Siapa yg kenal Pygmalion, ? or just a name ... (?).

Begin forwarded message:

Date: Mon, 16 Dec 2002 12:51:08 +0700
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [kebalen] [mm17-unair] Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif


-----Original Message-----
From: feraree [mailto:[EMAIL PROTECTED]] 
Sent: 06 December 2002 11:36
To: "Undisclosed Recipients"@cbn.net.id
Subject: Fw: [mm17-unair] Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

>Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

>Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai
>dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan
>kecakapannya itu yang menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan
>>tetangganya.

>Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia
>memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

>Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion
>berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

>Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan
>Pygmalion berbisik,"Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata,
>"Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih
>perlu".

>Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah
>merasa iba,"Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan
>>yang cukup di rumahnya."

>Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari
>segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah
>berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan
>hal-hal baik di balik perbuatan buruk orang lain.

>Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat
>halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung
>itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan,
>tubuhnya elok menarik.

>Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah, sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung,
>bukan isterimu."

>Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali
>patung itu ditatapnya dan dielusnya.

>Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap
>Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
>yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.

>Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah
>wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. 

>Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk menggambarkan dampak pola berpikir
>yang positif.Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau
>seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

>Misalnya, Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka
>orang itu pun akan menjadi ramah terhadap kita.

>Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia
>betul-betul menjadi cerdas.

>Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan
>upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

>Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

>Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau
>ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

>Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul
>dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

>Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya
>ia betul-betul menjadi tidak jujur.

>Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha,
>besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

>Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik
>tentang suatu keadaan atau seseorang.

>Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola
>pikir positif seperti itu.

>Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

>Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek
>tentang orang lain.

>Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

>Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk
>menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada
>kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk, kita
>akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita
>mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah."

>Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita
>menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau
>kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan
>syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi
>kepada kita." Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata
>yang kita pakai.
>
>Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup
>menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang,
>segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan
>menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang
>damai akan menjadikan hidup kita damai.

>Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir
>baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik
>tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

>Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.
>Keluarga menjadi hangat.

>Kawan menjadi bisa dipercaya.
>Tetangga menjadi akrab.

>Pekerjaan menjadi menyenangkan.
>Dunia menjadi ramah.

>Hidup menjadi indah.
>Seperti Pygmalion, begitulah.

>MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be
>filled with positive people only... how nice!!!!


-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<[EMAIL PROTECTED]>

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------

Copy Darat (Halal Bihalal, Natal dan Tahun Baru) akan dilaksanakan 4-5 Januari 2003, 
lihat footer Milis [EMAIL PROTECTED]

Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>


Kirim email ke