Saya juga mau me-revolusi Indonesia,saya mulai dari diri saya sendiri..
Tapi saya tetap nyoblos untuk meminimalisasi kerusakan dengan menjegal
politisi busuk...
revolusi jalan terus, nyoblos jalan terus, membangun jalan terus...

:)

-iip-

2009/2/19 halim hd <[email protected]>

>   nabung yang banyak, kang, hehehe, en lalu bikin
> lembaga nirlaba di banten, gabungkan
> dengan eco village dan rumah dunia.
> hhd.
>
>
> --- On *Wed, 2/18/09, Lawang bagja <[email protected]>* wrote:
>
> From: Lawang bagja <[email protected]>
> Subject: Re: [WongBanten] Skenario 'Doomsday' Negara-Negara Industri
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, February 18, 2009, 10:27 PM
>
>  kang halim..
> saya mau merevolusi indonesia.
> saya mulai dari saya sendiri.
> caranya..?
> saya gak tau.
> jadi.
> lieur.
>
>
> Howgh!
>
>  ------------------------------
> *From:* halim hd <halimh...@yahoo. com>
> *To:* wongban...@yahoogro ups.com
> *Sent:* Thursday, February 19, 2009 10:18:57 AM
> *Subject:* Re: [WongBanten] Skenario 'Doomsday' Negara-Negara Industri
>
>    mungkin yang paling ngerasain negeri negeri seperti indonesia.
> ekspornya mandeg, merosot 40%, pengangguran kian menumpuk, sekarang angka
> moderat mencapai sekitar 30-40%. bahan makanan naik. sementara iklan politik
> meningkat. jurang kemiskinan kian kasat mata, sementara politisi dan caleg
> nampang. bikin sebel.
> apa masih punya keinginan memilih?
> hhd.
>
> --- On *Wed, 2/18/09, Lawang bagja <lawang.bagja@ yahoo.com>* wrote:
>
> From: Lawang bagja <lawang.bagja@ yahoo.com>
> Subject: [WongBanten] Skenario 'Doomsday' Negara-Negara Industri
> To: kmmi-...@yahoogroup s.com, kota-bo...@yahoogro ups.com, "wong"
> <wongban...@yahoogro ups.com>, menulis_bogor@ yahoogroups. com,
> keluarga-islam@ yahoogroups. com, tarbawi_community@ yahoogroups. com
> Date: Wednesday, February 18, 2009, 10:11 PM
>
>   dikutip dina eramuslim.com
> punteun mun double..
>
> Howgh!
>
>
> Kamis, 19/02/2009 11:49 WIB Cetak |  
> Kirim<http://www.eramuslim.com/berita/dunia/send/skenario-dooms-day-negara-negara-industri>
>
> Bulan Oktober tahun 2008, berlangsung pertemuan para pemimpin Uni Eropa,
> dihadhiri 15 pemimpin Uni Eropa, serta Perdana Menteri Inggris, Gordon
> Brown. Tujuan pertemuan itu membahas krisis financial, yang berdampak
> terhadap masa depan negara-negara industri. Pertemuan itu menghangsilkan
> persetujuan bahwa otoritas monoter memberikan penjaminan bagi bank-bank yang
> terkena dampak krisis financial, sebesar 700 milyar euro atau 1 trilyun
> dolar.
>
> Kebijakan penjaminan yang dilakukan oleh otoritas monoter itu, tak banyak
> menolong, dan tetap saja bank-bank mengalami kebangkrutan, dan kesulitan
> likuiditas, termasuk bank terbesar di Inggris HBOS, bangkrut. Akibat
> kebangkrutan dari HBOS ini mempunyai pengaruh yang sifatnya 'multi effect',
> sampai ke seluruh daratan Uni Eropa.
>
> Prediksi yang dibuat berbagai lembaga yang mempunyai pengaruh kuat dibidang
> ekonomi, di seluruh anggota Uni Eropa, mengalami keadaan yang suram, dan
> resesi ekonomi yang mereka alami tak cepat akan pulih. Angka pengangguran di
> 27 anggota Uni Eropa, jumlahnya mencapai 9.3%, di tahun 2008, yang lalu.
> Angka pengangguran tertinggi di Spanyol mencapai 16.7%. Prediksi ini akan
> terus meningkat, di tahun 2010 nanti, angka pengangguran di 27 anggota Uni
> Eropa, diperkirakan mencapai 18.8%. Setiap hari rata-rata rakyat di negara
> Uni Eropa, yang kehilangan pekerjaan mencapai 111.000 orang. Angka terkecil
> pengangguran di Belanda 2.2%.
>
> Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di negara-negara Uni Eropa, semakin
> kecil, diperkirakan sampai tahun 2010, ekonomi hanya tumbuh sebesar 0.5%.
> Berarti tidak ada pertambahan penyerapan tenaga kerja. Penghasilan rata-rata
> rakyat di Uni Eropa terus merosot sebesar 30% setiap tahunnya, dan
> menyebabkan daya beli masyarakat semakin rendah. Ditambah dengan tingkat
> inflasi yang tinggi, hampir mencapai 2 digit. Jika ini berlanjut terus, maka
> Uni Eropa akan menghadapi situasi yang sangat suram, dan bisa disebut 'dooms
> day' (kiamat). Pernyataan skeptis ini disampaikan Presiden Uni Eropa, Manuel
> Barroso, dan bagaimana menyelamatkan hampir 500 juta penduduk Uni Eropa,
> yang sekarang berada dalam krisis?
>
> Di Amerika, angka pengangguran terus meningkat tajam, setiap hari
> pemerintah federal mengumumkan perusahaan,yang bangkrut, dan jumlah
> pengangguran di Amerika, mencapai 8.6 %. Presiden Barack Obama,
> menggelontorkan paket, yang diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi
> Amerika, dan sudah menjadi undang-undang, karena sudah mendapatkan
> persetujuan Senat dan Konggres, meskipun ada penolakan dari kalangan Partai
> Republik, tapi paket itu akhirnya ditandatangani oleh Presiden Obama, yang
> nilainya mencapai 890 milyar dolar.
>
> Tapi, dilihat dari indikator makro ekonomi, euphoria terhadap Presiden
> Obama, sampai keputusan melakukan stimulus ekonomi, nampak di pasar modal,
> tetap menunjukkan negative. Indek harga saham gabungan (ISHG), dan Dow
> Jones, terus mengalami fluktuasi yang hebat, bahkan saat menjelang
> pelantikan Obama, ISHG masih terus melemah, dan tidak ada tanda-tanda
> ekonomi dunia akan membaik. Bahkan, bursa saham di New York, sempat di
> suspend, guna menghindari kebangkrutan, korporasi-korporasi besar.
>
> Tentu, yang paling mengkawatirkan Obama akan melakukan kebijakan yang
> sangat proteksionistis, yang mengakibatkan negara-negara yang selama ini
> menjadi partner dagang Amerika akan ambruk. Kebijakan yang bersifat
> proteksionistis sudah pernah dijalankan di masa pemerintahan Presiden Ronald
> Reagan. Dan, tentu yang paling terpukul negara-negara Dunia Ketiga, yang
> selama ini mengandalkan hubungan dagang dengan Amerika. Keberatan itu sudah
> disampaikan oleh para pemimpin negara industri di Uni Eropa.
>
> Amerika menghadapi kondisi yang kritis, karena Amerika mengalami 'double'
> defisit perdagangan luar negeri, dan defisit anggaran. Anggaran Amerika
> mengalami deficit 1 trilyun dolar! Dan, utang luar negerinya mencapai hampir
> 17 trilyun dolar. Sesudah krisis, mata uang dolar Amerika, sekarang tidak
> lagi menjadi standar internasional, dan banyak negara termasuk Uni Eropa
> yang menolak perdagangan ekonomi mereka dikaitkan dengan dolar.
> Negara-negara Amerika Latin, menolak mata uang dolar, dan menggunakan mata
> uang mereka peso dalam transaksi perdagangan mereka.
>
> Namun, Obama yang berpenampilan lebh 'soft', kenyataannya tak banyak
> berbeda dengan Presiden Bush, belum satu bulan menjadi presiden, Obama sudah
> mengeluarkan perintah ekskutif, mengirim ribuan tentara ke Afghanistan,
> untuk berperang melawan Taliban dan Al-Qaidah. Sebuah 'shadow enemy' yang
> terus diciptakan, yang akhirnya membuat Amerika bangkrut. Kembali  para
> pembayar pajak rakyat Amerika, uang mereka hanya digunakan memuaskan nafsu
> pemimpin mereka, hanya untuk perang. (m/berbagai sumber)
>
>
>
>
>  
>



-- 
Dikirim Nganggo BlackBeurit(R)

Kirim email ke