Iseng-iseng sambil nunggu istri pulang kerja, saya mengamati kesibukan yang
terjadi di jalan antara departemen pekerjaan umum dan masjid al azhar jakarta
selatan. Penuh sekali kendaraan, sampai saya mau parkir saja harus muter 3
kali, mungkin sebentar lagi jam pulang anak sekolah al azhar yang tentunya di
jemput menggunakan kendaraan roda empat. Ditambah jam makan siang perkantoran.
Banyak pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya. Memang terkesan
semerawut, tapi justru mereka-mereka itulah pejuang yang bisa memuaskan nafsu
konsumtif kita. Ada yang berjualan makanan dan minuman menggunakan pikulan,
gerobak dorong, bahkan mobil pribadi. Ada juga yang berjualan pakaian, tas,
kerudung atau mainan anak. Semuanya tumplek di jalanan dan terkesan berebut
tempat dengan pejalan kaki dan pengendara motor.
Yang membuat saya terkesima adalah seorang penjual rujak dengan gerobak
dorongnya yang sudah khas.... diparkir di depan gerobak sate padang (tentunya
masih di pinggir jalan)...banyak orang yang antri untuk membeli rujaknya,
tangannya yang cekatan mengiris berbagai macam buah-buahan sanggup melayani
antrian hanya dengan seorang diri... dan orang-orang pun sabar menunggu
gilirannya....
Saya tidak bisa membayangkan jika tiba-tiba tempat ini ditata (ditertibkan),
apakah aktivitas tersebut masih bisa dilakukan.... yang ada hanya kemarahan dan
caci maki
salam,
@kodas
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/