Pada waktu PD II Churchill bangga dan puas sekali terhadap performance intel
Sekutu (Intel khusus Inggeris). Intel ini dibentuk dari orang2 "aneh",
misalnya bekas guru, pemaik musik, ahli matematik, sastrawan, profesor
(dosen) elektronik (radio, radar) dll., yang rata2 mereka masih muda.
Kepalanya adalah orang 'jago' intel (umur disekitar 40 th) yang selalu
dibelakang layar dan hanya orang2 tertentu saja yang yahu bahwa dia eksist
(ada). Dengan orang gado2 ini spektrum cakupan social dan psikologinya luas
sekali.
Contoh kelihaiannya misalnya pada waktu radio beacon di pulau Malta,
guidance untuk mendarat darurat bomber2 sekutu yang tidak bisa pulang karena
rusak, di 'jammed' oleh Jerman. Orang2 pusing untuk mengatasi hal ini secara
teknologi, sebab kedua pihak sama2 ahli dan sama2 tahu siapa dibelakang
masing2 pihak (bekas rekan anggota [seminar] ilmu pengetahuan Eropah).
Datang ide konyol dari salah seorang jagoan sekutu. Dia menyarankan biarkan
beaconnya hidup terus, dalam 3 hari "jamming" Jerman akan hilang. Betul saja
setelah tiga hari Jammingnya hilang dan pesawat sekutu tetap terkendali
pendaratan daruratnya. Sesudah selesai perang ahli jamming Jerman
mendatangi"kolega" sekutunya dan bertanya apa teknologi baru yang Jerman
tidak dapat mengetahuinya sampai perang selesai. Jawabnya sederhana sekali
sambil senyum malu, "I just keep the beacon on, even though we are
suffering, to let you think that we have found an anti jamming systems that
you don't know. You stopped jamming at us to find new way to overcome our
anti jamming systems. And it worked".
Ini salah satu contoh masih banyak lagi. Ada bukunya, saya harus cari dulu.
Salam
Indradjaja Dalel
-----Original Message-----
From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, June 07, 2001 10:17 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [YONSATU] Fwd: Re: [pau-mikro] www.kilkbca.com
Hello Gank!
Di hari Kamis jam 08:55:03 GMT +0700 ( 07/06/2001 8:55 GMT +0700)
Indradjaja Dalel menulis:
> Bagus info anda, terima kasih. Saya teringat kasus'intel teknologi'
> yang kalah dengan 'intel psikologi manusia yang sederhana' (di
> Vietnam dan PD II) yang orang tidak menyangka sama sekali. This is
> where the experience become dominant. (Ilmu tipu menipu).
Eh ceritain donk soal kasus Intel Teknologi", belum pernah dengar tuh.
Yg pernah tahu sih bahasa Apache Navajo digunakan sbg "bahasa Sandi"
o/ pihak Amerika saat perang Dunia II.
--
Salam,
- Syafril -
--
--[YONSATU - ITB]------------------------------------------------------
On-line arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderator : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
-----------------------------------------------------------------------
Anda terdaftar di List ini dg alamat : [email protected]