seperti mekah yang menjadi kiblat bagi kaum muslim-muslimat, WUDANG, wilayah dengan 72 puncak pegunungan yang indah di hubei, cina tengah menjadi kiblat bagi mereka yang ingin belajar KUNGFU dan yang mendalami TAO, ajaran yang dipaparkan oleh lao tzu 3 ribuan tahun yang lampau: "Man follows the Earth. Earth follows Heaven. Heaven follows Tao. The Tao follows the way things are" (Lao Tzu). dan karena tao itulah sosok tua yang lahir pada abad XIX dan kini berumur seratusan tahun lebih, madame Li masih hidup dan menjadi guru tao serta tai chi. ada tiga hal yang aku pegang dalam kehidupanku, dan salah satunya adalah kasih. dengan itu aku jalani kehidupan, kata madame Li yang pada umur 6 tahun dijual oleh keluarganya kepada keluarga kaya, dan pada umur 14 tahun memutuskan pergi ke wudang, dan mendapatkan "pencerahan" di sebuah pohon siprus. dan madame Li yang selibat adalah salah satu guru dan pendeta yang pernah mengalami berbagai pergolakan sosial politik dari satu rejim ke rejim lainnya. wudang dengan banyak kuil dan gua untuk pertapaan yang didirikan sekitar tahun 540 sampai kini terus mengajarkan kungfu dari satu generasi ke generasi lainnya, dan menerima murid dari berbagai penjuru cina. para murid ini belajar kungfu selama 6 jam pada pagi dan siang, dan malam 1 jam hanya belajar kuda-kuda dengan cara berdiam diri ditengah-tengah alam ditambah dengan 2 jam meditasi, lalu masuk kelas matematika, geografi, kaligrafi dan juga bahasa, termasuk bahasa inggris. wudang dengan kungfu tangan kosong dan juga keahlian berbagai jenis senjata tajam sesungguhnya mengajarkan demi kesehatan dan panjang umur; dan di wudang pula ratusan gaya serta aliran kungfu diciptakan sejak belasan abad yang lampau, dan salah satunya tai chi yang diciptakan 6-7 abad yang lalu, seeperti di paparkan oleh national geographic dalam KUNGFU DRAGON.
