Ketua Konsultan CPNS Diperiksa
 
SERANG - Ketua konsultan CPNS Kota Serang dari Untirta Prof Dr Sholeh Hidayat 
memenuhi panggilan Polres Serang, Rabu (16/12). 
 
Dia datang seorang diri menggunakan mobil dinasnya, Toyota Avanza nopol A 517, 
sekira pukul 10.00 WIB. 
Di ruang Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal, 
Soleh Hidayat dimintai keterangan oleh Kanit Tipikor, Inspektur Polisi Dua 
(Ipda) M Sofyan, sampai pukul 17.30 WIB. 

Pada pukul 13.30 WIB, Soleh Hidayat yang sempat keluar dari ruangan untuk ke 
kamar mandi enggan memberikan keterangan apa pun kepada wartawan. “Tanya saja 
ke penyelidik, jangan dari saya,” katanya. 

Di sela pemeriksaan, M Sofyan mengatakan kepada Radar Banten bahwa Soleh 
Hidayat datang memenuhi panggilan bukan kapasitasnya sebagai saksi. Alasannya, 
upaya untuk mengungkap dugaan kecurangan atau tindak pidana korupsi dalam 
perekrutan CPNS Kota Serang itu masih dalam tahap penyelidikan. “Dia bukan 
saksi, kami hanya meminta klarifikasi saja. Ini kan masih penyelidikan, nanti 
kalau sudah penyidikan baru ada saksi yang diperiksa,” katanya enggan berbicara 
banyak. 

Kendati demikian, sumber di Polres Serang menyatakan bahwa permintaan 
keterangan kepada Soleh Hidayat itu terkait tugas dan kewenangan konsultan CPNS 
dari Untirta. Hal tersebut pula yang dilakukan penyelidik saat meminta 
keterangan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Serang yakni Kepala BKD 
Hendi Kuspiandi, Sekretaris BKD Iwas Wasliah, dan seorang staf BKD. 

“Penyelidikan baru sebatas mengetahui hal itu (tugas dan kewenangan-red) dari 
konsultan dan BKD dalam rekrutmen CPNS Kota Serang,” ujar sumber berpangkat 
perwira menengah itu. 

Selain itu, penyelidik telah mendapatkan beberapa dokumen terkait perekrutan 
CPNS Kota Serang. Salah satunya, foto kopi dokumen nama peserta tes CPNS Kota 
Serang berikut nilai atau skornya, serta nama-nama yang telah diumumkan. 
Dokumen itu diperoleh penyelidik dari konsultan dan BKD Kota Serang. 

Informasi yang diperoleh, dokumen hasil penilaian dari konsultan Untirta dan 
dokumen nama-nama CPNS yang diumumkan lulus itu ternyata sama setelah 
dicocokkan. Tidak ada perbedaan nama dan skor dalam dokumen dari konsultan 
Untirta dengan dokumen milik BKD Kota Serang. 

Dihubungi tadi malam, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Ajun 
Komisaris Polisi (AKP) Sofwan Hermanto tidak mau memberikan keterangan. “No 
comment. Sabar saja, ini masih tahap penyelidikan,” ujarnya. 

LAPOR KE POLRES 
Pada bagian lain, Ketua PCNU Kota Serang Matin Syarkowi meminta tim investigasi 
dugaan kecurangan seleksi penerimaan CPNS di Kota Serang yang dipimpin Agus 
Setiawan dibuka dengan fair sehingga tidak menimbulkan pertanyaan. “Tim 
investigasi harus berani melaporkan pengaduan masyarakat ke polisi bila sudah 
cukup bukti dugaan kecurangan CPNS Kota Serang,” ujarnya. 

Kata Matin, yang berwenang melakukan penyidikan dugaan kecurangan adalah polisi 
sebab tim investigasi tidak memiliki kewenangan tersebut. Namun sejauh ini, 
sambung Matin, tim belum melakukan itu. “Saya berhusnuzon (berprasangka 
baik-red), mungkin tim masih mengumpulkan bukti-bukti karena bisa jadi saat ini 
mereka belum memiliki bukti yang kuat,” ujarnya. 

Dihubungi terpisah ketua tim investigasi CPNS Agus Setiawan mengatakan, 
pihaknya secara formal telah menghentikan investigasi pada Jumat (11/12) lalu. 
Meski demikian, dia masih menampung aspirasi dan pengaduan dari masyarakat. 

Kata Agus, menghentikan investigasi karena polisi telah melakukan penyidikan. 
“Kami tidak melanjutkan investigasi tetapi tetap menampung pengaduan dari 
masyarakat. Kami ingin pengaduan yang datang ke kami sudah matang dan 
dilengkapi bukti yang cukup kuat, dan tidak asal curhat saja,” ujar Agus, 
kemarin. 

Agus mengatakan, dari 18 pengaduan yang diterimanya, ia akan melaporkan ke 
aparat kepolisian apabila dari 18 pengaduan telah ada bukti permulaan, minimal 
dua alat bukti. Diungkapkan, pengaduan yang diterima belum memiliki bukti. 
Lantaran itu, Agus masih menunggu para pelapor untuk mencukupi alat bukti untuk 
disampaikan ke kepolisian. 
“Kami terbuka apabila ada pihak yang ingin mengetahui hasil investigasi yang 
telah dilakukan,” ulas Agus. (don/alt/cr-2)


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke