apa yang telah diulas oleh wadanyon saya, pak utomo
tentang kondisi batalyon I/ITB saat ini, benar-benar
suprise. Dan itu membuka wacana lama dalam pikiran
saya tentang organisasi yang banyak memberi manfaat
pada kehidupan saya, saya pikir wacana ini menarik
untuk kita diskusikan dalam milis ini.

Rifki Muhida


--- Oetomo Tri Winarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> WCDS,
> Saya salut kepada alumni-alumni senior yang masih
> sangat peduli terhadap
> nasib Yon I. Sebagai alumni muda (paling tidak masih
> merasa muda) saya
> perkenankan saya menyampaikan pandangan saya
> mengenai krisis di Yon I saat
> ini.
> 
> I. Beberapa Fakta
> 1.1 Jumlah anggota yang menurun
> Krisis personil ini saya rasakan sudah dimulai sejak
> setelah angkatan saya.
> Jumlah anggota baru dan anggota yang aktif terus
> cenderung menurun. Sebagai
> gambaran sewaktu saya jadi Wadanyon, staf saya yang
> aktif hanya 3-4 orang.
> Untungnya waktu itu anggota senior masih banyak,
> jadi saya bisa memobilisasi
> anggota senior.
> Dalam lima tahun terakhir ini jumlah anggota baru
> rata-rata di bawah 10
> orang. Dan dari jumlah ini tidak semuanya terus
> aktif. Anggota senior juga
> semakin sedikit, karena lebih cepat lulus.
> 
> 1.2 Kegiatan akademik yang ketat
> Kurikulum baru menghendaki mahasiswa cepat lulus.
> Waktu kuliah dibuat
> semakin efektif, sehingga waktu lowongnya semakin
> sedikit, tidak ada libur
> panjang seperti dulu. Dalam satu tahun ada tiga
> semester. Kondisi ini
> menjadikan hampir seluruh perhatian mahasiswa
> tersedot ke masalah kuliah.
> 
> 1.3 Jumlah kegiatan yang relatif tetap
> Kegiatan rutin/tahun di Yon I dari dulu sampai
> sekarang relatif tetap.
> Yaitu:
> -Diklatsar dan Lattap
> -Dinas Staf
> -Suspelat
> -Binkija
> -Operasi Rajawali
> -Pam Wisuda
> -Pam Sipenmaru
> -Pam P4 (sekarang dibekukan)
> -Asisten Kewiraan (sekarang bukan monopoli anggota
> Yon I)
> -Acara Gandan
> -Upacara 17 Agustus
> -Upacara lain di Kampus
> -Upacara/Acara di Skomen
> -dll.
> Belum lagi kegiatan yang sifatnya insidentil yang
> diinstruksikan langsung
> oleh PR III dsb., yang tidak mungkin dihindari.
> Kegiatan-kegiatan di atas kayaknya sulit sekali
> dirampingkan/dikurangi.
> Meskipun pada masa saya, saya sudah mencoba
> menghapus kegiatan yang tidak
> terlalu esensial, seperti Operasi Rajawali. Tetapi
> rupanya tidak semua
> setuju dengan ini.
> 
> 1.4 Anggaran yang menurun
> Secara riil, anggaran ITB untuk Yon I terus menurun.
> Dari sejak saya aktif
> sampai sekarang jumlah nominalnya tetap, sedangkan
> harga-harga naik luar
> biasa. Kondisi ini tentunya baik langsung maupun
> tidak langsung mengurangi
> kualitas kegiatan. Di samping itu, anggota jadi
> bertambah kesibukannya
> dengan pekerjaan pengumpulan dana.
> 
> 
> II. Akibat dari Kondisi I
> 2.1 Beban bagi yang aktif makin berat
> Dengan jumlah anggota yang sedikit, kegiatan yang
> banyak, dan tuntutan
> akademik yang semakin ketat, menjadikan anggota yang
> aktif menjadi semakin
> berat bebannya. Dapat dibayangkan, kegiatan yang
> demikian banyak itu harus
> dikerjakan beberapa orang saja, mau tidak mau waktu
> untuk belajar terganggu.
> Ini saya alami sendiri sewaktu saya masih aktif.
> Saya masuk Menwa tahun 90
> dan lulus 93. Selama tiga tahun ini, perhatian saya
> full untuk Menwa, tanpa
> putus. Akibatnya IPK yang saya peroleh kurang
> maksimal.
> 
> 2.2 Penegakan disiplin turun
> Karena jumlah anggota yang sedikit, penegakan
> disiplin semakin sulit.
> Pendekatan penegakan disiplin dengan pemberian
> sanksi sangat sulit
> dipraktekkan. Jadi mohon dimaklumi apabila
> alumni-alumni senior berkunjung
> ke Yon I, barangkali situasinya tidak seperti yang
> dibayangkan.
> 
> 2.3 Esensi makin luntur
> Berkaitan dengan 1.1, 1.2, 1.3,  dan 2.2, penegakan
> sistem komando jadi
> semakin lemah. Sistem komando "tidak jalan", karena
> anak buah tidak
> sepenuhnya patuh kepada atasan (karena mereka
> barangkali ditekan oleh
> masalah akademik atau kelelahan/kejenuhan karena
> terlalu banyak kegiatan
> Menwa yang mereka tangani).
> 
> 
> III. Masalah anggota baru
> 3.1 Sebab-sebab anggota baru turun
> a. waktu lowong semakin berkurang, dulu pelaksanaan
> Diklatsar dilakukan pada
> saat libur panjang (+/- 2 bulan libur), sekarang
> tidak ada
> b. waktu kegiatan Yon I -seperti: Diklatsar, Dinas
> Staf, Suspelat- yang
> panjang, sehingga sulit bagi mahasiswa untuk ikut
> (karena waktu liburnya
> pendek)
> c. kesan kegiatan yang perlu banyak tenaga,
> menjadikan mahasiswa takut dapat
> mengganggu kegiatan akademik
> d. citra "militer" yang buruk akibat peristiwa
> kekerasan terhadap mahasiswa
> e. risiko kecelekaan yang tinggi
> 
> Sekedar memberikan gambaran, untuk butir (e) dapat
> saya kemukakan fakta:
> - 1990, siswa diklatsar meninggal
> - 1992, siswa binkija jatuh, koma +/- 2 minggu, cuti
> 1 semester
> - 1994, siswa diklatsar meninggal
> - 1997, anggota terkena ledakan sewaktu lattap
> - 1998, anggota kecelakaan lalulintas dalam tugas
> - 1998, anggota kecelakaan lalulintas dalam tugas,
> meninggal
> 
> 3.2 Menarik anggota baru
> Apabila pada kenyataannya anggota baru turun, itu
> bukan berarti tidak ada
> usaha untuk menariknya. Saya mengalami sendiri,
> berbagai usaha sudah
> dilakukan, dan sudah banyak dana yang dikeluarkan
> untuk menjaring anggota
> baru. Sampai akhirnya saya berkesimpulan, sangat
> lemah korelasi antara
> publikasi dan jumlah anggota baru. Faktor-faktor di
> luar itu, terutama
> akademik, jauh lebih kuat menjadi pertimbangan
> mahasiswa.
> Menurut saya, yang lebih efektif dalam upaya menarik
> anggota baru adalah
> dengan pendekatan personal. Poster, surat,
> selebaran, acara-acara bersama
> tentu saja sangat perlu. Tapi setelah itu harus ada
> tindak lanjutnya dengan
> hubungan-hubungan pribadi, sehingga calon anggota
> menjadi benar-benar tahu
> untung-ruginya ikut Menwa.
> 
> 
> IV. Interpretasi baru
> Memang benar apa yang disampaikan pak Syafril, Yon-I
> perlu interpretasi baru
> terhadap konsep Menwa. Namun barangkali karena
> keterbatasan-keterbatasan
> seperti yang saya sampaikan di atas, mereka belum
> mampu menemukan formula
> yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada
> (meskipun mereka juga juga sudah
> berusaha setengah mati mencarinya).
> 
> Barangkali kita semua perlu memberikan konstribusi
> untuk menemukan
> interpretasi yang tepat, setujuuu ....
> 
> Terimakasih
> 
> Oetomo/Ekek 24
> 
> -- 
>
-------------------------------------------------------------------------
> Untuk menghubungi moderator/List Owner double click
> link dibawah ini:
>    <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Untuk Unsubscribe, double click link dibawah ini
> langsung kirim
>    <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Untuk Subscribe, double click link dibawah ini
> langsung kirim
>   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>
-------------------------------------------------------------------------
> 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com
-- 
-------------------------------------------------------------------------
Untuk menghubungi moderator/List Owner double click link dibawah ini:
   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Unsubscribe, double click link dibawah ini langsung kirim
   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Subscribe, double click link dibawah ini langsung kirim
  <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
-------------------------------------------------------------------------


You are subscribed as : [email protected]


Kirim email ke