lontaran yang menarik, walaupun secara pribadi saya agak sulit
terlibat. paling-paling hany mengikuti dari milis atau rumahdunia.com.
saya sangat berharap jika memang elite di banten mengikuti milis ini,
juga apa yng disampaikan di rumahdunia.com, juga village.com.
bagi saya, jika saja elite di banten punya fokus kepada kedua kegiatan
yng digarap oleh tapak bumi dan rumah dunia, rasanya itu sudah
maksimal. 
tentu saja, lontaran gagasan melalui milis wong banten juga sangat
menarik. 
semoga isu elite banten membaca milis ini, benar-benar terbukti.
(catatan: di palu, elite kota palu dan sulteng dan sejumlah kalangan akademisi
demikian getol mengikuti tiga milis warga. dan di sana terjadi diskusi
yang menarik).
hhd.





________________________________
From: Boni Triyana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, March 12, 2010 10:39:01 PM
Subject: [WongBanten] Forum Rembug Banten

  
Sedulur sadayana,
 
Sekadar usul. Akhir tahun lalu, saya diundangn redaksi Radar Banten untuk 
bicara tentang refleksi akhir tahun bersama ekonom Banten Dahnil Azhar. 
 
Dalam diskusi itu mengemuka gagasan mendirikan Forum yang terdiri dari 
orang-orang yang peduli pada Banten. Forum ini diharapkan bisa mengawal or at 
least mengamati pembangunan di Banten. 
 
Forum ini diharapkan bisa menyumbangkan pemikiran-pemikiran terbaiknya untuk 
kepentingan warga Banten. Forum ini lahir sebagai satu bentuk keprihatinan 
terhadap Banten, apapun penyebab keprihatinan itu. 
 
Yang ingin saya tanyakan, bagaimana nasib pendirian forum ini? 
 
Ohya, dari seorang kawan saya mendengar kabar katanya forum kasak-kusuk, 
desas-desus dan bisik-bisik kita di milis ini dijadikan bahan diskusi oleh para 
pejabat di Banten. Komentar-komentar kita di sini ternyata diperhatikan dan 
dibahas. Saya tak tahu bagaimana nada pembahasannya: minor atau mayor?
 
Saya rasa ada baiknya menjalankan skema demokrasi deliberatif yang dikemukakan 
oleh filsuf Habermas: kelompok-kelompok masyarakat sipi dan intelektual 
"menggempur" kebijakan yang dibuat oleh penguasa (lokal) dengan cara 
terus-terus memproduksi wacana dan menyuarakan secara konsisten wacana/aspirasi 
kehendak rakyat sampai aspirasi itu dilaksanakan oleh penguasa. 
 
Tentu ini cuma sekadar usul. Saya hanya ingin tahu perkembangan ide itu. 
Mungkin di sini ada Lutfi, wartawan Radar Banten yang menggagas ide itu. 
 
Tabik,
 
Bonnie Triyana 

________________________________
 New Email names for you!  
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
 


      

Kirim email ke