diraba-raba, dicoba-coba, maju terus, kang. bukan maen. di itb dulu ada tehnik penyulingan yang bukan maen. taon 80-an pernah saya coba dikampung kalangan, jagalan, lumayan.
--- On Tue, 1/27/09, das albantani <[email protected]> wrote: From: das albantani <[email protected]> Subject: [WongBanten] Mencoba Penyulingan Air Payau di "Tapak Bumi Village" To: [email protected] Cc: [email protected], [email protected], [email protected] Date: Tuesday, January 27, 2009, 8:06 PM Kemarin saya mencoba sistem penyulingan air laut/payau, yang didapat dari teman, setelah bahan terakhir yaitu karbon aktif saya dapatkan di wilayah salemba jakarta, lumayan mahal, per kg nya dihargai Rp. 15.000, sedangkan yang kualitas dari amerika per zak nya Rp. 900.000. Sesuai metode yang diberikan, saya dibantu oleh para pejuang eco village, merakit alat penyulingan yang sangat sederhana sekali dan gampang di dapat. Cukup 2 jam waktu yang dibutuhkan untuk merakit, kemudian setelah siap semua, air dari tambak dimasukkan ke dalam ember pertama. Keluarnya air dari kran ember pertama sekitar 10 menit dan berwarna merah bata karena lapisan paling bawah memakai bata yang sudah dihancurkan, lama kelamaan air yang mengalir ke ember yang kedua melalui selang terlihat jernih. Sedangkan dari kran kedua memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 30 menit. Setelah mengalir, saya coba mencicipi dan masih terasa asin walaupun sudah berkurang dan ada bau arangnya serta agak terasa pahit. Karena waktu yang sudah beranjak senja, maka proses penyulingan ini akan dilanjutkan esok...dan hari ini saya rasa cukup untuk uji coba pertama. salam, "Save Our World with Design 'n Technology" @kodas-pengembang "Eco Village" www.indonesianvilla ge.com New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
