Wcds kerabat dan rekan-rekan, Genap sudah satu tahun aku menunggu kesempatan untuk 'naik-gunung' lagi. Rencana semula pada tahun 2001 dibatalkan 'at the last-minute' karena hanya selang beberapa minggu setelah kejadian WTC itu, sehingga beberapa expats khususnya yang terikat dengan aturan konsuler dari USA, UK dan Australia membatalkannya (harus konsinyasi tidak boleh keluar kota). Kali ini ceritanya singkat saja, coba disimak ! Yang membedakannya khusus untukku adalah bahwa kali ini saya ajak putri-ku yang baru menyelesaikan Ul-Um SMU kelas 2 untuk ikut serta. Wah, apa bisa tidak nih, bahkan untuk ngambil rapor-nya hari Sabtu saja ditinggalin ? Ngaku-nya sih ikut PA (Pencinta alam) di sekolahnya ? Inilah kisahnya ... Kamis, 20 Juni '02 berangkat dari Jakarta-Juanda. Malamnya briefing final dan dari data terakhir tercatat total ada 18 peserta. Yang cewek bule 5 orang, jadi nambah dengan putri saya rasanya cukup aman. Dicatat siapa yang tidak memiliki peralatan seperti tenda, ransel, sleeping-bag, matras dll. Jum'at-nya melengkapi segala kekurangan peralatan kecil, khususnya batere dan film.. Siapapun ingin mengabadikan momen yang jarang bisa kita lihat dan rasakan ini ! Sabtu, 22 Juni '02 jam 05:30, kumpul di lap.parkir Jasa Marga, Darmo Satelit, Surabaya. Setelah semua terkumpul, melaju dengan 5 kendaraan, langsung masuk Tol ke Gempol, check di Purwosari, Blimbing, Tumpang dan terakhir di pos TNBTS (Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru) sebelum memasuki kawasan hutan lindung. Berita terakhir hasil 'recce' adalah bahwa kali ini jalur jalan dari pos tersebut sampai Ranu Pane sudah diperkeras jadi tidak perlu pakai 'Jeep-badak' atau 4WD lagi, sehingga kendaraan Kijang maupun Panther yang dibawa bisa 'bablas' sampai pos awal pendakian, lumayan menghemat banyak waktu. Ternyata info ini benar. Meskipun dibeberapa tempat masih ada yang agak rusak dan berlubang namun jalan di hutan lindungnya sendiri sangat ok, terbuat dari beton dengan motif kotak-kotak sehingga anti slip. Ada juga kemajuan didaerah terpencil ini ! Jalan sepanjang 35 km ini dilalui dengan lancar meskipun sepi. Sempat berpapasan hanya 3 kali dengan truk-engkel. Ditengah perjalanan, pada posisi dipundak atas caldera Bromo (+2,400 m) pemandangan sangat menawan dibawah kita, ... terhampir lapangan yang begitu luas, sayangnya semua bewarna kuning tanda kekeringan ! Dari posisi ini ada jalan juga yang cukup baik menurun ke caldera. Kuingat kunjungan pertama tahun 1999, semua jalur ini masih tanah, debu, pasir yang tebalnya bisa setengah meteran ! Kali ini cukup apik, dan yang paling penting, ... tidak berdebu. Dalam waktu singkat kita sudah tiba di Ranu Pane. Bagian yang melapor menjalankan tugasnya, dan semua dengan penuh semangat merapihkan bawaannya. Untuk yang tidak mempunyai peralatan komplit segera dipinjamkan (sewaan dari kerabat di UnAir - ITS) sehingga setiap orang membawa perlengkapan ransel-nya masing masing. Logistik di-pool termasuk air minum yang ada 10 Aqua galon-an, itu bagiannya porter yang bawa ! Sekarang bagian perjalanan-nya; Ranu Pane (+2,015 m); ... start pendakian jam 11:30, ke-arah Tenggara, dengan jarak tempuh 11 km melalui jalur setapak yang cukup lebar, dengan sedikit naik turun mengelilingi 7 bukit. Kita menyusuri jalan dengan posisi lembah sebelah kiri dan tebing/bukit di-sebelah kanan. Posisi ini terus berlangsung selama 3 jam perjalanan non-stop, jalan yang agak meninggi ini tidak begitu terasa! Melewati bukit ke 5 mulai terlihat puncak Semeru yang begitu anggun, gagah dan ... kelihatannya gundul berbatu tok ! Semua sampai dengan selamat di pos perkemahan pertama, ... Ranu Kumbolo (+2,310 m) disini pemandangan sangat indah. Danau yang begitu tenang, air yang jernih, suasana damai dan alam yang kontras dari keseharian yang kita lihat, benar-benar menghilangkan penat kaki ! Herannya semua serba kekuningan ! Kering ! Bahkan rumpun yang dulunya hijau indah dan tinggi-tinggi, sekarang kenapa jadi pendek dan kuning ? Menurut keterangan, ini adalah 'early-season' ... musim kemarau dan sudah 3 minggu terakhir tidak ada hujan sama sekali didaerah ini. Di lokasi perkemahan ini selain rombongan kita masih ada 4 kelompok lainnya yang masing-masing berjumlah 3, 4, 8, dan 15 orang. Mengapa hal ini penting ? Bagaimanapun untuk keamanan kita harus tahu siapa dan apa tetangga kita, betul kan ? Secara total kelompok kita yang paling banyak; 18 peserta plus 12 porter ! Inipun mengambil posisi di-tengah padang rumput sedangkan kelompok lainnya menghampar kemahnya dekat ke pantai danau. Posisi kita adalah pada hamparan rumput kuning menghadap danau ke-arah Timur. Jam cepat berlalu, kemah masing-masing dipasang, punya saya+putri dapat hadiah pertama karena paling apik, cepat dan simple, maklum merk-nya Coleman sih. Hadiahnya ... coklat caramel satu dan ... bagian nyuci pot masakan malam, hehehe ! Yah, ... terima dengan senang hati. Jam 18:00 sudah mulai gelap, bulan yang menjelang purnama menampakkan diri di depan kita, muncul dari balik bukit dan cepat sekali naik, berbayang di permukaan air danau, ... sangat mengesankan ! Angin yang berhembus dari atas bukit belakang kita betul-betul terasa dan ... dingin. Api unggun dipasang oleh porter yang sudah tahu dimana mengambil kayu kering-nya. Di kawasan ini memang tidak diijinkan memotong pohon atau sembarangan membakar api unggun kecuali pada lokasi yang telah ditentukan. Lewat jam 20:00 udara sungguh luar-biasa dinginnya. Keesokan harinya tercatat suhu sekitar tengah malam mencapai 1-2 derajat Celsius. Saat subuh diatas atap beberapa kemah bahkan nampak butiran seperti salju. Bahkan bagi 'orang-bule' yang biasa di negerinya juga menyatakan bahwa suhunya betul dingin ... Dilanjutkan ... Wassalam, dari joseph wardi.
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu> 1 Mail/day : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>
