"sumber-sumber asli > sejarah jakarta" karangan adolf heuken.........bagaimana jaman mataram > menyerbu batavia, suasana pengepungan oleh pasukan mataram di salah satu > benteng sungguh sangat mencekam (laporan ditulis oleh penghuni > benteng)..........banyak bahan tulisan berbahasa portugis, diterjemahkan ke > belanda baru ke bahasa Indonesia......... > ================= malem minggu bosen lihat goyang Inul ..iseng baca lagi buku di atas...... tulisan Hulsebos, AJ, 1620, Pvd Broecke 1634; merinding juga membayangkan masa-masa itu.........
kerusuhan Mei 1998 hanyalah pengulangan belaka dari "ontran-otran" seputar Jakarta (Jacatra/Jayakarta)..........lokasi kira-kira persimpangan Jalan Roa Malaka - Jl. Kopi. Jakarta Kota.......... 1. Hulsebos : Pada hari Minggu pagi, tanggal 23 Desember, ketahuan bahwa selama malam hari yang baru lewat itu di dalam tempat Inggris sebuah kubu yang sudah disebut di atas dibangunkan, dan juga bahwa di Pecinan banyak rumah di bongkar dan sebuah kubu dengan meriam di belakang rumah tua Nassau mulai dibangun. Maka diantara orang kami timbul kekuatiran, bahwa keadaan akan menjadi gawat. Oleh karena itu Tuan Jenderal memberi perintah agar semua orang yang ada di dalam benteng disiagakan dan semua siap tempur......... Sore hari Jacques Le Febre diutus ke rumah Inggris kepada Niclaes Ufflette. Atas nama jenderal ia menuntut agar kubu meriam yang telah didirikan dan diturunkan dan dibongkar dengan segera. Kalau tidak akan diambil tindakan . Tuntutan itu ditolak oleh orang Inggris dengan alasan bahwa kubu itu tidak dibuat oleh mereka melainkan oleh Raja dari Jayakarta. Kubu itu didirkan untuk pembelaan mereka. Maka mereka tidak bersedia dan tidak berhak menghancurkannya. Ada yang mengusulkan menahan Le Febre itu, tetapi hal itu tidak dilaksanakan. Baru saja Le Febre berangkat, beberapa orang Jawa lari dari kota ke tempat Inggris dengan membawa senjata. Sebab mereka menduga terjadi hal yang tidak baiasa. Sementara itu semua penghuni atas perintah Tuan Jenderal diberi senjata, yang tidak boleh dibiarkan dan pada tanda lonceng harus dipegang seperti seharusnya. .............. Pada tanggal 25 Desember, pagi-pagi hari Natal, Letnan Abram Jansz Morincx dengan 30 prajurit diperintahkan menuju kubu Paep Jan diseberang sungai (Ciliwung) di pojok pantai. Waktu berjalan menuju tujuan secara mendadak orang kami bertabrakan dengan satu regu pengintai Jawa. Dari kubu pantai ditembakkan tiga meriam ke arah mereka, orang-orang kami menyerang, kemudian mula-mula orang-orang jawa mundur. lalu waktu barisan terdepan mundur dengan maksud mengisi kembali senapan mereka, sisa pasukan yang kebanyakan terdiri dari perajurit2 muda dan tak terlatih itu mengira mereka melarikan diri. Juga karena jalan mereka yang terbaik telah dipotong, mereka mundur dan melarikan diri. lalu orang Jawa yang mulai bersemangat lagi mengejar orang-orang kami dan menghantam beberapa dari mereka. Dikira orang Jawa kehilangan lima atau enam orang. Kami kehilangan Letnan yang disebut di atas dan taruna David Peru. Jenasah mereka tidak sempat dibawa. Empat orang terluka parah, dua orang Belanda dan orang Jepang yang kemudian meninggal. Kira2 satu setengah jam sesudahnya orang dari kota memasang kepala Letnan dan taruna tersebut di atas tiang-tiang kira-kira satu pengumbanan jauhnya dari benteng. Namun keesokan harinya pagi-pagi diambil dan dilemparkan ke sungai............. 2. Pvd Broecke : Peter Dircks pergi kekampung Tionghoa dan saya dengan bawahan lain ke kampung Jawa. Kiai Aria masih di dalamnya. Mereka orang Jawa beranggapan bahwa ini semua tak serius. Namun waktu melihat, bahwa saya tidak main-main, beliau dan rakyat kampungnya melarikan diri kepedalaman dengan naik perahu. Akibatnya dalam sekejap mata semua rumah Tionghoa dan Jawa di sekitar pemukiman kami dilalap api.............. .................... --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
