| Date: | Fri, 24 Aug 2001 21:15:12 -0700 (PDT) |
| From: | "N. Ruswanto" <[EMAIL PROTECTED]> | Block Address | Add to Address Book |
| Subject: | : [YONSATU] Batalyon-I yg "Istimewa" |
Saya setuju dengan pendapat Pak Onang, bahwa semua masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui mekanisme yang ada bukan diluar mekanisme yang ada apa lagi dengan cara-cara kekerasan/pemaksaan kehendak(diskusi sambil pukul) untuk penyelesaian masalah. Saya kira itu bukan cara kita...
Kita menilai diri kita berdasar maksud kita, tetapi kita menlai diri orang lain berdasar perilaku kereka. Tentu kita tidak ingin dinilai seperti ini dan menghakimi orang lain dengan cara ini Saya masih berpendapat bahwa "BUKAN APA YANG KAU LAKUKAN YANG PENTING, TAPI BAGAIMANA CARA KAU MELAKUKAN ITU AKAN LEBIH PENTING" kita selalu diajarkan dengan cara atau etika yang baik. Dan gemblengan yang benar-benar demokrasi itu ada di kita...dan juga melatih untuk berbesar hati... Karena berbicara masalah ketidakpuasan pasti dari dulu selalu terdapat perbedaan yang menyebabkan ketidakpuasan dari angkatan ke angktan tapi yang penting adalah bagaimana cara kita menghadapi ketidakpuasan itu dan mengambil jalan keluar bersama dengan tidak menydutkan atau mencari-cari kesalahan orang lain, saya kira kita akan bisa mengorek begitu banyak kesalahan orang dan tidak habis-habisnya kita ceritakan tapi kita coba untuk mencari dan bercerita tentang kebaikan orang paling lama sejam selesai. Apalagi kalau masalah ketidakpuasan itu datang hanya dari beberapa gelintir, bukan mayoritas, yang saya kira kurang dapat menyesuaikan dengan medan operasi yang dihadapi. Dan kita harus menimbang kembali seberapa pentingnya dan urgentnya untuk diadakan Latrak (Latihan tradisi Korps) untuk pembaretan dibanding adik-adik kita harus menyelesaikan kuliah yang jatuh temponya juga bersamaan pada masa menjelang dan pelaksanaan rutin Latrak? Siapa yang akan bertanggungjawab terhadap masa depan mereka? Saya berpendapat bahwa saya sangat mendukung bila adek-adek di Yon I terus bersemngat menyelesaikan study, kalau sudah selesai baru kembali dengan rutinitas tugas Batalyon, dan cari solusi kretif dan inovatif...serta konstruktif Saya akan tetap bersama kalian selama kalian semua tidak main-main dan makan tulang kawan..., dan, dan tidak ada Komando sekomando kalian (anggota aktif) kalian sudah lakukan yang terbaik...jangan berhenti, terus lakukan yang terbaik... dengan memegang teguh Panca Dharma Satya serta pada pegangan agama kita masing-masing, ikhlas dan tidak irihati...Tetaplah berdiri tegak dan berjalan, seperti seorang prajurit dan bermental seorang Mahawarman, tapi ingat kalian bukan prajurit Pantang menyerah bukan berarti konyol,
Untuk Pak Martono, Pak Nano dan Pak Rinaldi, apa berita ini benar? Kalau memang benar saya sangat menyayangkan... Saya kira para alumni dan komunitas disini masih dapat mencerna dengan bijaksana dan tepat, masih mempercayakan kepada Komandan, Pembina dan Pak Iftikar sebagai ketua Corps. Bahwa semua ini dan permasalahan yang ada sudah dipikirkan, untuk mencari jalan yang yang terbaik untuk merancang kembali Rentsra Batalyon 2 - 3 tahun ke depan. Hanya perlu kesabaran karena kita semua punya prioritas masing-masing dan juga waktu untuk berkumpul...bersabarlah anyway jangan pernah mencari kambing hitam, karena bisa jadi kambing hitamnya adalah diri kita sendiri... not big problem, but may be need big solution dari yang masih dekat dengan yang aktif Nomo Ruswanto 9674.08.32498
Do You Yahoo!?
Make international calls for as low as $0.04/minute with Yahoo! Messenger.
Anda terdaftar di List ini dg alamat : [email protected]
