ada sebagian orang yang karena adaa aturan, maka dilanggarnya. banyak kaum remaja melakukan pelanggaran karenaa ingin dianggap hero. dan dalam ilmu pengetahuan, rasaanya seeh einstein melakukan "pelanggaaran" melalui refleksi dan risetnya, dan melacak kepada akaar soal yang semula asumsinya dia anggap keliru. demikian juga dengan galileo yaang dihukum mati, adalah sejenis "pelanggaran". namun seperti juga "pelaanggaran" einstein, dia melahirkan teori dan makna baru untuk sejaraah, kehidupan manusia dan peradaaban. TAPI, memang ada juga yang "MELANGGAR" KARENA BUTUH KUM KREDIT UNTUK SEKEDAR KENAIKAN PANGKAT. jadinya reseh dan recehan banget!!
________________________________ From: radjimo Sastro Wijono <[email protected]> To: komonitas kita <[email protected]> Sent: Sun, February 21, 2010 11:27:15 AM Subject: RE: [WongBanten] Bls: (pengen ketawa) penjipalakan adalah dosa besar, yg tidak bisa diingatkan begitu saja, tp juga harus diberikan sanksi. bukankah dalam menulis ilmiah itu ada aturannya. MARI JADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK! radjimo Sastro Wijono http://radjimo. blogspot. com http://gangraflesia .blogspot. com +6217 814 624 ________________________________ To: wongban...@yahoogro ups.com From: boni_triyana@ yahoo.com Date: Sat, 20 Feb 2010 19:10:18 -0800 Subject: Re: [WongBanten] Bls: (pengen ketawa) Saya pikir seharusnya orang yang menuli ke koran harus pula tahu caranya melakukan pengutipan. Apalagi seorang professor. Saya sering menemukan orang-orang yang merasa gengsinya turun apabila ia menyebutkan sumber yang dikutipnya dalam tulisannya. Padahal di dunia ini semua hasil dari pengembangan ide yang sudah ditemukan oleh orang-orang sebelumnya. Jelas ini merupakan pelajaran buat kita semua. Masalah seperti ini harus diselesaikan secara tuntas supaya tidak terjadi kesimpangsiuran. Kalau memang Prof Sholeh merasa telah mencantumkan kutipan sebagai footnote dalam artikelnya, maka seharusnya pihak FB dan Baraya mengklarifikasinya. Terlebih kepada jabrik opini yang bertanggungjawab atas pemuatan artikel tersebut. Coba cek lagi file yang dikirimkan, apakah benar ada catatan kaki di dalamnya. Dari sini kita akan tahu siapa yang lalai? sang professor atau redaksi? Begitu saja. BT --- On Sun, 21/2/10, asurya...@yahoo. com <asurya...@yahoo. com> wrote: >From: asurya...@yahoo. com <asurya...@yahoo. com> >Subject: Re: [WongBanten] Bls: >To: wongban...@yahoogro ups.com >Date: Sunday, 21 February, 2010, 9:43 AM > > >> > > > > > > > >> > >> > > > > > > > > > > > >Kok jd aneh perkara penjiplakan jd urusan ingat-mengingatkan antara anak dan >orangtua. >Powered by Telkomsel BlackBerry® > ________________________________ >From: eddy kemed <kemed2...@yahoo. com> > >Date: Sat, 20 Feb 2010 18:18:56 -0800 (PST) >To: <wongban...@yahoogro ups.com> >Subject: [WongBanten] Bls: > > > > > >> > > >saya sependapat kang golagong..ini adalah saran dan solusi baik.. kami setuju >bila ini plagiat dan kita ingatkan antara anak kepada orang tua dengan cara >dan saran akang tadi.. kalo kita lihat berita kompas terbitan jumat tgl 20 >feb' 10 kemarin ada pernyataan rektor UII Yogyakarta saya setuju bahwa >"penjiplakan di kalangan dosen dan guru besar bisa terjadi tanpa sengaja, >penyebabnya ketidaktahuan yang bersangkutan terkait batas pengutipan yang >diperkenankan dalam penyusunan karya ilmiah" jadi berikanlah kesempatan pada >orang tua kita untuk memperbaikinya. . trimakasih kang.. > > ________________________________ Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. ________________________________ New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.
