Lanjutan diskusi ttg 'Penulis Buku Lokal!'.
Ini rangkuman yg dilakukan oleh Ihsan Hariadi.

Begin forwarded message:

Date: Tue, 13 Aug 2002 08:05:46 -0700 (PDT)
From: ihsan hariadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [itb] jenis-jenis buku teks

    wachidah:
    --------- 
    Sebenarnya kalau buku itu harus hasil pemikiran sendiri atau hanya 
    merangkum saja boleh ?

    marno:
    ----- 
    Banyak penulis asing yang menulis buku dan isinya hanya "review"
    saja dari yang sudah ada. Tetapi buku yang ditulis seorang pakar    
    biasanya memang berlatar belakang pengalamannya, soal literatur 
    tentu saja perlu sebagai rujukan agar buku tersebut lebih lengkap   
    dan sebagai tindakan menghargai hasil pikir orang.          
                ************************************

    ihsan:
    -----
    benar, hal itu merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai
    tradisi ilmiah.

    kalau pembicaraan kita batasi pada buku teks untuk bahan kuliah
    di perguruan tinggi, saya melihat ada 2 kategori :

      (A) buku teks untuk tingkat Undergraduate (S1)
          -----------------------------------------
          Isinya materi yang sudah mapan, contohnya untuk Teknik
          Elektro, buku mata kuliah dasar : 

                  => rangkaian listrik (electric circuit)
                  => teori medan       (electromagnetics)

          isinya umumnya materi dasar yang sudah benar-2 mapan:
          hukum Kirchoff, teori Maywell, dsb.

          Di sini perbedaan satu buku dan buku lainnya mungkin ada
          di :

              <1> variasi cakupan materi / penekanannnya

              <2> urutan/metodologi pembahasannya 

              <3> aspek pedagogi : cara, pendekatan, dan gaya si 
                  pengarang menjelaskan suatu konsep yang sama
                  bisa berbeda-beda, juga contoh ilustrasi
                  yang digunakan : ada yang contohnya tetap
                  "abstrak", ada yang menggunakan contoh
                  kasus praktis ( misalnya untuk EM : bagaimana
                  mendesain kumparan pembelok berkas elektron
                  pada tabung CRT/layar monitor, atau bagaimana
                  merancang penggerak MHD pada kapal selam 
                  "Red October" :-)  ).

              <4> komposisi : antara kandungan teori & contoh soal

              <5> ada yang mungkin menambahkan simulation tool/program
                  (source code, atau bahkan CD nya) membantu mahasiswa
                   mencoba-coba sendiri ( saya sangat yakin buku teks
                   Teori Medan akan "suangat" membantu mahasiswa jika
                   dilampiri program simulasi that we can play around
..)
                 
             
       (B) Buku Teks tingkat Graduate (S2 dan S3):
           --------------------------------------
           Untuk kuliah tingkat Master/S2, akan baik kalau sudah
           menggunakan buku teks S2 sebagai pegangan. Isinya umumnya
           merupakan gabungan dari teori yang sudah mapan di tambah
           "recent development", jika perlu ditambah hand-out dari
           paper-2 yang baru (sekarang mungkin ditambah kumpulan URL
           di internet).

           Orang yang menulis buku untuk tingkat Graduate seringkali
           menambahkan di dalamnya hasil penelitiannya sendiri dari 
           waktu ke waktu. Artinya referensi dari buku tersebut 
           juga banyak mengacu pada paper-paper yang ditulis oleh
           penulis tersebut & associates. Edisi yang lebih baru
           umumnya mencantumkan materi yang juga lebih baru.

           Jika penulisnya seorang profesor, maka artinya bahan 
           hasl penelitian yang dicantumkan juga merupakan kerja tim
           dengan mahasiswa-2 graduate (S2 & S3) nya. Tidak jarang
           mahasiswa S2 dan S3 nya ini memang di "enslave" :-)
           secara khusus untuk membantu penulisan materi buku tersebut
           ( sebagai imbalan dari honor/studentship yang dia terima).
 
           Tapi juga ada style lain, banyak buku disertasi S3 (doktor)
           secara otomatis ( as is ) langsung di cetak menjadi buku
           ( tinggal ditambahi kata pengantar ) dan diberi nomor ISBN,
           jadi penulisnya adalah si penulis disertasi tersebut.

    wachidah:
    --------
    Agar tidak melanggar hak cipta bagaimana batasannya ?
    Kutipan langsung, kutipan tak langsung, gambar-gambar,
    pendapat/opini dll,  maksimal berapa persen, dan etikanya harus  
    bagaimana, harus minta ijin  dahulukah ? Bagaimana kalau  
    menerjemahkan dari HOWTO, manual dsb ? urusan  hak ciptanya  
    bagaimana ini, saya tidak mengerti, mohon penjelasannya.

   marno:
   ------ 
   Supaya tidak ragu coba ambil satu situs dan anda terjemahkan.
   Kemudian anda coba bernegoasiasi dengan pengarangnya, bagaimana  
   responnya jika buku anda akan digratiskan, bagaiamana pula repsonnya 
   jika buku itu hendak anda jual ? Pasti dari dua pertanyaan itu bisa  
   didapat kesimpulannya.

   ihsan:
   -----
   menambahkan sedikit dari yang dikemukakan mas marno di atas :
   Mungkin perlu dipilah antara :

          -> pelanggaran plagiasi
          -> pelanggaran hak cipta

   Pelanggaran plagiasi ( mengambil ide orang lain dengan mengaku
   hal itu sebagai ide dia ) merupakan pelanggaran etika/akademik,
   sanksinya, jika ada umumnya sanksi akademik. Dalam kasus berat
   jika ybs. mem-plagiasi hampir 100 % karya orang lain untuk
   mendapat gelar sarjana, mungkin gelarnya bisa di batalkan
   ( seperti pernah terjadi di UGM, sesuatu yang seharusnya
     sulit terjadi jika sistem bimbingannya benar ). Dalam
   kasus yang lebih ringan, mungkin sekedar menurunkan 
   kredibilitas/reputasi akademik ybs., jika ketahuan.

   Saya tidak tahu apakah orang yang dirugikan (di plagiasi)
   bisa menuntut secara hukum kepada pelaku plagiasi .. (?).
   Mungkin bisa jika ada Dasar Hukum yang sesuai.

   Sedang pelanggaran hak cipta merupakan pelanggaran hukum
   (perdata), sejajar dengan pelanggaran paten dan merk.
   Dalam kasus tulisan/buku, yang bisa disebut melanggar
   hak cipta adalah jika mencantumkan gambar & foto yang
   praktis di copy dari buku lain tanpa ijin tertulis 
   dari pemilik (penerbit) buku/referensi tersebut.

   ( kalau kita amati 'common-practice' di negara-negara
     lain, hal itu baru disebut melanggar hak cipta jika
     gambar-2 tsb. dipublikasikan secara luas : dimuat di buku
     atau majalah ). 
 
     Jika itu untuk buku TA S1, thesis S2 atau S3 yang hanya
     disimpan di perpustakaan, atau untuk diktat kuliah,
     umumnya sudah dianggap etis jika mencantumkan sumbernya
     /tanpa harus meminta ijin tertulis.

   wachidah:
   --------
   Kalau hal semacam itu diperhatikan, menulis buku2 ilmiah atau teknik
   itu susah sekali lho, harus melakukan research dahulu. Jadi teringat
   Prof. Donald Knuth dengan buku2nya "The Art of Programming" seri 1,  
   2, 3 itu seumur hidup dia cuma nulis 3 buku itu dan semuanya hasil  
   researchnya

   sendiri, makanya cuma bisa bikin 3.

   ihsan:
   -----
   Menarik. Tetapi di samping ide-ide individu penulisnya, tidak ada
   salahnya mengambil dari paper-2 yang ditulis oleh profesor tsb.
   bersama dengan tim peneliti (mahasiswa S3/S2) nya, ini yang nampaknya
   lebih lazim dan lebih feasible.

   Untuk bisa menghasilkan hasil penelitian yang akhirnya bisa ditulis
   menjadi buku (untuk tingkat Graduate), diperlukan suatu agenda
   penelitian yang ber "visi", sistematis dan konsisten, yang akan
   dilaksanakan dalan jangka panjang (multiyear).

                                 --- oOo ---

   Kalau saya sendiri salut kepada mereka, siapa saja orang Indonesia
   yang telah memubuat effort untuk menulis buku. Ini effort yang tidak
   kecil.

   Menurut saya, pada dasarnya apa saja bisa ditulis sebagai buku.
   Tinggal dirumuskan buku tersebut masuk kategori buku apa, untuk
   segmen pembaca yang mana. Hasil TA S1 juga bisa dijadikan buku.
   Karena ini merupakan pengalaman dari mengerjakan TA ( yang 
   bisa disebut sebagai "riset" pd. tingkat tsb. loosely speaking ),
   itu akan memberikan bobot tersendiri. Karena apa yang ditulis
   sudah benar-2 pernah dilakukan/dicoba, dibandingkan dengan
   yang merangkum, misalnya.

   Meskipun demikian, menulis review pun juga tidak mudah, mutu
   review sangat ditentukan oleh pengetahuan penulisnya. Handbook
   ataupun Ensiklopedi kan sebetulnya merupakan kumpulan "artikel
   review". Juga yang ditulis di majalah-2 seperti Scientific
   American itu ...

   Buktinya tidak semua orang mampu membuat handbook (handbook lebih
   sistematis dan mendetail dibanding ensiklopedi).

                                                       -ihsan-
--------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<[EMAIL PROTECTED]>

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke