Saya setuju, trend entrepreneurship, atau katakanlah business-mindedness, makin meningkat di kalangan ITB. Tetapi sayangya itu dibarengi menurunnya kemampuan lulusan ITB sebagai engineer. Dan sudah terbukti makin kalah bersaingnya lulusan ITB dalam memperebutkan tempat kerja di perusahaan-perusahaan berbasis keteknikan dari lulusan ITS, FTUI, dsb. Wasalam. ----- Original Message ----- From: Abdullah Ihsan To: [EMAIL PROTECTED] Sent: 17 Mei 2003 6:19 Subject: [yonsatu] Gelombang besar tren di kampus (ITB)
Assalamu 'alaikum wr. wb. Ada satu hasil pengamatan dan prediksi saya tentang kehidupan di kampus yang ingin saya bagi dengan Bapak/Ibu. Harapannya sih ... bisa ada manfaatnya. Sekarang saya gabung dengan KoranKampus (KK). KK adalah salah satu media massa baru di ITB (walalaupun peredaraannya sudah menjangkau kampus-kampus besar di Bandung) yang di sokong oleh Lembaga Pengembangan dan Kesejahteraan Mahasiswa (LPKM) ITB(wujud baru PR III). Awal dari gabungnya saya karena ide pendiriannya digagas oleh P' Tutuka Ariadji (pembina Menwa ITB) sebagai ketua LPKM ITB dan ketika itu saya masih aktif di Menwa ITB. Bagi saya, gabungnya dengan komunitas media kampus menghasilkan beberapa konsekuensi, di antaranya yang ingin saya ceritakan adalah : 1. Keterlibatan/interaksi yang intens dengan berbagai elemen kampus. 2. Menjadi 'orang dalam' LPKM, karena KK memang di bawah bendera LPKM. Konsekuensi yang pertama merupakan kebutuhan sebagai jurnalis kampus. Artinya mau ngak mau yah harus berinteraksi. Hasilnya, saya jadi mengetahui sesuatu tentang mereka. Walaupun belum banyak, tapi ada. Langsung saja : ada tren baru di kalangan mahasiswa-ITB khususnya- yang saya lihat semakin maraknya isu Entrepreneurship. Banyak indikasi yang menguatkan yaitu tumbuhnya unit-unit kegiatan Entrepreneurship, baik yang murni atau hanya bersifat saja, maraknya pelatihan-pelatihan atau seminar-seminar yang bertema itu. Bahkan ITB sendiri dengan status barunya yaitu BHMN, suka atau tidak harus berfikir Entrepreneurship (untuk yang satu ini Entrepreneurship bisa diartikan cari duit) dan itu sangat tampak dari kebijakan-kebijakan yang diambil. Bahkan dalam wawancara yang dimuat dalam salah satu edisi KK, Pak Kus (Rektor ITB) menyatakan visinya bahwa tahun 2020 : ITB akan menjadi Entrepreneurial university. Sejauh ini, saya menilai tren ini menarik dan bagus banget. Konsekuensi yang kedua, KK memang di bawah bendera LPKM ITB sehingga saya sebagai anggotanya juga otomatis banyak berinteraksi dengan orang-orang LPKM. Akibatnya, saya mengetahui beberapa kebijakan yang sedang on atau merupakan rencana. Wah .. kesannya jadi kayak mau ngebocorin rahasia negara saja, Insya Allah bukan, tapi memang ini perlu di sosialisasikan. Begini : saat ini LPKM sedang menyusun satu divisi baru yang namanya : Students Entrepreneurship and Community Service. KK merupakan pilot projek untuk itu. Student Entrepreneurship, singkatnya mirip incubator bisnis untuk mahasiswa. Tentang Incubator bisnis, Pak Mifta-angk.30-saya kira lebih tau dan mungkin bisa berbagi cerita pada kami. Sedangkan Community Service, mirip LPPM-wujud baru LPM-tapi untuk mahasiswa. Tampak bahwa Gelombang entrepreneurship akan menjadi besar karena diusung oleh setidaknya ITB di tataran pimpinan pusat, ITB di tataran lembaga kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, lembaga-lembaga di ITB (mis :incubator bisnis dll), media kampus yang juga siap membentuk opini entrepreneurship ( di antaranya KoranKampus) bahkan unsur-unsur luar kampus sendiri. Saya coba ketengahkan ini dengan harapan bisa menjadi masukan untuk eksistensi menwa kedepan. Jika dianalogikan pedagang, maka penting bagi Menwa ITB (baik yang aktif atau alumni) bisa membuat strategi yang jitu agar jualannya sukses. Gelombang besar tren entrepreneurship sudah semakin bergulung-gulung membesar. Bagaimana Menwa ITB memanfaatkannya ? Tentu diharapkan Menwa ITB dapat memanfaatkan secantik mungkin bagai seorang peselancar mahir yang begitu indahnya bertengger di atas gelombang. Semakin besar dan dasyat gelombang, semakin indah permainannya. Semoga saja gelombang besar ini tidak malah menghempaskan Menwa ITB ke sisi jauh dari kancah kompeti si hanya karena berusaha bertahan dengan cara 'kolot'. Say sadar paparan ini masih sangat dangkal karena itu saya mohon masukannya dari Bapak/Ibu. Ini hanya sedikit bahan pemikiran bersama, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Wassalamu'alaikum Yayan Hendriyan --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
