Saya sangat tertarik sekali dengan isi dan pesan dari
tulisan Pak Bambang Subianto, karena memang apa yang
Bapak paparkan itu benar terjadi dan saya lihat
sendiri,kecuali dilingkungan pengelolaan asset
Perusahaan yang tidak saya ketahui selain dari koran.
Beberapa bulan yang lalu saya pulang ke kampung
halaman di Binjai - Sumatera Utara, suatu hari saya
mendengar keluhan dari masyarakat sekitar dan bahkan
bertemu langsung dengan oknum penebang hutan liar,
yang masih berada dalam kawasan bukit barisan dan
pegunungan leuser. Para pelaku memang menggunakan
backing untuk menebang tanaman hutan sampai masalah
transportasi pengangkutan bahan ke kota Binjai dan
Medan, truk yang sempat saya temui ada sekitar tiga
truk yang bergerak malam hari dan terbenam di jalan
yang lembek dan pada pagi harinya baru bisa keluar
dari benaman sehingga tidak memungkinkan perjalan truk
diteruskan dan truk beserta kayu di sembunyikan
ditengah-tengan perkebunan kelapa sawit, truk itu
adalah truk militer dari salah satu Batalyon di
Binjai. Mungkin istilah komisi atau Kick back itulah
yang mereka gunakan untuk memperlancar perjalanan dan
pemeriksaan petugas Polisi yang juga ikut bermain yang
terkait adalah para pejabat sekitarnya, Disana para
penduduk takut dengan aparat dan untuk aparat yang
melakukan pungli istilah disana "infak" dan sepertinya
di Medan sudah sangat merajalela sekali.
Bagaimana cara mengatasinya? (bagi saya masih tanda
tanya)
Karena infak ini tidak hanya dilakukan oleh aparat
tetapi juga para preman yang memakai baju organisasi
seperti Pemuda Pancasila(PP) atau Ikatan Pemuda Karya
(IPK) dibawah pim[pinan OLO Panggabean, ini adalah
organisasi pemuda yang besar di Kota |Stabat, Binjai
dan Medan sendiri diantara mereka sering saling serang
(Perang terbuka) seperti Film Hongkong (dengan
TRIADnyA) bahkan saling culik DENGAN KEESOKAN HARINYA
DITEMUKAN MAYAT DI parit atau selokan pinggir jalan
semua itu dilakukan untuk berebut jatah infak! hal itu
masih berlangsung sampai bulan Desember 2000 dan awal
bulan tahun 2001 pertempuran dimenangkan oleh kubuh PP
sehingga hampir disemua ruas jalan kota Medan terdapat
Markas Pemuda Pancasila.
Peristiwa lain adalah pemotongan beasiswa JPS untuk
siswa STM, dimana siswa tidak menerima jumlah seperti
yang dianggarkan, yang lebih memprihatinkan adalah ini
dilakukan oleh oknum Pendidik generasi, selanjutnya
saya tidak ketahui lagi kelanjutannya..
Seperti yang dipaparkan oleh pak Bambang izinkan saya
bertanya :
1. Apakah ketentuan mark up sudah ada dari dulu
(sepertinya)walau baru konvensi antara para pejabat
atau pengusaha dan Bank? Kalau memang sudah ada
konvensi mengapa tidak dilegalkan hitam diatas putih
secara hukum pengaturannya oleh Pemerintah sehingga
tidak terjadi pengelabuan antara nilai Riil dan nilai
buku yang merugikan.
2. Apakah pengertian mark up sedemikan buruknya?
karena terus terang hal ini hampir dilakukan oleh
semua mahasiswa ITB yang beraktivitas terutama dalam
kepanitiaan suatu kegiatan. Jika memang akan
menimbulkan Kebiasaan buruk "mark up"/penipuan nilai
riil ini yang mungkin akan terbawa sampai menjadi
pengusaha atau pejabat, harus segera dikikis perlahan
dengan pengertian dan mencarikan jalan keluarnya?
3. Bagaimana dengan kita? (Corps Menwa ITB), adek-adek
kita ada di sana (sebagai bahagian dari Mahasiswa
ITB), masih sanggupkah kita berbuat untuk mencetak
kader yang berprilaku Panca Dharma Satya, loyal, tahan
menderita tidak gampang silau dengan 3 TA, jujur,
tidak iri, ikhlas dalam berbuat sehingga militan dan
terpercaya untuk saat ini dan masa yang akan datang
tentunya (ya setidaknya dapat mencegah terjadinya
bencana atau krisis di atas).
Perlu diketahui bahwa kader Yon I untuk gelombang ini
tidak cukup satu regu!
Berapa tahun lagikah umur hidup Yon I? Banyak faktor
yang harus dipecahkan bersama (yang tidak dapat
dipikul sendiri oleh anggota aktif saat ini/tidak
hanya atau bukan lagi masalah dana tentunya) dengan
segera kalau kita tidak ingin Yon I tinggal nama,
tinggal kenangan, milist ini akan ramai untuk
periode(angkatan) tertentu saja. Atau kita semua akan
menghindar jika membicarakan Yon I / Jenuh?
Saya harap tidak karena salah satu gemblengan di Yon
I/ITB adalah agar dan harus dapat mengatasi tingkat
kejenuhan.
Maaf jika menambah kompleks pokok bahasan.
wassalam
Nomo Ruswanto
NBP.9674.08.32498
--- Bambang Subianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam untuk rekan-rekan YON-1,
> Saya mengikuti milis ini, sudah sejak lama. Kali ini
> ingin ikut nimbrung
> untuk sharing pemikiran. Mulanya saya terusik oleh
> berita tentang penebangan
> liar di hutan TNGL. Kemudian ketika direnung lebih
> lanjut rasanya
> "penebangan liar" sebenarnya tidak hanya terjadi di
> hutan-hutan Indonesia,
> tetapi yang lebih parah justru di perkotaan.
> Pelakunya sering kali tidak
> sadar, dan masyarakat sekitar juga tidak menyadari.
> Akibatnya parah, karena
> penebangan liar itu berlangsungnya sudah puluhan
> tahun. Mungkin sudah
> membudaya. Hasil dari penebangan liar itu adalah :
> nilai aset terpangkas.
> Kita terjebak dalam krisis ekonomi yang
> berkelanjutan. Dan ketika aset di
> BPPN ternyata nilainya jauh dibawah nilai buku
> kemudian sibuk mencari
> kambing hitam. Dan seterusnya . . .
> Selengkapnya terlampir di attachment.
> Salam.
> Bambang Subianto
>
> --
> --[YONSATU -
>
ITB]------------------------------------------------------
> On-line arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderator :
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe :
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>
-----------------------------------------------------------------------
>
>
> Anda terdaftar di List ini dg alamat :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ATTACHMENT part 2 application/msword name=PENEBANGAN
LIAR di hutan kota.doc
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Make international calls for as low as $.04/minute with Yahoo! Messenger
http://phonecard.yahoo.com/
--
--[YONSATU - ITB]------------------------------------------------------
On-line arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderator : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
-----------------------------------------------------------------------
Anda terdaftar di List ini dg alamat : [email protected]