________________________________
Dari: Adrianto <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 11 Mei, 2010 11:52:02
Judul: RE: [YF] [JAWAB] Program IDE [Bea Cukai]
Salam bro winarno,
Urun jawab tapi CMIIW ya ...
Oh ya, sebelumnya saya klarifikasi dulu singkatannya mungkin EDI
(Electronic data Interchange) dari Bea Cukai.
Setahu saya, memang program yang dibuat oleh PT. EDI Indonesia
itu masih menggunakan VPN point to point, jadi user membaca data dari server di
EDI dengan cara akses dengan line telephone dan langsung direct VPN ke server
disana yang terhubung juga ke line telephone disana. (kayak VPN jaman dulu waktu
masih pake Dial Up)
Nah untuk mendukung VPN Dial up ini, emang harus pake modem dial
up.
Dan emang untuk settingnya mereka meminta IT dari perusahaan
tersebut untuk datang ke Kantor PT. EDI dan membawa CPU yang akan di jadikan
penghubung komunikasi datanya. Seingat saya mereka “ nggak pernah “
dateng ke kantor yang bersangkutan.
Jawaban :
1. Setahu saya memang PT. EDI Indonesia hanya menginstall dan
konfigurasi PC langsung di kantor mereka, dan mereka akan meminta IT dari
perusahaan yang akan menggunakan jasa mereka untuk datang dan membawa CPUnya.
Namun
ini hanya untuk installasi awal saja, kalo ada update atau perbaikan program,
biasanya mereka akan membuat announcement di website mereka untuk di download.
Dan ini sudah menjadi tradisi mereka, karena yang pernah saya
lihat memang mereka cukup sibuk.
2. Sampai saat ini bisa saya pastikan modem ADSL tidak bisa
digunakan untuk aplikasi EDI, karena aplikasi tersebut membutuhkan modem Analog
karena alasan keamanan data, maka data dikirimkan langsung direct by phone line
ke server pusat dengan di encrypt. Bahkan, hanya aplikasi yang terdaftar yang
bisa melakukan komunikasi data, kalau terdetect aplikasi tersebut dari komputer
yang berbeda, maka otomatis aplikasi EDI nya akan terblokir dan perusahaan
tersebut tidak bisa melakukan Proses Export / Import.
Demikian mungkin informasi yang saya tau, kalo ada yang salah
tolong di koreksi ya.
Adrianto
From:yogyafree-perjuanga n...@yahoogroups. com
[mailto:yogyafree- perjuangan@ yahoogroups. com] On Behalf Of Winfighter
Sent: 11 Mei 2010 10:51
To: yogyafree-perjuanga n...@yahoogroups. com
Subject: [YF] [TANYA] Program IDE [Bea Cukai]
Salam
sebelum
tanya, saya mau cerita kejadiannya dulu....biar lebih jelas.
2
minggu lalu, tempat saya bekerja, diharuskan untuk membeli program Beacukai,
seharga hampir 10 juta [kerjasama antara beacukai + programmernya] . setau saya
seluruh perusahaan yang berada di kawasan berikat diwajibkan untuk membeli
program tersebut.
dan
program tersebut terintegrasi ke bea cukai pusat, untuk pengurusan ekspor
importnya, melalui internet.
yang
jadi masalahnya sekarang, program tersebut setelah di instal tidak bisa
terintegrasi ke server pusat.
setelah
bolak balik bawa CPU + modem ke penjual programnya, akhirnya diambilah
kesimpulan ...
1.
Modemnya tidak cocok antara modem tempat saya bekerja dengan modem yang dipakai
oleh pembuat programnya.. .???
2.
modem yang dipakai harus modem bermerk [3com, pro link, dan lainnya... saya
lupa..], semuanya analog.
he
he, dengan alasan tersebut..., saya jadi bingung, kenapa modemnya jadi masalah,
padahal sebelumnya kami tidak ada masalah dengan internet, [speedy office], dan
kenapa harus pakai yang analog..??, yang setau saya modem analog sudah model
lama yang dulu pernah dipakai untuk dial-up [telkomnetinstant]
modem
yang saya gunakan kebetulan bermerek AZTECH, dan ini memang sudah 1
paket waktu pemasangan speedy.
Pertanyaannya
:
1.
sejauh mana tanggung jawab seorang penjual program tersebut ke customernya. .?,
apalagi program tersebut, digunakan untuk hal yang sangat penting, apalagi
dengan mendompleng nama institusi pemerintah.
Note
: Penjual programnya saya suruh datang2 ke Pt. gak bisa..., katanya sibuk,
....padahal saya mau banyak tanya...kenapa modem jadi alasan...?
2.
apakah ada hal tertentu yang harus saya seting sendiri pada windows XP
atau modem aztech tersebut, agar program tersebut bisa dipakai dan terintegrasi
ke server pusat.
terima
kasih sebelumnya, mungkin mas nathan atau teman2 yang lain bisa ikut sumbang
saran atau punya pengalaman yang sama mengenai program tersebut.
terima
kasih
winarno