tak gampang jadi orang pandai. jadi tak semua orang bisa pandai. apalagi jadi bijaksana. maka ada jalan yang sederhana bagi siapa saja: marilah bersyukur, apapun waktu yang telah kita jalani, dan belajarlah dari masa lampau.
________________________________ From: Pedje <[email protected]> To: [email protected]; alumni smp 1 Cikini <[email protected]>; [email protected]; [email protected] Sent: Tue, December 29, 2009 5:41:05 AM Subject: [WongBanten] Fw: [nasional-list] Empat Cara Menghitung Waktu Blog Pedje http://dibuangsayan gamat.blogspot. com --- On Mon, 12/28/09, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com> wrote: >From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com> >Subject: [nasional-list] Empat Cara Menghitung Waktu >To: "news Trans TV" <news-transtv@ yahoogroups. com>, "kampus tiga" ><kampus-tiga@ yahoogroups. com>, aipi_politik@ yahoogroups. com, "jurnalisme" ><jurnali...@yahoogro ups.com>, "ppiindia" <ppiin...@yahoogroup s.com>, >"nasional list" <nasional-list@ yahoogroups. com>, "HMI Kahmi Pro Network" ><kahmi_pro_network@ yahoogroups. com>, "ex menwa UI 2" <exmenwa...@yahoogro >ups.com>, "Anita Cemerlang" <anitacemerlang@ yahoogroups. com>, "sastra >pembebasan" <sastra-pembebasan@ yahoogroups. com>, "technomedia" <technomedia@ >yahoogroups. com> >Date: Monday, > December 28, 2009, 7:47 AM > > >> > > > > > > > >> > >Oleh: Tedi Rahardjo > > >Sebentar lagi tahun 2009 akan lewat. >Tahun 2009 akan hilang, lenyap bersama waktu. > >Dulu, saat tahun 2008 hampir berakhir, kita pikir tahun 2009 adalah Tahun yg >Baru... >Tapi sekarang, tahun 2009 (yg dulu pernah jadi thn baru itu) telah menjadi >tahun yg lama... > >Yang namanya > waktu itu benar2 rajin, >dia tidak pernah berhenti barang sedetik pun. >Semua orang diseret oleh waktu, suka atau tidak suka. > >Gadis yg cantik jelita suatu hari akan > menjadi nenek-nenek yg ompong dan bawel yg encoknya sering kambuh. >Pria yg ganteng dan gagah, suatu hari akan menjadi engkong-engkong yg ngompol >dan stroke yg sakit jantung. > >Apakah hidup hanya seperti itu ? > >Kerja..kerja. .kerja.. lalu tua dan mati ? > >Tidak juga, kalo dilihat lebih teliti... >Ada orang yg hidupnya singkat tapi sangat bermakna, ada orang yg hidupnya >sangat panjang tapi sia-sia. > >Nah, kalau anda ingin agar hidup tidak sia-sia, ini saya kasi bocoran >sedikit... >Anda harus tahu bagaimana cara menghitung waktu dengan benar !! > > >Ada 4 cara menghitung waktu. > > >1. Cara Penjumlahan > >Kalau hari ini kita berumur 17 tahun, >maka tahun depan umur kita akan bertambah 1 tahun menjadi 18 tahun. >Ini adalah cara menghitung umur yg paling sederhana, paling sesuai > bagi > anak kecil. >(kalau anda masih menghitung umur dengan cara ini, anda masih anak-anak) > > >2. Cara Pengurangan > >Setelah semakin sering kita ber-ulang tahun, akhirnya kita sadar bahwa setiap >kali kita ulang tahun, sebenarnya umur kita bukannya bertambah, tapi Berkurang >! > >Setiap kali ulang tahun maka sisa umur kita semakin sedikit, kita semakin >dekat pada akhir hayat. > >Orang yg sudah menyadari bahwa sisa hidupnya makin hari makin sedikit adalah >orang yg sudah Dewasa. > > >3. Cara PerKalian > >Setelah sadar bahwa umur kita terus berkurang, maka kita harus tahu cara >menghitung waktu yg KeTiga yaitu bagaimana caranya melipatgandakan waktu yg >kita miliki. > >Misalnya saat kena macet dijalan, kita membaca buku (bisa dong kalo punya >supir). Ini adalah contoh bagaimana kita melipatgandakan waktu. > >Prinsipnya > adalah : >dalam waktu yg sama, kita memperoleh lebih banyak. > >Contoh lain adalah : >McDonald membuka cabang diseluruh dunia. >Saat pemiliknya sedang tidur pun, masih ada cabangnya dibagian belahan dunia >lain yg sedang menghasilkan uang. > >Coba kalau McDonald hanya punya satu cabang, berapa waktu yg dibutuhkan untuk >mengumpulkan uang sebanyak yg dimilikinya sekarang ? >Mungkin butuh ribuan tahun... > >Cara KeTiga ini adalah cara yg dipakai oleh orang-orang yg paling pandai >diseluruh dunia. >Mereka memikirkan bagaimana agar dalam hidup yg singkat bisa melakukan >produktifitas yg lebih besar, bisa memperoleh sebanyak mungkin. > >Kalau kita berhasil memahami cara menghitung waktu Yg KeTiga maka kita adalah >orang Pandai ! >Tapi kita belum bisa dikatakan sebagai orang yg Bijaksana bila belum mengerti >cara menghitung waktu yg KeEmpat. > > >4. Cara PemBagian > >Setelah berhasil > melipatgandakan waktu yg kita miliki dan mendapat begitu banyak hal dalam > hidup kita, maka yg harus kita lakukan kemudian adalah : Membagikannya. > >Kalau kita mendapat banyak ilmu, sebarkan semua sebelum kita mati, kalau kita >mendapat banyak harta, bagikan semua sebelum ajal menjemput. > >Seorang filsuf berkata, "orang yg mati dalam keadaan kaya adalah orang yg >paling bodoh" > >Maksudnya, uang itu buat apa ? kan gak bisa dibawa mati bukan ? >Memang sudah menjadi tugas kita untuk membagikan semua berkat yg pernah kita >peroleh kepada orang lain. > >Dengan memahami cara menghitung waktu yg KeEmpat maka hidup kita menjadi >bermakna. >Maka kita tak akan menyesal kapanpun kita harus mati. > > >Resume > >4 Cara Menghitung Waktu > >1. Cara Penjumlahan (caranya anak Kecil) >2. Cara Pengurangan (cara orang Dewasa) >3. Cara Perkalian (cara orang Pandai) >4. Cara Pembagian (cara orang Bijaksana) > > ------------ --------- --------- --------- -------- > >Sedikit tambahan dari Tedi Rahardjo… > >sampai sekarang saya masih terus memikirkan cara yg ketiga, >gimana supaya hidup lebih produktif. >Supaya waktu kita yg terbatas ini bisa dipakai untuk mendapat lebih banyak. > >Salah satu yg paling efektif adalah banyak baca. >Maka kita bisa > menyerap hasil > pemikiran orang lain yg sudah menghabiskan waktu bertahun2. > >Contohnya, misalnya kita mau bikin sabun, >kalau kita harus meneliti sendiri mungkin butuh bertahun2 untuk bisa menemukan >resep sabun. >Tapi kalau kita ke gramedia beli buku tentang pembuatan sabun, cukup lima >menit waktu yg kita butuhkan untuk mendapatkan rahasianya. > >Maka 5 menit waktu yg kita pakai untuk membaca, setara dengan waktu bertahun2 >yg dihabiskan oerang lain. > >Kenapa ada orang tua yg umur 60 sudah pikun, kerjanya cuma minum kopi sore2 >sambil baca koran. >Tapi ada orang tua-orang tua lain yg memimpin negara dan memimpin perusahaan >besar ? > >Bedanya jauh sekali karena dimulai sejak saat masih muda. > >Kalau kita tidak pernah berhenti membaca, bayangkan saat kita usia 60, sudah >berapa banyak hasil pemikiran orang lain yg berhasil kita serap ? >(ditambah hasil pemikiran kita sendiri tentunya) > >Tapi sayangnya kebanyakan orang tidak mau belajar > lagi setelah lulus kuliah, makanya besok jadi kakek pikun. > >Kemarin saya nonton liputan rumah bung Hatta di tv, ternyata koleksi bukunya >mencapai 10.000 ! >Wajar kalau dia punya kualitas yg berbeda dari orang kebanyakan. > > ------------ --------- --------- > >Tambahan dari Narpati > >Kebiasaanku membaca hal-hal berat berawal dari baca Kompas dan Tempo dan itu >aku baca di rumah tetangga. Sampai akhirnya orangtuaku berlangganan dua itu >(sampai Tempo dibredel di pertengahan 90-an), biar aku gak diajari macam-macam >ama tetangga. > >Dulu juga karena aku gak punya duit jajan buat ditabung, akhirnya kalau ke >rumah tetangga seringkali cuma buat numpang baca buku tetangga. Dari komik >milik temanku, sampai buku-buku ensiklopedia milik orang tua temanku. > >Coba lain kali kalau baca koran, jangan cuma baca beritanya tetapi juga >opininya (setiap koran pasti ada). Berbeda dengan berita yang > biasanya sekedar melaporkan berita, opini biasanya berisi yaaa... opini > *gubrak. Analisis terhadap sebuah masalah. Kadang-kadang pengetahuan si > penulis dicurahkan di situ. Itung2 kuliah gratis (kalau korannya minjam). > >Membaca tidak ada gunanya bila tidak melakukan dua hal: >1. dibagi pengetahuan yang didapat kepada orang lain >2. menerapkannya > >kalau cukup cerdas, tambahkan >3. mengkritiknya untuk lebih maju dari si pengarang buku. > >------------ --------- --------- >Tambahan lainnya > >4. menulis kembali/menyimpulka n/menganalisa hasil bacaan > >------------ --------- --------- -- >Menyebarkannya, salah satu ciri orang bijak... > > >
