[ copy darat dilaksanakan 4-5 Januari 2003, lihat footer Milis anggota ]

Wah kalau diskusi milis Yonsatu dengan milis BUMN
terjadi pasti akan seru dan saya berharap hal itu
terjadi. Biar semakin ramai jagad bisnis di Indonesia.

Pak Ganapati memang benar, defisit itu khan masih on
paper belum terjadi mengapa harus ditutupi dengan
menjual barang yang sebenarnya bisa laku lebih mahal
(kalau mau bersabar). Dari kejadian tersebut saya
tambah yakin ada ketidaksinkronan antara kebijakan
makro ekonomi dengan kebijakan mikro ekonomi, sehingga
seolah-olah dengan menjual BUMN sekian triliun maka
kebijakan makro ekonomi pasti akan tercapai, oh....
mudah sekali....ya, padahal bukan disitu persoalannya.


Saya mencoba berpikiran buruk dan nakal dengan
mengasumsikan bahwa defisit itu didesain oleh pasar
yang punya kepentingan untuk mengambil gain dari
'harta' kita termasuk BUMN. Pasar yang mempunyai
informasi demikian luas akan mempengaruhi
asumsi-asumsi yang dipakai dalam menyusun RAPBN,
sehingga seolah-olah akan terjadi kiamat kalau
kebijakan yang disusun berdasarkan asumsi tersebut
tidak tercapai. Dengan pengaruh tersebut maka para
decision maker mengambil keputusan dengan menjual
harta yang ada. Tentunya pasar yang sudah menset-up
skenario tersebut akan segera mengambil kesempatan
langka tersebut dengan harapan dia akan memperoleh
gain dari menjual asset tersebut di lain waktu. Nah
saya melihat Indonesia terbawa oleh skenario tersebut
dan pasar berhasil.

__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>


Kirim email ke