Ya betul, semua itu masih wacana, namun satu hal, jiwa kejuangan ROTC model Indonesia 
seharusnya berakar dari tradisi Indonesia sendiri, oleh karena itulah Bapak saya 
anjurkan bisa menghubungi Pak Tjipto Sukardhono yang SekJen DHN 45 untuk memperoleh 
rangkuman Nilai2 Kejuangan 45 hasil seminar di DHN 45 tahun 2001 ybl.
Nah soal anggaran yang cekak, memang ini bagian yang juga penting, yang pasti 
CMahasiswa, TRIPS, TP ketika itu berjuang tanpa "APBN", dengan lain perkataan 
barangkali perlu solusi pragmatis misalnya strategi swadana, dlsb.
Ciri Negara Kepulauan perlu menjadi perhatian, dengan lain perkataan, yang berkaitan 
dengan Penguasaan Kelautan seharusnya mendapat porsi lebih besar.
Pejuang Merah Putih adalah pemikiran orisinal dari Bapak Tjipto Sukardhono yang mantan 
Dan Yon-1 dan Mantan Skomen JaBar, saya anjurkan Bapak dapat memperoleh karya tulisan 
beliau tertanggal 28 Oktober 2002, Pak Budiono barangkali bisa membantu karena 
keduanya seringkali bertemu.
Pengertian saya, Pejuang Merah Putih adalah Sikap Kebangsaan Indonesia yang lebih 
mengedepankan kepentingan NKRI.
Sebagai ilustrasi, Singapura sekarang demikian berperan bagi pengelolaan NKRI, sejak 
export & import gate, acuan perbankan internasional, benchmark harga BBM dan sekarang 
telco gateway, atau coba Bapak baca tulisan Bung Harry Roesli, Kompas, 5 Januari 2003, 
kalau tidak hati2 ibaratnya "PMA" bisa merambah sampai warteg bahkan warkok (warung 
rokok), apalagi sekarang sudah banyak warkop PMA (starbuck, coffeebean dlsb). Artinya, 
kalau para petinggi kebijakan publik di NKRI ini kedap GoodBoy atau SmilingGuy alias 
tebal Pro Patria nya, maka mereka tidak semata melihat portfolio matters sekedar 
kertas saham, tetapi aset yang dikelolanya, misalnya BUMN Strategis itu kan memang 
melekat aspek privaat dan aspek publiknya. 
Saya ada tulisan di Suara Pembaruan ikhwal individual welfare (yang menjadi kiblat 
budaya Barat) vs common welfare (yang dianut budaya Timur), dalam banyak hal dapat 
menjelaskan asal muasal konflik globalisasi, artinya ROTC Model Indonesia memang perlu 
jiwa kebersamaan memahami persoalan2 pokok Kebangsaan Indonesia, tidak sekedar team up 
building technique.
Sampai jumpa lagi dan kembali, Salam Pejuang Merah Putih,
Pandji R. Hadinoto
 Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Widya �astrena Dharmasiddha !

At 18:58 04-01-2003 -0800, "DR Ir Pandji R Hadinoto PE LL.M" wrote:

>Tradisi Amerika (diawali barangkali dari era WildWest) beda dengan
>Tradisi Indonesia (PETA --> BKR/TP/TRIP/CMahasiswa --> TKR --> TNI)

Bisa dijelaskan sedikit, Pak ? Memangnya ada apa dengan Peta, serta mereka
yang kemudian memilih untuk meneruskan karier dalam TKR/TNI ? Bagaimana
dengan 'program' Pacad yang pernah diadakan ? Bagaimana sebenarnya pola dan
strategi penyertaan masyarakat dalam pembelaan hankam RI ?


>saya sependapat agar ROTC-nya adalah Model Indonesia komplementer terhadap
UU No. 2/2002,

Seperti apa nantinya ?


>Indonesia kan Negara Kepulauan dimana 2/3 dari luasnya adalah Non-Daratan,
>beda dengan Amerika yang mayoritas Daratan,

Artinya : pembeayaan akan lebih besar ?


>Indonesia Cekak karena banyak yang ngemplang Doiet Rakyat.

Kalau sudah bicara moral begini, saya angkat tangan.


>Salam Pejuang Merah Putih,

Penasaran : Bapak percaya dengan sebagian besar yang disampaikan Eurico
Guterres, Abilio Soares dan 'teman' kita Manuel Carascallao ?


Sharif Dayan
--
-== http://www.ksatrian.or.id ==-
-== [EMAIL PROTECTED] (defense matter forum) ==-
-== To contribute article - write to [EMAIL PROTECTED] ==-


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : 
Moderators : 
Unsubscribe : 
Vacation : 




---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>


Kirim email ke