Innalillahi Wa Inna Lillahi Roji'un.
Semoga arwah Almarhum Priyono diterima dengan baik disisi Allah SWT.Dan 
semoga keluarga yang ditinggalkan beliau selalu diberikan 
ketabahan,keimanan dan ketaqwaan. 
Saya mengenal almarhum Priyono semasa hidup beliau,dimana beliau itu 
betul2 orang baik.Kita semua kehilangan beliau. 
Regards,
Dikdik Hasan
PT.Sistelindo Mitralintas/AT&T
Landmark Tower A,19 th Floor Jl.Sudirman Kav 1,Jakarta 12910
Indonesia.
Phone:62-21-52899449,Fax:62-21-5201911
email:[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 



"Akhmad Bukhari Saleh" <[EMAIL PROTECTED]>
04/05/2003 12:13 AM
Please respond to yonsatu

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc:     "Yon-I/ITB, Internal" <[EMAIL PROTECTED]>, "Yon-1/ITB" 
<[EMAIL PROTECTED]>
        Subject:        [yonsatu] Re: KHABAR DUKA CITA.......


----- Original Message -----
From: Hendry Akbarputra Nasution
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 05 April 2003 7:47
Subject: [yonsatu] KHABAR DUKA CITA.......
> TELAH BERPULANG KE RAHMATULLAH,
> SALAH SEORANG ALUMNI YON I/ITB, YAITU :
> PAK PRIYONO SUMIDJAN (ANGKATAN III/TAHUN 196X),
> MANTAN WADANYON I/ITB.
> BELIAU MENINGGAL DUNIA PADA
> SABTU DINIHARI TADI PUKUL 01.00 WIB
> DAN AKAN DIMAKAMKAN HARI INI JUGA,
> DI BANDUNG PADA PUKUL 14.00 WIB.

================================================

EULOGY BAGI SANG MAHAGURU

Yon Priyono adalah seorang sahabat dekat saya.
Beliau satu tahun lebih dahulu masuk ITB (1962), masuk Menwa (1963),
maupun masuk PMB (1963) daripada saya.
Ketika Tjipto Soekardhono, yang sebagai DanYon dapat jatah mengikuti
pendidikan para di Batujajar, memilih tidak mengikutinya, maka Priyono
sebagai WaDanYon menggantikannya, dan masuk Batujajar tepat satu
angkatan sebelum saya.
Karena saya selalu mengikuti beliau satu langkah di belakangnya
itulah, maka kami akrab sekali.
Tetapi kami juga akrab karena almarhum adalah seorang "mahaguru" bagi
saya.

Ketika Harjanto Dhanutirto menjadi DanYon-I (1964), Priyono menjadi
KaSie-IV (Log.).
Ketika itulah saya mulai banyak belajar dari beliau mengenai
seluk-beluk mengurus logistik, suatu jenis aktivitas di mana orang
musti "lihay" tetapi sekaligus juga jujur, untuk dapat berhasil.
Bekal "kemahiran" ini kemudian menjadi "pegangan" saya yang sangat
bermanfaat, sampai sekarang. Karena tidak ada kegiatan apa pun yang
akan berhasil, tanpa keberhasilan bagian logistiknya.

Ketika Harjanto diminta mendirikan SkoMen (akhir 1965), dan lalu
menjadi KasMenwa Mahawarman pertama, sebetulnya Harjanto ingin Priyono
ikut pindah ke SkoMen, membantunya di urusan logistik (hubungan
seorang komandan dengan perwira logistik, memang di mana-mana
merupakan hubungan erat yang sulit dipisahkan, karena menyangkut
masalah trust yang khusus).
Tetapi Tjipto Sukardhono, WaDanYon yang menggantikan Harjanto sebagai
DanYon-I, mempertahankan Priyono di Yon-I. Karena tahu betul kapasitas
seorang Priyono akan sangat dibutuhkannya.
Bahkan Tjipto lalu mempromosikan Priyono sebagai WaDanYon-nya.

Ketika itu, dalam urusan logistik, Priyono punya dua "murid", Arifin
Panigoro dan saya.
Kami berdua jaman itu, antara lain sampai tahu setiap jengkal sudut
gudang senjata Kodam Siliwangi, karena mengikuti beliau.
Sehingga Priyono kemudian menunjuk Pipin menjadi penggantinya sebagai
KaSie-IV Yon-I dan saya menjadi substitute-nya dalam membantu Harjanto
di SkoMen, yaitu sebagai WaAss-IV.

Kemudian di awal 1966, mahasiswa Bandung ramai-ramai berdemo ke
Jakarta dalam rangka perjuangan Tritura menjatuhkan rezim Orde Lama.
Rombongan mahasiswa Bandung ini tergabung dalam apa yang waktu itu
disebut sebagai "Kontingen Mahasiswa Bandung".
Kebetulan sebagian besar anggota Kontingen tersebut para anggota
Mahawarman (Fakta sejarah ini yang kemudian hari, di tahun 1998,
mendorong saya untuk menganjurkan para anggota Yon-I dan Yon-II untuk
tidak ragu-ragu ikut berdemo menurunkan rezim Orde Baru).

Walaupun pimpinan Kontingen, Rudianto Ramelan (sekarang alm.) dan Fred
Hehuwat (sekarang dosen ITB), bukan orang Mahawarman, tetapi reputasi
Priyono ketika itu begitu terkenalnya, sehingga ketika harus menunjuk
seorang penanggung-jawab urusan logistik bagi ribuan mahasiswa Bandung
yang menjadi muhajirin di Jakarta, pilihan mereka pun tidak lain
adalah Priyono.
Maka jadilah rumah Priyono di Jakarta (rumah orang tuanya, di Jalan
Mangunsarkoro), salahsatu "markas" Kontingen Bandung.

Waktu itu, ketika berangkat dari Bandung, Pipin dan saya, bersama
Edibowo (Prabowo Trisno Edhie) dan Dompit (Adnan Mokodompit),
sebetulnya bertugas di bagian Operasi pada Kontingen Bandung ini.
Tetapi begitu Priyono ditunjuk jadi penanggungjawab logistik, kami
langsung ditariknya untuk membantunya.
Maka "ketempuhan" lah kami berempat menjadi petugas Logistik yang
sehari-hari mengangkut ribuan nasi bungkus bagi demo mahasiswa dari
berbagai lokasi supply ke barisan depan demonstrasi.

Karena itu, ketika di tahun 1998, 32 tahun kemudian, kami mengurusi
lagi supply nasi bungkus dari rumah Pipin di Jalan Jenggala, yang
menjadi pangkalan nasi bungkus untuk demonstrasi mahasiswa, maka
kenangan masa muda, berjuang bersama Priyono, mencuat kembali dengan
manisnya...

Walaupun kami hanya mengamati kondisi sakit Priyono dari jauh, dan
tidak banyak membantunya, tetapi selama 10 tahun terakhir ini kami
sangat prihatin pada keadaan fisiknya.
Karena itu, pada saat wafatnya ini, dari sudut pandang mana pun,
terutama dari "sudut pandang logistik", di samping sangat berdukacita,
kami juga terhibur dengan keyakinan bahwa keputusan Allah s.w.t. ini
adalah solusi yang terbaik bagi almarhum.

Inna lillahi wa inna illaihi rojiun.

Selamat jalan sang mahaguru.
Insya Allah kami akan bertemu lagi denganmu dalam ke-ridhla-an Illahi.

Wasalam.


--[YONSATU - 
ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>






--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke