Kang Halim, Kalau boleh saya nambahin info mengani Sate Bandeng, sekitar 2 tahun kebelakang saya pernah meng-karyakan istri di rumah utk membuat sate Bandeng ala banten utk sekedar dijadikan aktivitas rumahan (padahal istri saya bukan orang Banten), tapi alhamdulillah setelah melalui pengenalan ke beberapa teman (utk mencicipi) ternyata lumayan banyak yg tertarik dan akhirnya pesen...baik dari tetangga warga komplek perum maupun teman-teman di tempat kerja.
Nah, karena lumayan banyaknya peminat maka istri saya keteter dalam proses pembuatannya karena memang agak ribed ya, kami kebetulan tinggal di daerah perum Cikarang Baru / Bekasi, dan utk mendapatkan ukuran Bandeng yg standard agak sulit, selalu berubah kadang besar, kecil, sedang....tdk stabil...akhirnya kami berhentikan dulu sebagai produsen Sate bandeng...... Kadang beberapa ada yg masih penasaran pengen dibuatin sate bandeng.....kayaknya suatu peluang juga nih... Salam Sate bandeng. Hilman. ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of halim hd Sent: Wednesday, December 17, 2008 1:59 AM To: [email protected] Subject: Re: [WongBanten] usul khasanah wong banten. sate bandeng, untuk 1-2 haari dalam pejalanan memang bisa. tapi dibuat di suatu tempat bukan wi;layah bandeng, rada repot. namun rekan kita di qatar sudah mencobanya. sangat menarik. untuk nasi sumsum, saya rasa tidk soal. di sana banyak sapi atau kerbau afrika. dan daun pisang ada, juga beras yang berkualitas. tinggal sekarang kang mukoddas dan pihak yang berkaitan melanjutkannya. hhd. --- On Tue, 12/16/08, rahmatullah rahmatullah <[email protected]> wrote: From: rahmatullah rahmatullah <[email protected]> Subject: Re: [WongBanten] usul khasanah wong banten. To: [email protected] Date: Tuesday, December 16, 2008, 10:33 AM Assalamualaikum rekan2 WongBanten, Topik ini tertarik,terkesan sekali dan pas buat saya telah diingatkan kembali,sebelumnya saya juga berpikir itu juga terutama salam buat Kang Mukoddas. Begini ........ Saya kebetulan punya idee dan pikiran demikian mengembangkan kuliner khas banten,berhubung saya nguli di luar sana tepatnya di Qatar,pada saat bulan kemarin Oktober itu kami skeluarga cuti kemudian kami sengaja membawa oeh2 khas Banten yang juga ada niat saya untuk mengembangkan usaha2 kecil2an di antara rekan2 yang ada di Qatar yakni SATE BANDENG,alhamdulill ah pada suka kebetulan say cuma sedikit bawa perdana 20 biji kemudian mereka pada mesen insya Allah kalau cuti tahun depan rencana bawa 100 biji lebih. Kang Mukoddas,SATE BANDENG itu saya pesen kemarin dari saudaranya H.Romlan Kelapa Dua dan saya telah pesan lagi nanti cuti insya Allah 100 lebih sambil memperkenalkan keanekaragaman makanan khas Serang,banten. Suatu inspirasi yang bagus tuk Kang Halim salam sekeluarga aja,saya bangga dan terkesan usulan itu terbukti dan kami telah memperaktekannya dan menjadi terinsprasi lagi dan semangat tuk memperjuangkan dan mempertahankan sekaligus kalo bisa ada hak paten tuk si ''Pembikin Makanan dan Masakan Khas Serang -Banten''. Ynag kedua,Masalah ''Nasi Sumsum'' saya juga kebetulan telah memprkenalkan makanan ini kepada rekan2 di Qatar,cuma sebatas memperkenalkannya dan mereka penasaran ddan pengen tahu.Ada beberapa rekan2 juga yang tahu saat dia kerja di Cilegon sering mampir di warung sederhana di Kampung Kebaharan dan sudah mashur sekali pada era 80-an yang ternyata itu daerah saya pribadi,itu sudah sekian lama semenjak tahun 80-an ke bawah dan kalau ga salah awal2 nasi sumsum itu dari kampung ini kemudian dikembangkan dan ditiru di kampung lain seperti daerah kampung pasar atau pasar lama dan lain2 yang sekarang bisa kita liat orang2 jualan nasi sumsum di sekitar pocis dan pasar lama. Pedagang nasi sumsum ini namanya BI EMAH(almarhumah) beberapa tahun lalu dan dilanjutkan oleh anak2nya tapi tidak eksis karena masih memakai pengembangan biasa2 aja,dulu saya sebelum ke Qatar pernah menawarkan untu k dikembangkan dan dibuka di depan jalan dan kebetulan saya menawarkan kepada anaknya namanya 'Edi 'tuk menyewa tempat /warung di kakaknya Kang Mukoddas yakni Kang Adang saat itu,tapi dia(Edi) tidak mau dan dia bilang ,''Segini aja cukup''.jadi dia masih tahap pemikiran itu saja tidak mau mengembangkan dan memperluas usahanya,kalau dia eksis ingin memperluas bidang usahanya mungkin dia suddah punya cabang di mana2 dan banyak anak buah bisa memperkerjakan orang lain.Maksud saya begitu dan bisa jadi dipatenkan 'Nasi Sumsum Bi Emah',seperti halnya SateBebek Cibeber beberapa saat lalu telah masuk TV swasta,TPI di wisata Kuliner kalau ga salah. TUk lebih jauhnya yang kebetulan dekat dengan Kang Mukoddas bisa tanya asal muasal Nasi Sumsum dan mudah2an Ciri makanan khas Banten jangan sampai pudar dan perlu dijaga dan dikembangkan tuk generasi ke generasi. Kalau pernah ada pada masa Bung Karno sampai jadi menu utama suatu kebanggaan,itu saya baru tahu kali ini sampai ada pada masa itu dan sungguh menakjubkan ada bandeng goreng dan pindang bandeng,sate bandeng sawah luhur pindang kerong-kerong, > pindang betok, pindang teri yang dibungkus daun mengkudu dll,lalu kenapa sekarang tidak kelihatan dan layaknya sirna terbawa arus. Yang Ketiga,yang menjadi inspirasi saya saat ini banyak produk2 makanan minuman buah2an didatangkan dari Pakistan,India, padahal di Indonesia maknan minuman sayur-mayur dan buah2an lebih banyak lagi,mungkin birokrasinya kali berbelit2 ya...tidak lepas dari palak memalak.apalagi produk2 cina terutama asesoris2 pernak-pernik dll banyak sekali padahal banyak hasil kerajinan seni budaya Indonesia tuk lebih diperkenalkan lagi bisabersaing dengan China mungkin. Contoh di Qatar ada Supermarket yang menjual Daun Pisang yang ukuran satu helai yang tak berarti di Indonesia,di san dijual 4 real=10 ribu rupiah itu kalau kurs 2500,sekarang 1real = 3300 - 3500 rupiah.juga rempah2 cabai bawang tomat ketimun dll itu didatangkan dari India.dari Indonesia hanya beberapa bisa dihitung.Semua jadi kampung India Aca aca aca jahe jahe tumpa se aye.kesehe tike tike hehehe hihihi. Wassalam Yang rindu dengan Alam dan Kampung Halaman dan belajar mencintai ________________________________ From: das albantani <dasalbantani@ yahoo.com> To: wongban...@yahoogro ups.com Sent: Tuesday, December 16, 2008 4:40:27 PM Subject: Re: [WongBanten] usul khasanah wong banten. wah...utk yg satu ini saya baru tau nih..terima kasih kang halim atas infonya..dulu memang sy sempet bertanya-tanya. .kenapa di serang ada namanya sate bandeng, dan ternyata memang produksi bandeng di daerah pesisir utara banten sangat banyak dan kualitasnya jg bagus... memang ide saya mengembangkan eco village bs dikatakan terlambat krn dulu sy tdk 'ngeh' dgn usaha bapak saya yg petani dan petambak... sekarang setelah bpk saya meninggal sy br kepikiran utk mengembangkannya. ..sekali lg terima ksih atas info dan usulnya... salam, mukoddas syuhada --- On Tue, 16/12/08, halim hd <halimh...@yahoo. com <mailto:halimhade%40yahoo.com> > wrote: > From: halim hd <halimh...@yahoo. com <mailto:halimhade%40yahoo.com> > > Subject: Re: [WongBanten] usul khasanah wong banten. > To: wongban...@yahoogro ups.com <mailto:WongBanten%40yahoogroups.com> > Date: Tuesday, 16 December, 2008, 9:12 PM > pernahkah anda dengar permintaan orang jakarta, bandung, > kalou wisata ke serang-banten di jaman bung karno sampe taon > 1970-an, selalu bilang: jangan lupa bandeng sawah luhur. > saya ingat, famili dari keluarga kami yang ada diberbagai > kota di jabar, juga selalu pesan hal itu, terutama kalo ada > hajat keluarga. mereka mau bikin bandeng goreng, bandeng > bakar dan pindang bandeng yang berasal dari banten. > hhd. > > --- On Tue, 12/16/08, halim hd <halimh...@yahoo. com <mailto:halimhade%40yahoo.com> > > wrote: > From: halim hd <halimh...@yahoo. com <mailto:halimhade%40yahoo.com> > > Subject: Re: [WongBanten] usul khasanah wong banten. > To: wongban...@yahoogro ups.com <mailto:WongBanten%40yahoogroups.com> > Date: Tuesday, December 16, 2008, 6:06 AM > > > > > > > > > > > > yaaa, sapa tau kalou kang muqodas dan banyak > pihak bisa mewujudkannya. sebab, bayangkan orang thailand > itu, yang namanya mie goreng chiang mai dikenal sampai ke > emberikan. bebek goreng cina itu, dikenal sampai ke berbagai > penjuru dunia. > sate bandeng banten yang dahsyaaat itu pernah menjadi menu > utama bagi istana merdeka di jaman bung karno. bukan saja > lantaran bung karno cuma selera yang bagus, lidah yang > piawai, juga karena residen, bupati, dan elite banten > mengenalkannya sampai ke istana. > aneh, jika saya mikir sate bandeng, rasanya saya optimis, > dengan cita rasa yang ditimbulkan oleh sate bandeng yang > rasanya bisa melintasi wilayah banten. tentu, di mancanegara > sulit, karena bandeng yang dibutuhkan mestilah seger. dan > ingat, bandeng sawah luhiur, bandeng nomor satu, karena > tidak berbau lumpur, tidak berbau arus, istilahnya. > juga saya membayangkan > tradisi panen bandeng, lomba bandeng dengan pemilihan > bandeng terbesar, dibanten pernah ada. tradisi itu adalah > tradisi pesisir utara. tradisi tambak. jadi, yang selama ini > kita dengar tentang lomba bandeng di gresik, sesungguhnya > pernah adaa di banten. > dengan kualitas bandeng di banten, semestinya ada upaya > pemda atau siapa saja untuk mengembangkannya. pati, kudus, > demak, semarang mampu mengembangkan bandeng presto, duri > lunak. tapi, dibandingin sama sate bandeng banten, bandeng > presto gak ada apa-apanya. > juga bandeng bakar lumpur, kepiting bakar, adalah tradisi > tambak yang sesungguhnya suatu cara hidup kaum nelayan yang > sederhana namun bisa menciptakan suatu jenis makanan yang > lezat. > pernahkah aanda membayangkan sambel kepala ikan peda? > hehehehe, itulah kreatifitas budaya kuliner nelayan yang > miskin namun sangat dahsyaat. kepala ikan peda tidak > dibuang, dijemur, bahkan dari sisa makan yang masih ada > kepalanya itu bisa dibuat sambel kepala > ikan peda. > lalu pindang, bayangkan, sekarang ini betapa susahnya nyari > warung yang jualan pindang bandeng, pindang kerong-kerong, > pindang betok, pindang teri yang dibungkus daun mengkudu, > pindang peda (dan pepesnya), yang dulu menjadi bagian > keseharian kehidupan warga banten. > di sulsel, berbagai jenis pindang, mereka menyebut palumara > (khususnya untuk pindang bandeng), masih berserak diberbagai > warung dan bahkan restoran. dengan kreatifitas kultural dan > cara makanan mereka mampu mengembangkan sektor sosial > ekonomi warga kelas bawah, dan menjadi idaman bukan haanya > orang dari sulsel, tapi juga yang datang ke wilayah itu. > bayangkan, kepala ikan yang dijadikan sop atau gule. dulu > saya sering menikmati lantaran almarhum ibu saya sering > mengolah ikan sebagai bagian memu sehari-hari, terutama > pepes peda, teri, dan pindangnya, yang ternyata menu ini > bisa menjauhkan kita dari stroke, dan lebih sehat. > hhd. > hhd. > --- On Tue, 12/16/08, > Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com <http://yahoo.com/> > wrote: > From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> > Subject: Re: [WongBanten] usul khasanah wong banten. > To: wongban...@yahoogro ups.com <http://ups.com/> > Date: Tuesday, December 16, 2008, 5:49 AM > > > > > > > > > sedap bener ini kang halim...... > > > > > > From: halim hd <halimh...@yahoo. com> > To: WONG BANTEN <wongbanten@ yahoogro ups.com> > Sent: Tuesday, December 16, 2008 8:45:43 PM > Subject: [WongBanten] usul khasanah wong banten. > > > > > > > > usul ini terutama untuk kang muqodas yang kebetulan > mengelola ECOVILLAGE. sapa tahu bisa bikin buku tentang > makanan banten serta lokasi warung yang benar-benar digemari > oleh wong banten. > terakhir saya dan teman-teman ditraktir sama wan anwar dan > ngajak teman-teman dari semarang, kalsel, bandung, jombang > ngerasain nasi sumsum. nasi sumsumnya mang puri masih > bolehlah. tapi otak-otaknya rasanya sudah menurun > kualitasnya. padahal, dulu, otak-otak bikinan ibunya mang > pur, kondang dan selalu lenyap diserbu konsumen walou baru > selemparan batu dari rumahnya mang pur. > saya ingat seorang dua dengan junjungan tampah penuh > otak-otaknya, biasanya keluar sekitar jam 2-3 sore, masuk ke > pasar serang lama, langsung ludes. sama dengan nasi > sumsumnya yang keluar sekitar jam 4-5, menjelang isya, sudah > ludes. > saya bayangkan kang muqodas membikin daftar khasanah > makanan baanten, dan mereka yang membuatnya; dan di > ecovillage menjadi salah satu > laboratorium pengembangan makanan dengan bekerjasama > dengan pariwisata. > satu hal dari dinas pariwisata itu, sering tidak > mengacuhkan makanan; mereka hanya bicara tentang lokasi dan > kesenian. padahal, banyak orang yang datang sering mau > makan, disamping menikmati keindahan dan keunikan lokasi. > bila perlu, dan hal ini saya kira penting, kang muqodas > mengajukan usulan yang teknis tapi penting. misalnya, > bagaimana agar sate bandeng itu jangan dibungkus oleh kertas > pembungkus. saya ingat, ketiika bersama emha (yang diundang > ceramah ke korem banten) dapat ole-ole dari pak danrem. > semuanya sudah dibuka dan dibungkus oleh kertas pembungkus. > rasanya jadi kurang sedap. > bagi orang banten yang ahli kuliner, mereka tahu benar > baagaimana makanan yang di bungkus oleh daun pisang kluthuk > yang sudah digarang, jadi lemes dan fleksibel untuk > membungkus, tapi juga daun pisang kluthuk itu membuat > makanan jadi tambah haru, aromanya enak. begitu juga dengan > otak-otak dan nasi sumsum. > demikian juga dengan nasi timbel, kalo dibungkus daun > kluthuk, daun pisang batu itu, tambah nikmat, dan tentunya > nasi timbel yang di aron, di kukus, bukan pake magic magic > yang rice cooker itu. > mudah-mudahan di milis ini kita bisa menginventarisir jenis > makanan khasanah banten atau jeniss makanan yang dibikin > orang banten dengan kualitas yang bagus, yang bisa membawa > nama banten melintasi wilayahnya. > hhd. Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ <http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
