[ copy darat dilaksanakan 4-5 Januari 2003, lihat footer Milis anggota ] > -----Original Message----- > From: Ganapati Sjastri Satyani > Sent: Thursday, 2 January 2003 9:05 AM > To: '[EMAIL PROTECTED]' > Subject: [BUMN] FW: [Oil&Gas] Indosat ==> Sindosat > > Pak Sodik, > Selamat Tahun Baru 2003. > > Tolong diforward ke yonsatu mahawarman agar mereka mendapat pencerahan > juga dari artikel di bawah ini. > > Terima kasih. > > Ganapati Sjastri Satyani > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Thursday, January 02, 2003 8:21 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: RE: [Oil&Gas] Indosat ==> Sindosat > > Kalau sudah baca seperti ini, apakah masih bisa kita bayangkan seandainya > si > "Indosat" masih tetap akan di jual ke orang asing? apa Pak "Menteri" itu > tidak punya rasa nasionalisme yang tinggi. Katanya Merah itu kaum > "Nasionalisme"????, apa kau yang hanya berkedok "Nasionalisme" yang ingin > buat bangsa ini tambah melarat? > > > -----Original Message----- > From: Dermawan, Imam [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Tuesday, December 31, 2002 5:07 PM > To: '[EMAIL PROTECTED]' > Subject: [Oil&Gas] Indosat ==> Sindosat > > > HYPERLINK > "http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=108514"http://www.republik > a.co.id/cetak_detail.asp?id=108514 > < HYPERLINK > "http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=108514&kat_id=3"http://www > .republika.co.id/cetak_detail.asp?id=108514&kat_id=3> &kat_id=3 > > >Senin, 30 Desember 2002 > > >Mengapa Penjualan Indosat Ditentang? (1/2) > > >Bayangkan Indonesia Tanpa Satelit > > > > > >"Sulit dibayangkan Indonesia akan utuh tanpa satelit," kata Munawar > Ahmad. > > >Ia dosen ITB yang pernah menjadi komisaris Indosat. Ia salah seorang yang > > >aktif mendatangi dan meyakinkan semua orang untuk menentang penjualan > saham > > >Indosat pada asing. Termasuk, mendorong Ketua MPR M Amien Rais untuk > terus > > >menyuarakan nurani buat menyelamatkan bangsa. > > > > > >"Mari kita bicara urusan telepon yang paling sederhana," katanya. Tanpa > > >satelit, telepon hanya dapat terhubung melalui kabel. Padahal, Indonesia > > >bukan satu wilayah daratan yang utuh seperti Amerika, Cina, Australia, > atau > > >India. Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Telepon kabel lebih > memungkinkan > > >untuk di satu pulau. Membangun kabel laut antarpulau bukanlah pilihan > yang > > >memadai. > > > > > >Pilihan itu bukan hanya berbiaya mahal karena banyaknya pulau, namun juga > > >perlu waktu yang sangat lama, banyak risiko seperti kemungkinan tertabrak > > >kapal, juga mempunyai daya jangkau terbatas, "Kapal yang berada di laut > kan > > >tidak dapat dihubungi dengan telepon kabel. Begitu juga pesawat terbang," > > >kata Munawar. > > > > > >Tanpa satelit, telepon antarpulau tidak dapat berlangsung. Apalagi > telepon > > >ke luar negeri. Tanpa komunikasi seluruh kehidupan modern akan lumpuh > sama > > >sekali. Bisnis dan hubungan sosial akan runtuh. Bencana alam di suatu > tempat > > >tak akan segera tertangani. Tak usahlah bicara politik atau keamanan > negara. > > >Ringkas kata, tak ada satu negara modern pun yang tegak tanpa komunikasi. > Di > > >Indonesia yang merupakan negeri kepulauan ini, komunikasi yang memadai > hanya > > >dimungkinkan dengan satelit. > > > > > >Bukan hanya percakapan telepon serta transportasi udara dan laut yang > > >bergantung pada satelit itu. Pemancaran siaran televisi, transaksi > keuangan > > >antarbank, dan banyak kegiatan lain juga bergantung pada satelit. > Ketiadaan > > >satelit akan memukul semua kegiatan tersebut. Maka, penguasaan dan > > >pemegangan kendali satelit merupakan hal yang sangat strategis bagi > bangsa > > >apa pun di dunia. > > > > > >Pemerintahan Soeharto pun --yang sering dikritik sebagai otoriter itu-- > > >melihat arti strategis satelit bagi bangsa dan negara ini. Sejak awal > > >1970-an, Soeharto berupaya keras untuk mewujudkan pemilikan satelit bagi > > >Indonesia. Upayanya berhasil hingga Indonesia sempat menjadi tiga besar > di > > >dunia dalam persatelitan. Yakni, hanya di bawah Amerika Serikat dan Uni > > >Soviet saat itu. > > > > > >Soeharto, yang banyak kelemahan itu pun, memahami arti penting satelit > untuk > > >menyatukan bahkan mengantarkan Indonesia menuju kejayaan. Maka, ia > memberi > > >nama "Palapa" pada satelit itu. "Palapa" adalah nama sumpah Gajah Mada > yang > > >dinilai sebagai titik tolak penyatuan wilayah Nusantara ini dalam > kerajaan > > >Majapahit. Juga, dianggap sebagai spirit yang membuat Majapahit jaya. > Dengan > > >satelit Palapa, Indonesia terbukti melejit di kancah modernitas di era > > >1980-an, menjadi yang terdepan di antara negara berkembang lain. > > > > > >Nilai strategis satelit sungguh tak terbantahkan. Kavling angkasa sangat > > >terbatas. Dengan demikian, jumlah satelit yang dapat ditempatkan di > orbitnya > > >pun sangat terbatas. Frekuensi satelit pun tertentu pula. Sebuah > frekuensi > > >yang sudah terpakai tak mungkin dipakai oleh yang lain. "Itu adalah > barang > > >langka pemberian Allah yang harus kita syukuri dengan cara mengelolanya > > >sebaik mungkin," ujar Munawar. > > > > > >Di kancah global, pengaturan kavling dan frekuensi itu dilakukan melalui > > >kesepakatan dunia melalui badan International Telecommunication Union > (ITU). > > >Yang paling diuntungkan dari pengaturan itu adalah lobi kuat. Dengan > > >demikian, hanya negara kuat serta yang dikehendakinya, yang bisa > memperoleh > > >hak tersebut. Alhamdulillah, Indonesia punya barang strategis itu dari > > >perintisannya yang panjang dulu saat negeri ini masih disegani dunia. > > > > > >Barang strategis itulah yang 'dititipkan' Indonesia pada Indosat. Namanya > > >pun masih Palapa, yakni Palapa C-2. Dengan ditempatkan pada Indosat, > > >diharapkan peran strategis Palapa itu masih terjaga. Dengan menguasai > Palapa > > >itu pula Indosat tumbuh menjadi perusahaan publik nasional yang sangat > > >sehat. Namun, dengan alasan lain yang juga masih diperdebatkan, tiba-tiba > > >Indosatnya yang dijual. Otomatis kendali atas satelit yang strategis itu > pun > > >lepas. > > > > > >"Kita dapat menyewa transponder satelit lain. Tak harus punya sendiri > 'kan?" > > >dalih para pendukung penjualan Indosat. Mari merenung lagi. Ini bukan > semata > > >urusan nasionalisme maupun kalkulasi ekonomi. Bagi negara, ini mendekati > > >semacam kehilangan kontrol atas udara yang mengandung oksigen buat > bernapas > > >sehari-hari orang per orang. Pantas Serikat Pekerja Indosat menentang > keras > > >divestasi tersebut. n zu > > > > > > > > > HYPERLINK > "http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=108610&kat_id=3"http://www > .republika.co.id/cetak_detail.asp?id=108610&kat_id=3 > > > > >Selasa, 31 Desember 2002 > > >Mengapa Penjualan Indosat Ditentang? (2/2-Habis) > > >Lepas Sudah Kendali Strategis Itu > > > > > >Priyatna Abdurrasyid semestinya sudah tenang menikmati pensiunnya. > Sekitar > > >30 tahun silam ia jungkir balik sendirian di kancah dunia. Bertugas untuk > > >mengurusi pengembangan telekomunikasi Indonesia, ia harus mondar-mandir > ke > > >berbagai negara di Eropa dan Amerika. Ia melobi badan-badan dunia di > bawah > > >PBB. Juga orang per orang yang mungkin berpengaruh bagi apa yang > > >diperjuangkannya. Tujuannya satu: pengakuan internasional bagi posisi > > >satelit Palapa milik Indonesia. > > > > > >"Dia sempat dianggap orang gila," kata Munawar Ahmad, mantan komisaris > > >Indosat. Saat itu belum ada aturan mengenai penempatan satelit. Tetapi, > > >Priatna berkeras agar penempatan satelit Palapa mendapat perlindungan > hukum > > >internasional. Alasannya logis bahwa Palapa mempunyai posisi orbit yang > > >sangat menguntungkan, baik dari segi biaya peluncuran maupun dari daya > > >pancarnya. Jika tak terlindungi secara hukum, posisi itu dapat digeser > oleh > > >pihak lain. > > > > > >Karena sepak terjang Priyatna, PBB dan dunia menjadi sadar pentingnya > hukum > > >internasional tentang orbit satelit. Setelah itu, hukum tersebut baru > > >disusun. Posisi strategis Palapa terlindungi. "Baru 83 tahun mendatang > > >posisi itu terbuka untuk yang lain," katanya. Sekarang posisi yang masih > > >kosong untuk penempatan satelit adalah pada orbit yang lebih tinggi, yang > > >kurang menguntungkan secara ekonomis. > > > > > >Upaya Priyatna tidak sia-sia. Indonesia punya satelit strategis yang > aman. > > >Anak-anak negeri ini, melalui institusi Indosat, telah mengendalikan dan > > >mengelola satelit itu secara baik. Indonesia bahkan menjadi tempat > belajar > > >banyak ahli dari negara lain untuk mengendalikan satelit. Kini, satelit > > >Palapa C-2 memang masih aman di posisinya. Petugas teknis pengendalinya > > >tetaplah anak-anak pribumi. Tetapi, Indosatnya sudah mulai dikendalikan > > >asing. > > > > > >Kursi tertinggi komisaris kini diduduki Peter Seah Lim Huat, bukan lagi > > >Wisnu Marantika. Kekuasaan eksekutif Widya Purnama ditempel oleh > wakilnya, > > >Ng Eng Hoe. Wakil-wakil Singapura itu tentu tidak akan mengotak-atik > Palapa. > > > > > > > > >Tetapi, secara strategis, Palapa jelas tidak lagi dalam kendali penuh > > >kepentingan Indonesia. Pemerintah RI tidak lagi dapat memberi tugas > khusus > > >pada Indosat untuk kepentingan apa pun, termasuk kepentingan strategis. > > >Indosat telah menjadi perusahaan publik berstatus PMA. > > > > > >Lepasnya peran strategis pengendalian satelit seiring dengan divestasi > > >Indosat bukan hanya menyangkut Palapa C-2. Indosat juga member serta > pemilik > > >saham dua satelit penting dunia, Intelsat dan Imarsat. Kepentingan > Indonesia > > >sebagai negara terhadap kedua satelit tersebut juga melalui tangan > Indosat. > > >Imarsat adalah satelit maritim dunia yang dipakai dunia perkapalan. > > >Singapura tidak memiliki satelit itu. Kini, melalui Indosat, Singapura > > >mempunyai akses terhadap satelit tersebut. > > > > > >Palapa memang bukan satu-satunya satelit yang dimiliki Indonesia. Masih > ada > > >Cakrawarta yang dimiliki PSN serta satelit Telkom II milik Telkom. Namun, > > >kapasitas kedua satelit ini lebih terbatas. Telkom II hanya dipakai untuk > > >kepentingan lokal. Untuk sambungan internasional, PT Telkom pun > menggunakan > > >jasa Indosat. > > > > > >Masih terdapat beberapa hal lain yang juga menjadi aset penting Indosat. > > >Nilai strategisnya memang di bawah satelit. Tetapi, aset-aset itu > mempunyai > > >arti nyata dalam mendukung Indonesia moderen, di antaranya adalah > jaringan > > >kabel bawah laut yang membentang dari Jakarta hingga London, jaringan > serat > > >optik yang menghubungkan pusat-pusat bisnis Jakarta, fasilitas lintasarta > > >yang menjadi jantung kegiatan perbankan moderen Indonesia, hingga > frekuensi > > >seluler 900 MHz dan 1800 MHz di Satelindo dan IM3. > > > > > >Indosat pula pemilik sistem elektronic data interchange (EDI) yang > menjadi > > >pilar kerja pelabuhan. "Itu diprogram sendiri oleh orang-orang kita. Kita > > >memang belajar dari Korea, tapi milik kita sekarang termasuk yang > tercanggih > > >di dunia," kata Munawar. Semua itu kini milik dan dalam kendali STT > > >Singapura. > > > > > >Beberapa ekonom memang mendukung divestasi Indosat pada asing. Faisal > Basri, > > >misalnya, berharap keterlibatan asing di Indosat akan mengakhiri monopoli > > >telepon oleh Telkom. Dengan demikian, pulsa telepon Telkom yang sangat > mahal > > >saat ini akan lebih murah. Karena Faisal berharap bahwa STT akan membawa > > >Indosat masuk ke telepon rumah. > > > > > >Tetapi, STT tentu punya agenda sendiri. Buat apa harus bersusah payah > > >membangun jaringan semacam Telkom, jika bermain di bisnis seluler lebih > > >gampang menangguk untung. Bahkan, kalau mau, STT pun gampang mematikan > atau > > >memaksa akuisisi Telkom karena sambungan internasional Telkom pun > bergantung > > >pada jasa Indosat. Semoga itu tidak akan pernah terjadi. n zu > > > > > > Imam Dermawan > ext. 5318 > Instrument Engineer FPSO Project > > > > > > > > =============================================================== > Forum Diskusi dan Komunikasi Komunitas Industri se-Indonesia > Portal Industri : HYPERLINK > "http://www.migas-indonesia.com"http://www.migas-indonesia.com > No E-mail (Web) : [EMAIL PROTECTED] > Daily Digest : [EMAIL PROTECTED] > Individual Mail : [EMAIL PROTECTED] > Moderator : [EMAIL PROTECTED] > =============================================================== > !!! HARAP HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!! > > Your use of Yahoo! Groups is subject to HYPERLINK > "http://docs.yahoo.com/info/terms/"http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > =============================================================== > Forum Diskusi dan Komunikasi Komunitas Industri se-Indonesia > Portal Industri : HYPERLINK > "http://www.migas-indonesia.com"http://www.migas-indonesia.com > No E-mail (Web) : [EMAIL PROTECTED] > Daily Digest : [EMAIL PROTECTED] > Individual Mail : [EMAIL PROTECTED] > Moderator : [EMAIL PROTECTED] > =============================================================== > !!! HARAP HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!! > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the HYPERLINK > "http://docs.yahoo.com/info/terms/"Yahoo! Terms of Service. > > Yahoo! Groups Sponsor > ADVERTISEMENT > HYPERLINK > "http://rd.yahoo.com/M=219695.2777699.4140939.1927555/D=egroupweb/S=170500 > 1380:HM/A=1370668/R=2/id=noscript/*http://www.ameritrade.com/offer.cgi?adc > =fez&page=/" HYPERLINK > "http://ad.doubleclick.net/ad/N879.ameritrade.yahoo/B1054521.22;sz=1x1;adc > =lir;ord=1041473086920833?" > HYPERLINK > "http://us.adserver.yahoo.com/l?M=219695.2777699.4140939.1927555/D=egroupm > ail/S=:HM/A=1370668/rand=309676282" > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the HYPERLINK > "http://docs.yahoo.com/info/terms/"Yahoo! Terms of Service. > > --- > Incoming mail is certified Virus Free. > Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com). > Version: 6.0.435 / Virus Database: 244 - Release Date: 12/30/2002 > > > --- > Outgoing mail is certified Virus Free. > Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com). > Version: 6.0.435 / Virus Database: 244 - Release Date: 12/30/2002 > > > --- > Incoming mail is certified Virus Free. > Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com). > Version: 6.0.427 / Virus Database: 240 - Release Date: 6/12/02 > > --- Outgoing mail is certified Virus Free. Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com). Version: 6.0.427 / Virus Database: 240 - Release Date: 6/12/02
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
