Pandeglang Student Center (PSC).

 

Karena tidak punya biaya, Juara umum dari Tsanawiah Kadulisung angkatan saya
berhenti sekolah, dan langsung di Nikahkan dengan pedagang tempe di
kampungnya, Karena tidak punya biaya orang yang selama di SMA mengajari saya
Matematika, tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, padahal
cita-citanya, jauh melebihi cita-cita saya pada waktu itu.

 

Kami percaya banyak orang yang bernasib sama seperti sahabat-sahabat kami
tersebut, oleh karena itu, saya dan teman-teman di Pandeglang, tergerak
membuat sebuah perkumpulan yang berusaha menolong orang-orang tersebut,
orang yang cukup cerdas, akan tetapi terbatas secara ekonomi, dan kami
percaya suatu saat nanti, dengan Ilmu dan kecerdasan yang mereka miliki,
suatu saat nanti mereka bisa memberikan sumbangsih untuk kemajuan negeri
ini, untuk daerah kami, minimal untuk keluarganya.

 

Kegiatan yang kami lakukan adalah dengan cara mengadakan bimbingan belajar
cuma-cuma, dari semua siswa IPA di SMA 1 Pandeglang kami seleksi, kami pilih
30 orang, dan selama 1 tahun kami bina, setelah mereka di terima di perguran
tinggi, kami coba carikan bantuan, baik bea siswa ataupun orang tua asuh.

 

Tahun pertama kami lalui dengan begitu manis, beruntung kami bertemu dengan
romi, anak seorang buruh tani, yang setiap hari menggayuh sepeda dari rumah
ke sekolah sejauh 7 km karena tidak punya ongkos, dan dodi anak seorang
pedagang asongan, mereka benar-benar sosok yang kami. Sangat cerdas, akan
tetapi  sangat terbatas secara ekonomi.

 

Tenaga pengajar di PSC dari berbagai Universitas, dari ITB, UNPAD, UPI,
UNTIRTA, dan Insya Allah semua mengajar Ikhlas karena Allah.

 

Alhamdulillah, berkat Pertolongan Allah, romi diterima di Fakultas Teknik
Industri ITB, dan mendapatkan beasiswa bebas SPP, dan biaya hidup selama 1
tahun dari Alumni, dan berkat bantuan teman2, untuk daftar ke ITB, kami
hanya membayar Rp. 1 jt rupiah. Dodi diterima di Teknik Kimia UNDIP dan di
angkat anak asuh oleh Ibu Tri Mumpuni Iskandar, di tanggung biaya Kuliah
ataupun biaya hidupnya.

 

Alhamdulillah juga, beberapa Alumni PSC juga di terima di IPB, UNJ, UI,
STAN, UNTIRTA, Alhamdulillah mereka dari kalangan berada, jadi kami tidak
perlu pusing-pusing.

 

Tahun kedua bimbelan tidak kami gratiskan, tapi membayar sesuai manfaat,
seikhlasnya, walaupun memang banyak yang tidak bayar, tapi tidak apa-apa,
Inysa Allah bukan itu yang kami cari. kegiatan PSC angkatan kedua sudah kami
tutup bulan maret ini, semoga banyak kabar baik. Mulai tahun ini rencananya
kami akan mencari pelajar yang miskin dan cerdas dari semua SMA yang ada di
Pandeglang, tidak hanya di SMA 1 saja.

 

Saat ini PSC di manage oleh anak-anak mahasiswa, kebanyakan dari UNTIRTA
karena memang dekat, Alumni pertama PSC sendiri, saya hanya sebagai pengajar
dan pembina saja, supaya bisa regerasi maksudnya.

 

Walaupun kami sering demo, mengkritik pemerintah daerah, menghujat bupati
yang korup baik itu di jalanan ataupun di dunia maya, tapi sebetulnya kami
percaya, bahwa Pendidikan adalah satu-satunya jalan terbaik untuk
memperbaiki keadaan daerah kami, dengan pendidikan masyarkat bisa cerdas dan
sejahtera, Inysa Allah kalau sudah cerdas dan sejahtera tidak akan bisa di
beli oleh kerudung ataupun amplop saat Pilkada.

 

Sebentar lagi siswa-siswa kami mengikuti test perguruan tinggi, jika
sahabat-sahabat wong banten mempunyai Informasi tentang beasiswa, atau
filantropis yang sering menerina anak asuh, atau jaringan Alumni sebuah
Univeristas yang  siap membantu adik kelasnya, silahkan di bagi
Informasinya, semoga bermanfaat juga untuk yang lain.

 

Salam hangat dari Urang Pandeglang

 

Heru Fahrudin

 

Kirim email ke