Baca tulisannya Mas Wangki yang menulis : ".......tinggal kita mau gimanaaaa gitu.......", saya jadi ingat cerita tentang "gimanaaaaaa". Mungkin teman2 sudah ada yang pernah denger, tapi engga apa2 saya tulis ulang disini. Ceritanya ada sepasang suami istri masih muda dateng konsultasi kedokter (pria)merangkap konsultan perkawinan. Keluhannya sang suami adalah karena sang isatri sudah tidak mau melayani dia lagi. Untuk mendapat keterangan yang sebenarnya tanpa ada perasaan tertekan oleh sang suami, si dokter diminta sang suami untuk nunggu diluar. Mulailah ditanya kenapa sampe sang istri sampe begitu. Si istri dengan terus terang mengatakan bahwa si suaminya engga pernah mikirin pendeitaan istrinya yang setiap hari harus bekerja tanpa dibekali uang untuk ongkos, sedangkan dia harus berangkat pake taksi. Pada waktu dia tidak bisa bayar taksi, si sopir bilang : "Bisa bayar atau gimanaaaa ?" Terpaksa sang istri memilih gimanaaa......!! Akibatnya masuk kantor terlambat. Boss marah-marah : " Kamu ini selalu terlambat masuk kantor....., apa harus saya pecat, atau gimanaaa.....?". Ya saya terpaksa milih "gimanaaa..." dari pada dipecat. Begitu juga pulang kantor saya kembali pakai taksi........dst-dstnya, jadi mana mungkin saya harus melayani suami lagi dengan kondisi begitu capenya.
Akhirnya dokter bisa memahami permasalahannya........ dan berkata : " Saya mengerti sekarang, tinggal apakah saya harus ceritakan semua itu kepada suami ibu atau gimanaaaa..............?" Djan2. "Triawan \"Wangki\" Saleh" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah, kalau sekolah di ITB nggak ngerti basa Sunda, alangkah ruginya. Mungkin kebanyakan belajarnya, ya. Tapi kenapa harus begitu, dulu kan belum ada aturan: "Sekian lama nggak selesai harus drop out". Waktu jaman saya sekolah disana, banyaaaak bener yang semangat ngajarin basa Sunda anak2 ITB he he he he ..... Tinggal kita aja yang gimanaaaa, gitu. Salam, Wangki -----Original Message----- From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, 15 January, 2003 16:50 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [yonsatu] Bahasa Jerman dan Perancis [ was Re: Re: nemu nama-jawab] On Wed, 15 Jan 2003 17:34:59 +0700 Edy Gaffar (EG) wrote: > Oi, opo iki oi, aku tidak mengerti yang dibicarakan. > pakai bahasa Jerman sih, He...he.. he.. Bahasa Jerman ini lbh mudah bagi saya menterjemahkannya dpd bahasa Perancis (Sunda) spt yg disampaikan Pak Djoni kemarin. Saya praktis belajar bahasa Jawa dan Sunda di Bandung, dari teman-2x sekolah (bahasa Sunda) dan teman-2x di rumah kost (bahasa Jawa). Nampaknya teman-2x di kost lbh sukses mengajar saya dibanding teman sekolah :-) -- syafril --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : Moderators : Unsubscribe : Vacation : --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
