




________________________________
Dari: Sp Saprudin <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Terkirim: Senin, 24 November, 2008 11:15:36
Topik: [WongBanten] Jangan mudah terprovokasi


JANGAN MUDAH TERPROVOKASI
Ditulis oleh : SPS 
 
Kata Ajot : Sing ati-ati lan waspada. Kita sering terjebak oleh pemahan salah 
kaprah (keliru) dalam beragama bahwa keberagamaan hanya dicukupkan pada 
bentuk-bentuk ibadah formal ritual – melakukan shalat, puasa, haji, dizkir 
sepanjang malam dan ritual-ritual lainnya. Kita sering melupakan penghayatan 
maknanya dan memetik nilai-nilai esensinya. Corak pemahaman parsial model itu 
adalah Islam yang mudah dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk 
kepentingan2an tertentu.  
Sebab orang-orang diluar Islam - yang anti Islam - yang benci Islam akan 
senantiasa memberikan propaganda, provokasi agar umat Islam terjebak dengan 
isu-isu temporer, yang akibatnya isu-isu yang abadi yakni berupa pembinaan 
aqidah dan pemahaman agama kepada ummat akan keutuhan Islam tidak tersentuh 
sama sekali. Pada akhirnya kita saksikan dimana-mana telah banyak kerusakan 
harta benda maupun darah yang dilakukan oleh sebagian kelompok orang yang 
mengatasnamakan agama akibat sikap figuritas.. Seseorang menolak kebenaran 
hanya karena kebenaran itu bukan disampaikan oleh orang yang mereka figurkan. 
Menerima segala apa yang disampaikan oleh orang yang menjadi figurnya, 
betapapun telah nyata salah kaprah menurut standar AL-QUR’AN dan SUNNAH.
 
Beragama yang benar adalah jika seseorang dapat melaksanakan kebajikan secara 
seimbang antara “hablu minallah dan hablu nunannas”. Kebajikan yang seimbang 
adalah sebagaimana yang digambarkan oleh Alquran: “Bukanlah menghadapkan 
wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya 
kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, 
kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, 
anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan 
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan 
shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia 
berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam 
peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah 
orang-orang yang bertaqwa. (QS Al Baqarah: 177).
 
Islam mengajarkan ketaatan dan kepatuhan, namun melarang sikap membebek, 
memerintahkan kesetiaan namun melarang kultus individu, mewajibkan penghormatan 
terhadap orang yang layak mendapatkannya namun mencela figuritas. Berjuang 
karena figur, bukan keikhlasan. Pada waktu bersamaan, pembelaanterhadap 
Islammelemah. Islam memerintahkan agar kita taat kepada Rasulullah saw. Pada 
waktubersamaan Allah juga memerintahkan, agar pengorbanan dan perjungan 
dilakukan karena Allah SWT, bukan karena Rasulullah saw. Ini ditegaskan dalam 
Al-Quran, "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah 
berlalu sebelumnya rasul-rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh kalianakan 
berbalik ke belakang (murtad)." (Ali Imaran 144).

Ayat  tsb diatas pernahdibacakanSyaidinaAbu Bakar Ash-Shiddiq ketika menghadapi 
Syaidina UmarBin Khattab ketikawafatnya Rasulullah SAW, dia tidak percaya bahwa 
Rasulallah Saw telah meninggalsehinggamengatakan, "Barang siapa yang mengatakan 
Muhammad telah meninggal akan saya penggal lehernya." Itu semua menegaskan 
kepada kita bahwa dalam beramal, berkorban dan berjuang, hanya Allah yang 
menjadi tujuan. Jika Allah SWT mengecam orang yang berjuang berjihad dan 
ber-Islam karena Rasulullah SAW, maka lebih buruk lagi orang yang berjuang 
mengatasnamakan agama karena atas figuritas seseorang bukan loyalitas kepada 
kebenaranagama.
 
Selanjutnya Kata Ajot : menukil hadits yang diposting oleh Pak Fuad 
Hasyim,“Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang 
mungkar kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah-lembut dalam menyuruh dan 
dalam melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap 
apa yang harus dilarang. (HR. Ad-Dailami). Kalau boleh saya memaknai hadits tsb 
adalah bahwa dakwah mengajak orang untuk amarma’ruf nahi munkar seharusnya 
mengarahkan orang pada sikap tawadhu' (rendah hati).Apabila seorang mubalig, 
ustadz, da'i dari awal merasa paling hebat dan dakwahnyapalingbenar, bukan 
sikap tawadhu' yang akan tumbuh. Boleh jadi yang subur adalah sikap sombong dan 
takabbur serta memandang orang lain lain tidak ada artinya. Perasaan selalu 
nomor satu adalah penyakit yang ditularkan iblis. Iblismerasa hebat dengan 
sesuatu yang sebetulnya bukan parameter kehebatan. "Aku lebih darinya (Adam). 
Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan
 dia dari tanah," ujar iblis saat Allah berttanya tentang alasannya tidak mau 
sujud kepada Adam.  Hal yang juga sering muncul adalah klaim kebenaran mutlak 
untuk diri dan kelompok sendiri serta kesalahan mutlak untuk orang lain. 
 
Wallahualam.

________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain! 
________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.  


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke