Wcds, kerabat dan rekan-rekan,
Pagi ini buka milis, ... eh dapet berita menarik dari rekan Sukris lagi. Asyiiik nih 
ye ..., kapan nih aku dapat nyobain seperti itu ? 
'But for the time being better forget about those exciting and thrilling seconds, ... 
me not at that level yet, ... pass my learning AFF exercise first, ... instead ...', 
nah, ... Ini Dia ... kata-nya pos-kota;
Saya pas sedang siapkan suatu acara pembahasan dengan subyek yang kebetulan juga 
sedang dan sudah dipakai oleh rekan Sukris ini.
Coba, ... materinya adalah membahas -untuk kepentingan sendiri dan teman-teman- 
mengenai 'risk' atau bahaya apa saja yang pernah terjadi, ... -bukannya mungkin 
terjadi- ... dalam suatu kegiatan atau sport yang 'extreme' tersebut.  
Untuk itu saya pakai bahasa yang tanpa tedeng-aling, ... tanpa permisi dulu, ... tanpa 
maksud macam-macam, membenarkan atau nakutin ... apa atau siapapun ! 
 
Acaranya adalah belajar, ... sekali lagi ... belajar, dari kejadian 'real' yang pernah 
terjadi dalam kaitan 'menjalani sendiri, mengikuti, atau melihatnya didepan kita'.
Karena namanya juga 'extreme', ... ya risikonya juga hanya satu; ... 'dead or death 
!', sesuatu yang enggak enak dibahas tetapi ... harus ... , untuk memperoleh 
pengetahuan, hikmah dan manfaat bagi kita semua, ... yang mau ... 'still survive' ! 
Macam dokter itu lho, ... men-diagnosa penyakit pasiennya yang ... tidak tertolong 
lagi, ... dalam forum yang 'limited' ... demi ilmu pengetahuan.
Dalam hal ini sebaiknya kejadian dan penyebabnya saja dikemukakan, dan bukan nama yang 
mengalaminya, berarti cukup dengan 'ybs', karena tokh ... sudah tidak ada lagi !
Agar tidak melenceng terlalu jauh, maka yang dibahas hanyalah faktor 'human own error' 
saja, jadi kejadian karena kecelakaan, yang diluar kemampuan, disengaja 'ybs' tidak 
perlu dibahas.
Saya pernah nyerempet mendengar beberapa kejadian dimana telah terjadi sesuatu atas 
'ybs', namun oleh para peserta, pelatih atau yang melihatnya, nampak ditutup-tutupi, 
... padahal hal ini sebenarnya tidak perlu. Hal ini bukanlah untuk mengorek luka lama 
atau keluarga namun 'just a technical knowledge not to be followed, ... a reminder 
what can happened to you or me also, ... a warning ... to be in tip-top condition, and 
know when to say no, ... to stop, ... or to retreat !'
Jelas setiap kejadian mempunyai kondisi pendukung dan penyebab yang berbeda satu sama 
lainnya, yang dengan gabungan kondisi fisik dan mental 'ybs', maka terjadilah 'that 
awfull fate' atau saat naas tersebut. Dan dalam lingkungan milis yang terbatas ini 
rasanya tak apalah kita tukar info untuk didengar dan dibaca rekan-rekan. Saya percaya 
banyak rekan-rekan yang tahu persis terjadinya sesuatu yang fatal tetapi tidak pernah 
mengungkapkannya pada yang lain, sampai ... terjadi lagi keadaan yang sama, maka ... 
tidak bisa lagi kita katakan; ... "kan gua udah bilang", ... atau "coba saya ceritakan 
sebelumnya", ... atau "seandainya saya disitu ...".
Kejadian-nya bisa saja pada saat sport free-fall, gantole, nyelam, white-water 
rafting, panjat tebing, rapelling, caving atau mendaki gunung dlll dst.

Untuk itu saya mulai buka beberapa kasus dengan huruf depan 'K.  ':
K-1. Tahun 1967. Lokasi Cirebon. Acara demo terjun payung. Peserta kebanyakan dari 
RPKAD.
Kejadiannya; ... salah seorang peserta ingin memecahkan atau menyamai rekor 
melepas-parasut-nya, yang saat itu adalah 2 kali 'intentional cut-off'. Dengan pesawat 
Dakota, drop disekitar 11-12.000 feet. Teman-teman dan instruktur grup-nya yang 
dibawah sudah tahu apa yang akan diupayakan itu, ... melihat barang bawaan-nya yang 
pating-trempel di depan dada dan punggung-nya. Saat itu rasanya belum ada bahan kain 
parasut yang halus dan ringkes seperti yang dipakai sekarang !
Dia menggunakan 2 parasut utama dan ... 2 parasut cadangan, ... rekan Sukris apa betul 
sih bisa ngatur begini ? 
Begitu pesawat siap pada posisi approach di altitude yang diminta, keluarlah 
'semut-semut' kecil dari pintu pinggir pesawat. Tetapi teman grup-nya yang pake 
teropong menunggu 4 yang terakhir yang mana pesawat naik satu putaran lagi sampai 
keciiil sekali. Sortie ke-1 sudah pada ngembang indah ....
Final drop-zone approach, ... 'semut' yang lebih kecil lagi mulai keluar, ... diincar 
yang kedua dari belakang. Terdengar gumaman mas Santoso ... "satu, ... dua, ...kok 
lamaa, ... tigaaa, ... setaaan kok dilepas lagi. ...", teriaknya jelas-jelas, ... saat 
itu arah teropong dan pandangan orang sudah mendekati horisontal !
Diatas masih nampak tiga gumpalan parasut hijau coklat kewer-kewer dalam satu garis 
vertikal, selanjutnya menyusul ... sreeet ... keluar nomor 4, ... tapi ... matiii-lah 
... terlalu dekat tanah, dan ... betul juga, parasut sudah mulai buka ... tetapi belum 
sempurna dan ... jeritan penonton termasuk yang dipanggung kehormatan-lah yang 
terdengar ! 'He lost his last chance !' 
Sayang sekali, ... benar-benar nekat split-second, ... parasut yang no. 4 adalah 
cadangan-nya yang terakhir, tapi tidak berhasil memecahkan rekor. Teman-teman 
berlarian dan ... kedua tulang paha sampai masuk kedalam badan sendiri, ... tahulah 
akibatnya ... dalam posisi berdiri !
'Ybs' saya kenal kehandalannya waktu angkatan 6 apalagi di free-fall (yang awam buat 
saya).
Verdict / analisa; ... terlalu nekat, khususnya waktu buka no. 3 terlalu lama, 
harusnya 'abort' dan jangan lepas / cut-off lagi yang no.3 itu. Sedihnya sudah tidak 
perlu dikatakan, ... dan sejak itu ... hal seperti ini dilarang, apalagi dianggap 
tidak mengandung manfaat operasionil tempur-nya. Bagaimana Sukris ?
 
K-2. Tahun 1976. Lokasi kolam renang Int.School Kuala Lumpur. Acara perorangan, hari 
Minggu pagi, seorang rekan dari Perancis yang sama-sama hobby selam skin-diving dan 
sebelumnya sering latihan di kolam jernih kedalaman 5.50 m dan laut bebas.
Kejadian: ... sesuai janji, dia datang duluan karena kontrakan-nya dekat sekolah ini 
tempat dia ngajar. Sekitar jam 07:00 pagi saya berdua baru datang dan ditemani seorang 
yang sudah menunggu di parkiran sebelumnya, masuk kompleks sport / kolam renang.
Dikira kita duluan, ... nyatanya ... sudah ada tas / bag, handuk dan slipper lainnya 
dibawah payung. Kolam bening / crystal-clear, tidak ada riak sama sekali.
Sambil santai lepas sandal dan naruh barang, nyariin teman yang duluan itu.
Begitu memperhatikan kebeningan airnya, didasar yang 3 meteran nampak jelas badan 
seorang meringkel, ... Alarm di benak langsung bekerja, bertiga berhamburan masuk 
kolam dan tanpa tanya lagi angkat badan yang sudah tidak bergerak itu. Wah, ... itu 
teman kita, lengkap pakai masker, snorkel dan fins, berarti dia sudah niat dan siap 
latihan duluan.
Tetapi kenapa ini bisa terjadi ? Tidak ada orang lain yang nampak disekitar ini ! 
Segera menaruh badannya di pinggir kolam, buka maskernya (kaca mata selam) dan ... 
jruuus keluarlah air dari dalam kaca yang ... warnanya coklat merah kental ! 'Bloody 
hell, ... what happened ?' ... teriak teman yang ikut angkat, ... Cepat-cepat kita 
basuh mukanya sampai sisa darah hilang, ... yang rupanya keluar dari hidungnya. 
Badannya dibalik, dipompa dadanya, dihisap mulutnya dll kita lakukan, ... tetapi ... 
badannya memang sudah dingin meskipun belum kaku.
Nguing, ... nguing, ... nguing ... ambulance dan dokter expat datang, tidak tahu siapa 
yang beritahukan, ... dan dengan penuh sesal kita melihat 'ybs' diangkut untuk ... 
otopsi, ... belum lagi nanti urusan polisi !
Berita ini tidak disebarkan, entah atas permintaan pihak Consulate atau keluarga, 
bahkan anak sekolah dan guru lainnya tidak ada yang tahu ! Disebut 'ybs' harus pulang 
mendadak ke negerinya !
Verdict / analisa : ...  .... coba siapa bisa terka ....

.. kita sambung selanjutnya ... , kalau-kalau ada yang nyambung kejadian lainnya 
silahkan !
Wassalam,   joseph wardi.

 


-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke