Pak Prio yang semangat dkk, Untuk melengkapi apa yang telah banyak pak Prio sampaikan di milis yon satu ini, berikut info dari rekan-rekan BUMN yang berkaitan dengan TDL dan Indosat.. Semoga bermanfaat sebagai pencerahan bagi kita yang berada di luar komunitas tsb. salam Asodik <<tdl_Penyebab Kenaikan.doc>> <<fakta_ruuk_adb.doc>> <<AlasanTolak.ppt>>
> -----Original Message----- > From: Priyo P. Soemarno [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Sunday, 12 January 2003 11:01 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [yonsatu] Ada apa dibalik kebijakan ekonomi dengan > kenaikan BBM dll ??? > > > Assalamu'alaikum teman2 se - CORPS , > Kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM , TDL dan TELKOM , sudah > banyak mengundang protes ,... dan nampaknya Pemerintah belum tergerak > untuk menerima protes tersebut sebagai masukan dan pertimbangan untuk > memperbaiki kondisi perekonomian negara kita . Sikap yang terbaca : > JALAN TERUS !! > Diantara rekan se-CORPS , ada yang mengambil posisi pro , dan ada juga > yang kontra ,... dan ternyata ada pula yang menyikapinya dengan mencari > alternatif jalan keluar dsbnya . Pada kesempatan ini , kami ingin > berbagi pemikiran dengan mencoba mencari latar belakang segala kenaikan > tersebut dan dari sana kita mencoba menganalisa , apakah kebijakan > tersebut sudah tepat atau masih perlu dikaji dan dipertimbangkan kembali . > > 1. PILIHAN WAKTU : Pemerintah menetapkan kebijakan tersebut pada awal > tahun , dengan harapan supaya cocok dengan jadwal tahun anggaran , dan > untuk menghindarkan gejolak demo masyarakat pada periode mendekati > tahun 2004 . Jika kenaikan ini bisa diterima dengan "lapang dada" oleh > masyarakat , maka Pemerintah masih punya peluang sekali lagi untuk > menaikkan lagi harga2 tersebut pada tahun 2003 . Jadi , tahun 2004 > diharapkan amaaaaaan . > Pertimbangan ekonomi dikalahkan dengan pertimbangan politik . > > 2. HARGA MINYAK DUNIA : dalam salah satu butir pertimbangan kenaikan > harga BBM , harga minyak mentah dunia menyebabkan harga minyak yang > dijual di Indonesia juga harus naik . Persoalannya , disamping > menghasilkan minyak mentah (yang dibor CALTEX , TOTAL , PERTAMINA dll) , > Indonesia juga mengimpor minyak dari negara2 Timur Tengah . Jadi , kalau > harga minyak dunia naik , kita malah repot ,... kalau harga turun > bagaimana ?? Apakah harga minyak dalam negeri juga ikut turun ??? Jadi > , kemanakah gerangan keuntungan dari penjualan minyak Indonesia ke > luarnegeri yang sering disebut "windfall profit ?? > Kalau mengikuti jalan pikiran si-polan , tentunya pembelian minyak harus > dikurangi dan kalau bisa minyak yang kita hasilkan kita olah sendiri , > khan kita sudah 57 tahun merdeka . Apakah kilang2 minyak kita tidak > layak untuk mengolah minyak mentah LN ?? Bagaimana Balongan dan > Cilacap ?? > Dalam catatan perhitungan si-polan , mestinya tercatat sbb.: - hasil > minyak Indonesia ...............BPD , harga jual US$..../barrel > > - beli minyak dari LN ................BPD , harga beli US$.../barrel > > > Selisih dari jual-beli minyak ini , US$ .......... , masuk kas negara > sebagai pendapatan negara . > Karena harga jual dalam negeri harus terjangkau oleh masyarakat luas , > maka terdapat subsidi BBM , yang akan dihapuskan secara bertahap . > Saat ini , si-polan beserta seluruh rakyat Indonesia yang menjadi obyek > kebijakan Pemerintah boleh berharap , ... kapankah Pemerintah secara > tegas dan penuh keyakinan menghentikan (atau minimal mengurangi) > pembelian minyak mentah (apalagi solar , BBM siap pakai dll) dari LN > disaat harga minyak mentah dunia naik , dan justru Indonesia > mengekspor sebanyak2nya minyak mentah Indonesia yang terkenal , untuk > mendapatkan sebanyak-banyaknya devisa negara yang kita perlukan untuk > pembangunan . > Alasan harga minyak dunia untuk menaikkan harga BBM dalam negeri , > sesungguhnya tidak fair bagi rakyat Indonesia yang telah > mempercayakan pada Pemerintah pengelolaan hasil bumi dan segala > kekayaan alam yang terkandung didalamnya . Perlu transparansi untuk > meredam kegelisahan masyarakat . > > 3. TARIF DASAR LISTRIK dan TARIF TELKOM : Kenaikan TDL dan Tarif > TELKOM yang terkait dengan kenaikan BBM , telah dijelaskan kepada > masayarakat dengan dasar pemikiran penghapusan subsisi BBM . Oleh > karena subsidi BBM dihapus , harga BBM untuk pembangkit listrik dan > TELKOM jadi ikut naik , karena itu tariff dasar listrik harus naik , > dlsbnya . Secara sederhana , si- polan melihat ada relevansinya , tetapi > , hatinya terusik juga karena selama ini tidak pernah ada kejelasan > tentang production cost PLN untuk menghasilkan 1 kWh listrik . Hal yang > sama untuk TELKOM , dimanakah hubungan antara kenaikan harga BBM > dengan ongkos produksi . Tidak ingatkah dikau , wahai Pemerintah , > bahwa dalam setiap kenaikan harga yang ditetapkan pemerintah , terdapat > multiplier effect yang luar biasa dampaknya pada kehidupan masyarakat > ?? > DIRUT PLN menyatakan bahwa TDL akan naik bertahap , hingga akan > mencapai harga sekitar 7,5 mills US$ per kWh pada tahun 2005 nanti , > sehingga mendekati harga yang diharapkan dari listrik swasta . > Pernyataan ini , se-olah2 bertujuan untuk menjadi trigger menarik > investasi listrik swasta di Indonesia , dan menunjukkan pula pengakuan > PLN bahwa harga listrik yang wajar adalah sekitar harga tersebut . > Mengapa PLN meletakkan standard harga LN ?? > Mengapa DIRUT PLN tidak membuat pernyataan yang bisa men-trigger > rakyat Indonesia agar mereka mampu membeli listrik PLN dan dengan aliran > listrik yang murah tersebut mereka semua dapat meningkatkan pendidikan > keluarganya , menaikkan taraf hidupnya , meningkatkan kemampuan bekerja > dan otomatis meningkatkan produktifitasnya ?? > Apakah DIRUT PLN telah memberikan penjelasan tentang bedanya > production cost per kWh listrik yang dihasilkan sebelum tahun 1998 > (sebelum krisis moneter) dengan production cost tahun 1998 sampai > sekarang ??? Berapakah sebenarnya harga listrik yang dihasilkan sendiri > oleh PLN ?? > > 4. KOMPENSASI PADA MASYARAKAT ?? : Memang telah dinyatakan pula > tentang adanya kompensasi kenaikan BBM dll. tersebut . Kompensasi > tersebut seharusnya tidak hanya berperan seperti sebutir permen yang > bisa menghentikan tangis anak kecil . Dari daftar sasaran proyek yang > akan mendapatkan kompensasi tersebut , tidak terlihat adanya konsep > tentang energi alternatif , penghematan penggunaan BBM , peningkatan > kemampuan masyarakat dalam bidang ekonomi , teknologi tepat guna , > public services dll . Program yang telah disiapkan dalam rangka > pemanfaatan dana kompensasi BBM , terlihat seperti lomba kreatifitas > dari masing2 Departemen untuk menggunakan dana , tanpa mengikut sertakan > kebutuhan masayarakat yang paling mendasar . > Program tersebut mencerminkan minimnya konsep yang terpadu yang bisa > menjawab tantangan dari persoalan BBM itu sendiri . > Kebijakan dan keringanan pajak bagi barang impor , justru semakin > menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah ini tidak memiliki jiwa yang > sehat . Dengan kenaikan BBM , TDL dan TELKOM , justru seharusnya > industri dalam negeri dilindungi . Produksi barang dalam negeri jelas akan > meningkat harganya karena adanya berbagai kenaikan tersebut . Untuk > meningkatkan daya saing , seharusnya barang impor yang sejenis dinaikkan > pajaknya . Penurunan bea masuk dan pajak dari berbagai barang impor , > akan semakin menghancurklan industri dalam negeri . > Jadi , untuk siapakah sebenarnya kompensasi kenaikan BBM ini diberikan , > untuk rakyat kah atau untuk para petualang yang selalu mendapat > kesempatan dibalik semua peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh > Pemerintah . > > 5. SIKAP CORPS : Sangat menggembirakan respons rekan2 CORPS > Menwa ITB , yang tergerak untuk mencari alternatif energi yang lebih > murah , lebih cocok bagi masyarakat pedesaan dan mencoba mencari solusi > dari permasalahan yang ada di daerah terpencil . Sifat dari latar > belakang pendidikan para anggota CORPS , dapat menjadi modal dasar yang > penting dalam upaya2 mengatasi masalah tersebut . > Dalam menyikapi persoalan kebijakan Pemerintah yang mengundang masalah > tersebut , sebaiknya CORPS lebih memfokuskan pada usaha2 yang bisa > mengurangi beban masyarakat . Kita harus yakin bahwa dalam setiap > permasalahan yang diturunkan , terdapat berbagai peluang yang dapat > disiasati agar menjadi suatu karya bhakti yang bermanfaat bagi banyak > orang . > > Melalui rangkaian pemikiran diatas , dapat disampaikan , bahwa > persoalan " pro-kontra " memang diperlukan untuk menjadi pedoman dan > latar belakang konsep pemikiran , Tetapi jauh lebih penting adalah > langkah2 nyata dilapangan , berbuat sesuatu dan meletakkan batu tapak > (milestone) satu persatu menuju suatu sistim masyarakat yang kita > cita2kan bersama . > Semoga bermanfaat dan dapat diwujudkan dalam waktu yang secepatnya . > > Wassalam , > > > > Priyo P. Soemarno > > > --[YONSATU - > ITB]---------------------------------------------------------- > Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> > Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu> > > > --- > Incoming mail is certified Virus Free. > Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com). > Version: 6.0.427 / Virus Database: 240 - Release Date: 6/12/02 > > --- Outgoing mail is certified Virus Free. Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com). Version: 6.0.427 / Virus Database: 240 - Release Date: 6/12/02 -- Binary/unsupported file stripped by Listar -- -- Type: application/msword -- File: tdl_Penyebab Kenaikan.doc -- Binary/unsupported file stripped by Listar -- -- Type: application/msword -- File: fakta_ruuk_adb.doc -- Binary/unsupported file stripped by Listar -- -- Type: application/vnd.ms-powerpoint -- File: AlasanTolak.ppt --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
