Hallo rekans, Menurut Pusat Kesehatan Cina, virus SARS merupakan variant dari virus bronchitis yang menyerang burung. Orang2 yang pertama kali terserang SARS di Cina adalah para penjual/peternak burung. Ini berarti bertentangan dengan informasi sebelumnya di milis ini yang mengatakan (tanpa referensi) bahwa ia berasal dari virus babi.
Nationaal Influenza Centrum, Rotterdam mengatakan bahwa SARS disebabkan oleh virus jenis Corona yang menyebabkan influenza pada manusia. Tapi virus Corona yang menyebabkan SARS ini merupakan variansi baru. Menurut mereka, variant baru ini muncul akibat senyawa antara virus bronchitis burung dengan suatu virus (disebut virus hMPV) yang sedang bersamayam didalam tubuh penderita. Kedua virus ini kelihatannya bersifat saling menguatkan. Peneliti Univ. Utrecht baru2 ini mengeluarkan hasil penelitian bahwa virus Corona mudah sekali loncat dari satu binatang ke binatang yang lain. Mereka berhasil menciptakan variant virus Corona yang biasanya hanya menyerang kucing, sekarang juga bisa menyerang tikus. Di alam peristiwa mutasi virus ini terjadi terus menerus. Virus SARS, sama halnya virus2 lainnya tidak dapat dibunuh, tetapi dapat dilemahkan. Untuk itu diperlukan vaksin. Akan tetapi untuk menemukan suatu vaksin dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu, sebaiknya kita berjaga-jaga sebelum terinfeksi. Yang bisa cakap Dutch, bisa baca berita lengkap di website: http://www.omroep.nl/nos/nieuws/index_origineel.html. Selamat berjaga-jaga. Salam hangat, HermanSyah XIV. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
