Kelihatannya Kasman ini ngomong tentang orang yang berbeda. Pertama, teman kita Bambang Subianto, yang Ekek '64 itu, bukan Bambang Subiyanto, pakai "y". Kedua, walaupun betul mantan Menteri Keuangan dan DR., dia bukan Profesor. Ketiga, dia tidak pernah jadi dosen di FE-UGM (Univ. Gajah Mada ini maksudnya?). Kalau di FE-UI iya. Keempat, dia tidak pernah bilang liberalisasi sektor jasa belum menjadi tantangan mendesak. Saya tahu ini, karena waktu Arifin Panigoro menjadi Ketua Umum PII, Bambang Subianto, yang ketika itu Dirjen Lembaga Keuangan di Depkeu, menjadi Wakil Ketuanya, dan dalam suatu rapat pengurus dia justru mendorong PII segera meluncurkan program sertifikasi Insinyur Profesional (yang saya tangani) karena para insinyur Indonesia harus segera siap untuk liberalisasi sektor jasa yang sudah di depan mata. Kelima, setahu saya dia juga tidak pernah mencetuskan gagasan kontrak-sosial (whatever it means...). Kalau sudah lima salahnya, ya jauh dong... Saya tadinya menduga yang Kasman maksudkan adalah Prof. Dr. Bambang Sudibyo, yang profesor, yang namanya pakai "y", yang dosen FE-UGM, yang juga mantan Menkeu. Tapi lalu koq menyebut-nyebut tentang rambut yang sudah putih, padahal B. Sudibyo ini Sugus (sudah gundul sekali). Kayak-kayaknya sih Kasman ini pas udah "lieur", jadi nggak bisa bedain lagi si A dengan si B. Barangkali terlalu banyak menenggak air kata-kata...
Tapi, ngomong-ngomong siapa sih W. Kasman, yang diangkat ke milis kita ini? Setahu saya, omongannya yang meng-claim bahwa di jaman Orba dia punya akses istimewa ke Istana dan pejabat intelijen (jadi kira-kira antek Soeharto lah gitu...) sehingga dimungkinkannya Aburizal Bakrie menjadi Ketua Kadin adalah berkat ditolongin dia, is another of his big bullshit! Betul nggak Basye? Wasalam. ================================= ----- Original Message ----- From: W. Kasman To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] ; AhliKeuangan-Indonesia Group Sent: 14 Juni 2003 18:48 Subject: Re: [yonsatu] Re: Fw: [Keuangan] Re : Negotiation Skills (was Re: Menebus KemerdekaanRI) > Bung Syafril Hermansyah, >Terima kasih atas Japri-nya. Maaf, setahu saya Dr. Bambang > Subiyanto itu sudah Profesor. Atas kekeliruan itupun, terus terang > saya tidak berniat untuk meng-korup suatu apresiasi (lebih baik > menghormati lebih dari pada menguranginya). Setau saya dan > dari informasi beberapa kawan beliau benar dosen FE-UGM > (rambutnya-pun sudah putih semua lho, sepertinya kok seperti > sudah profesor). > Tapi ada satu hal yang lebih penting, ekonomi pembangunan saat > ini sudah menjadi daerah terbuka (dan mungkin dapat menjadi daerah > idiologis) - terutama sesudah pemikiran ekonomi neoliberalisme > dianggap tidak mampu lagi mengatasi masalah Indonesia (ada > yang berpendapat bahwa ilmu ekonomi sudah mati). Jadi faham > spekulatif mempunyai ruang bicara bersama-sama kaum empiris. > Dr. B. Subiyanto juga pernah mengangkat gagasan social-contract > (ini daerah spekulatif). Dan itu adalah masalah yang debatabel yang > sangat bagus untuk masuk ke topik spekulatif lebih lanjut. Mungkin > Anda dapat membawa gagasan kontrak-sosial Dr B. Subiyanto itu > ke milis AKI? Nah, dari kekeliruan (yang sifatnya personal non > substantif) itu mungkin kita beroleh manfaat yang lebih banyak. > Salam/W. Kasman --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
