GALANG LIMAPULUH RIBU RUPIAH “CHANGE
WITH READING”

Oleh Gol A Gong

 

Buta aksara di Indonesia jadi
fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara.
Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa
diredam hingga ke 7 juta jiwa. Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada
puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon,
Banten, Selasa (8/9) dalam sambutannya mengatakan, “Supaya tidak ada lagi warga
buta aksara, wajib belajar sembilan tahun mesti bisa dinikmati semua warga.
Kita perkuat terus wajib belajar.”

 

TEMA

Sementara,
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengklaim Provinsi Banten telah berhasil
menjalankan program pemberantasan buta aksara dengan baik dan mencapai sasaran.
Jika sekitar lima tahun lalu, warga buta aksara mencapai 500 ribu lebih warga,
pada tahun 2009 bisa berkurang tinggal sekitar 155 ribu warga. “Kini Banten
masuk sepuluh besar provinsi terkecil memiliki penyandang buta aksara. Prestasi
ini cukup menggembirakan dan mesti terus ditingkatkan supaya semua warga melek
aksara,” kata Atut. 

 

Maka Rumah Dunia yang didirikan pada 3 Maret 2002, merupakan lini sosial 
Yayasan Pena Dunia, berakta
notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, Nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mencoba
berpartisipasi dalam bentuk kegiatan sepanjang 2010 dengan tema  Change with 
Reading”, yang diartikan
sebagai “Ubahlah dirimu dengan Membaca”. Rumah Dunia sebagai learning centre di
bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas
mengajak waraga pelajar dan mahasiswa di Indonesia umumnya dan Banten khususnya
memasuki fase membaca dalam
arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global.

 

MOTIVASI

Melalui tema “Change with Reading”, kegiatan di
Rumah Dunia sepanjang 2010 dimaksudkan memotivasi seluruh lapisan masyarakat
agar aktif membaca dan secara terus-menerus 
menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju
ke arah yang lebih baik. 

 

Membaca di sini tidak hanya secara tertulis,
tetapi juga yang tersirat, seperti mendiskusikan  fenomena kedaerahan (lokal) 
hingga tingkat
yang lebih luas lagi, yakni fenomena nasional bahkan global (dunia).

 

Tujuan yang diharapkan dari gerakan Change with
Reading ini adalah membuka wawasan, mengubah pola pikir, dan meningkatkan
kualitas hidup dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi.

 

DUTA

Untuk mengampanyekan gerakan “Change With Reading” di Banten, maka Rumah
Dunia mengumpulkan para duta “Change with Reading” mulai dari pelajar tingkat
SD, SLTP, SLTA hingga mahasiswa di perguruan tinggi negeri/swasta pada  Sabtu, 
9 Januari 2010, pukul 09.00 – 17.00
WIB, bertempat di Rumah Dunia. Pada hari itu akan ada pencanangan “Change with
Reading” bersama HM. Masduki, Wakil Gubernur Banten.

 

Selain pencanangan, para duta “Change with Reading” tingkat SD dan SLTP
saling mengasah ekspresi dalam lomba menggambar poster. Sedangkan duta SLTA dan
perguruan tinggi berkompetisi menuangkan gagasannya tentang “Change with
Reading” dalam bentuk essay serta mempresentasikannya di depan dewan juri. 

 

Dengan cara seperti ini, para duta “Change with Reading” sanggup memotivasi 
teman di sekolah dan kampus,
bahkan /masyarakat sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus  
menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa
mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik. Mereka juga diberi
kesempatan  mengadakan acara
dengan tujuan membuka wawasan
teman/masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan
berdiskusi di sekolah/kampus.  

 

DISKUSI

Selain lomba menggambar poster dan menulis essay bagi para duta “Change
with Reading”, pada hari pencanangan itu juga akan ada pameran komunitas
literasi serta bazaar buku murah, orasi oleh Ahmad Mukhlis Yusuf
(Direktur LKBN Antara), pentas teater Remaja Ciloang dengan lakon “Waktu yang
hilang”. 

 

Tentu menu diskusi menjadi bumbu penyedap, yaitu Diskusi Interaktif dengan
tema “Change with Reading: Mengubah Hidup dengan Membaca”. Para pembicaranya Eko
Endang Koswara (Kadindik Prov. Banten), DR. H. Zulkieflimansyah, SE, MSc, Ella
Yulaelawati, M.A., Ph.D (Dirktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (Direktur 
Forum
Indonesia Membaca).

 

Puncak acara Pencanangan “Change
with Reading” oleh Wakil Gubernur Banten, dengan cara membagikan buku kumpulan
karya tulis Duta CWR dan menuliskan testimony pada sebidang kanvas, diikuti oleh
Ahmad Mukhlis Yusuf, Eko Koswara, Zulkieflimansyah, Ella Yulaelawati dan Wien
Muldian.  

 

BIAYA

Pencanangan “Change with Reading”  akan dihadiri sekitar 400 orang  dan 
memutuhkan biya sebesar Rp. memakan biaya
sebagaibikut Rp. 15.000.000,- (Lima
Belas Juta Rupiah) untuk kesekretariatan, perlengapan seperti menyewa tenda,
kursi, dan sound sytem. Konsumsi peserta menyedot anggaran besar. Biaya lainnya
untuk kepentingan publikasi (liflet, spandk, dan backdrop, serta hadiah bagi
para pemenang lomba.

 

Jika ada perusahaan tertarik bekerjasama dalam bentuk barter; menyumbang
konsumsi, misalnya, akan meringankan beban anggaran. Perusahaan tersebut
diperbolehkan memasang spanduk dan membuka stand. Logo perusahaan juga akan
kami sertakan di liflet, spanduk, dan backdrop. Tapi ada cara lain yang kami
lakukan adalah “Galang Dana Rp. 50.000,-“ 

 

DAFTAR PENYUMBANG

Itu sudah kami mulai dari para relawan, yaitu:

Gol A GongToto ST
     RadikFirman
     VenayaksaHilal
     AhmadRama
     RahmatAji
     SetiakaryaIbnu Adam
     AvicienaRG
     KedungkabanLanglang
     RandhawaSiapa
     menyusul?

 

Jika Anda tertarik menyumbang langsung transfer
saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas
C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan
bermanfaat. (*)

 

 




      

Kirim email ke