Islam Bukan Sekedar Agama Ritual
Satu serangan Barat terhadap dunia Islam adalah upaya mereka untuk
mendistorsikan Islam. Islam mereka gambarkan sekedar sebagai agama yang
mengatur aktivitas ritual dan Islam tidak memiliki sistem kehidupan yang
sempurna mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam pakaian, makanan,
muamalah, uqubat dan akhlaq. Tulisan singkat ini berupaya menjelaskan hakikat
Islam sebagai agama yang paripurna dan Islam sebagai ideologi yang diridloi
Allah.
MAKNA AGAMA
Dunia Barat memahmi kata “agama” berbeda dengan Islam. Agama atau Religion,
dalam Encyclopaedia Britannica 2005, didefinisikan sebagai berikut:
human beings’ relation to that which they regard as holy, sacred, spiritual, or
divine. Religion is commonly regarded as consisting of a person’s relation to
God or to gods or spirits. Worship is probably the most basic element of
religion, but moral conduct, right belief, and participation in
religiousinstitutions are generally also constituent elements of the religious
life as practiced by believers and worshipers and as commanded by religious
sages and scriptures.
Agama adalah hubungan manusia dengan sesuatu yang mereka anggap sebagai
kesucian, sakral, spiritual atau ketuhanan. Agama biasa dianggap sebagai
himpunan hubungan seseorang dengan Tuhan, dewa-dewa atau ruh. Peribadatan
mungkin menjadi elemen paling dasar dari sebuah agama, namun nilai moral,
keyakinan dan partisipasi dalam lembaga keagamaan juga termasuk elemen agama
yang dilakukan oleh para penganut sebagaimana diperintahkan hukum dan teks
agama.
Allah menyatakan bahwa agama yang diridloiNya adalah Islam.
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Sesungguhnya agama (yang diridloi) di sisi Allah hanyalah Islam. [QS Ali Imran:
19]
Kata ad diin, dalam bahasa Arab bermakna al ‘Aadat yang berarti adat
kebiasaan1. Mudah dipahami bahwa adat kebiasaan tidak hanya berkaitan dengan
aktivitas ritual, namun juga mencakup aktivitas kehidupan manusia secara
keseluruhan.
Tampak jelas dari bahwa menurut Barat agama sekedar kumpulan aturan dan praktik
ritual namun menurut Islam, agama bermakna jalan hidup atau adat kebiasaan yang
mencakup seluruh aktivitas hidup manusia.
AGAMA ISLAM
Berangkat dari sejarah kelam mereka, ketika Kristen tidak bisa menjawab
tantangan zaman, maka dunia Barat mengalami sekularisasi (pemisahan) agama dari
kehidupan manusia. Sekularisasi agama dari kehidupan ini berkembang menjadi
sebuah keyakinan bahkan menjadi pandangan hidup Barat yang disebut dengan
sekulerisme. Dampaknya, agama berperan mengatur hanya dalam hidup seorang
manusia dengan tuhannya dan di luar hubungan itu (hubungan manusia dengan
dirinya sendiri dan dengan manusia lainnya) manusialah yang membangun
aturannya. Karena itu, tidaklah mengherankan muncul definisi agama (religion)
sebagaimana telah dijelaskan dalam sub-bahasan sebelumnya, yaitu agama sebatas
mengatur kehidupan ritual manusia.
Ketika berhadapan dengan Islam, yang memiliki aturan yang paripurna mencakup
semua aktivitas hidup manusia, dunia Barat dengan kebenciannya berupaya
mengerdilkan Islam. Islam mereka pandang sama sebagaimana Kristen, hanya
sekedar agama ritual. Yang lebih berbahaya adalah dunia Barat berupaya
menanamkan cara pandang dan pemahaman mereka tentang Islam kepada kaum Muslim
di seluruh dunia. Dan … mereka berhasil.
Dampaknya, kaum Muslim lupa Islam berbeda dari agama-agama lain. Kaum Muslim
lupa bahwa Islam adalah Agama yang diturunkan Allah kepada Muhammad untuk
mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia yang lain dan dirinya sendiri.
Kaum Muslim lupa bahwa Islam diturunkan Allah dan bukanlah agama buatan
manusia. Islam tidaklah dibawa manusia selain Muhammad s. Dan Islam tidak
sekedar mengatur kehidupan spiritual belaka, tetapi lebih dari itu Islam
mengatur seluruh aspek hidup manusia. Yang tampak dalam kehidupan kaum Muslim
adalah, misalnya, rajin sholat juga rajin maksiat.
Islam mencakup aqidah (keimanan) dan syari’at (hukum-hukum yang terlahir dari
aqidah). Aqidah Islam mencakup keimanan kepada Allah, para malaikatNya,
kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan qodlo’ dan qodar baik dan
buruknya dari Allah semata. Dari aqidah Islam ini terpancar berbagai aturan
kehidupan bagi manusia, yang disebut dengan syari;at Islam, baik dalam masalah
ibadah, pakaian, makanan, akhlaq, muamalah dan uqubat.
Begitu sempurna Islam, maka ada yang menyebut Islam sebagai ideologi.
ISLAM dan MAKNA IDEOLOGI
Kata ideologi berasal dari kata idéologie yang muncul ketika masa revolusi
Perancis dan diperkenalkan oleh seorang filosof Perancis bernama Destutt de
Tracy. Ideologi pada awalnya didefinisikan sebagai science of ideas2 (ilmu
tentang gagasan manusia). Dalam perkembangannya kata ideologi digunakan dengan
makna keyakinan yang diperjuangkan (action-oriented theory). Karakteristik
ideologi menurut Destutt de Tracy adalah:
1.Mengandung teori penjelasan yang komprehensif tentang manusia dan
lingkungannya.
2.Memiliki konsep organisasi sosial-politik dalam bentuk umum.
3.Memiliki konsep usaha untuk mewujudkan program tersebut sebagai bentuk
perjuangan.
4.Tidak hanya membujuk tapi juga merekrut melalui pembangunan komitmen.
5.Memiliki sasaran ke publik dan membangun kepemimpinan berpikir
Ringkasnya, sebuah ideologi memiliki konsep pemikiran (point 1), metoda untuk
melaksanakan ideologi (point 2 dan 3), metoda untuk menjaga pelaksanaan
ideologi (point 2 dan 3) dan metoda untuk menyebarkan ideologi (4 dan 5).
Agama-agama selain Islam tidak memenuhi kriteria sebagai ideologi. Islam
memenuhi kriteria sebagai ideologi, meskipun Islam bukanlah buatan manusia.
Islam menjelaskan bahwa
1. Manusia, alam semesta dan kehidupan adalah diciptakan.
2. Di balik manusia, alam semesta dan kehidupan ada sang pencipta yaitu Allah.
3. Manusia dengan kesadarannya sebagai makhluk akan menjalani kehidupan sesuai
aturan Allah.
4. Manusia akan kembali kepada Allah, mempertanggungjawabkan kehidupannya di
dunia dan akan mendapatkan balasan atas perbuatannya di dunia.
Islam juga memiliki konsep tentang ketuhanan, sosial, pemerintahan, ekonomi,
pendidikan dan sanksi. Islam juga menjelaskan negara Khilafah Islamiyyah
sebagai metoda pelaksanaan berbagai konsep Islam, penjagaan pelaksanaan dengan
mekanisme sanksi dan penyebaran ideologi dengan jihad dan dakwah.
Dengan demikian jelaslah bahwa Islam bukan sekedar agama ritual.
1 Ibnu Mandzur, Lisanul Arab dalam Jamiul Ma’ajimil Lughot
2 Item Ideology dalam Encyclopaedia Britannica 2005.
singgihs.web.id/index.php/islam-bukan-sekedar-agama-ritual.html
Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com