Looks like pandangan Bapak yang satu ini more in line dengan wcds ?
Kalau konsisten begitu, 2004 saya pilih beliau. Keren, deh! ROTC, wamil,
jalan semua.
Yang bisa bikin kita tegak lagi dihadapan bangsa lain.
Mahal? Kalau bersih, yakin biaya tak masalah.
Bocor BLBI bisa jadi berapa skadron F16, tuh! Salah satu Dan Flight nya
Ekek dari ROTC...mantap!!!!!
----- Forwarded by Anggit SANTIA/CPU/ID/EP/Corp on 15/07/2003 08:19 PM
-----
anton john hartomo <[EMAIL PROTECTED]>
15/07/2003 11:52 AM
Please respond to ITB74
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: [ITB74] GusDur : pencerahan lanjut
Teman-temin,
sekadar wacana renungan kita semua. Pencerahan lanjut, silakan.
Salam
Sinar Harapan, 14 Juli 2003
Sukhoi dan Pertahanan Kita
Oleh Abdurrahman Wahid
Ketika peluncuran buku biografi dan situs pribadi versi Inggris penulis di
hotel Borobudur baru-baru ini, ada tanggapan yang dikemukakan dari
kalangan intern TNI (Tentara Nasional Indonesia) maupun dari luar. Dalam
sambutannya atas biografi penulis yang ditulis oleh Greg Barton, Letjen
(purn) TNI Agus Widjojo mengemukakan adanya informasi, bahwa penulis
sebagai Presiden pada waktu itu akan mengangkat Agus Wirahadikusumah
sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), ini menimbulkan reaksi di
kalangan TNI-AD. Kemudian penulis dalam sambutannya menyatakan, hal itu
sebagai misinformasi. Dalam kenyataan, memang Presiden justru mengangkat
Bapak Tyasno Sudarto sebagai KSAD. Karena penulis beranggapan, Agus
Wirahadikusumah memang berpikiran maju, tetapi "terlalu maju" bagi
kawan-kawannya dalam TNI-AD.
Penulis menyatakan dalam acara itu, bahwa adalah menyedihkan kalau TNI
mengambil keputusan berdasarkan informasi yang salah. Sekarang pun hal
seperti itu akan terjadi lagi. Penulis ditanya dari luar kalangan TNI,
apakah dasar-dasar pembelian pesawat tempur Sukhoi dari Rusia? Pertanyaan
yang diajukan wartawan dalam konferensi pers tersebut, penulis jawab tak
pernah sebagai Presiden negeri ini, pembelian Sukhoi itu dibicarakan dalam
Sidang Kabinet. Seorang wartawan mengatakan, bahwa pembelian itu dilakukan
sekarang sebagai lanjutan keputusan dalam kabinet penulis, maka spontan
penulis menjawab itu adalah kebohongan besar. Dalam pemerintahan penulis,
tidak pernah hal itu dibicarakan dalam Sidang Kabinet maupun diputuskan
pemerintah untuk melakukannya.
Menteri Pertahanan Prof. Dr. Mahfud, MD kala itu melaporkan kepada
penulis, dalam lingkungan Departemen Pertahanan dicapai kesimpulan, bahwa
secara teknis pembelian Sukhoi tidak dapat dilakukan. Atas dasar
kesimpulan teknis itu, penulis meminta hal itu tidak dibicarakan lagi.
Artinya kualifikasi teknis itulah yang menjadi ukuran satu-satunya dalam
pembelian alat-alat pertahanan kita.
Kalau sekarang ada pemikiran pembelian pesawat Sukhoi maka dasarnya adalah
pertimbangan politis, bukannya teknis. Mengenai harga jika dianggap Sukhoi
lebih murah, maka penulis sering beranggapan pertahanan negara kita harus
dijaga, betapa mahalnya sekalipun harga yang harus dikeluarkan untuk itu.
***
Dalam sebuah kunjungan ke kompleks Kostrad di Cilodong, penulis diminta
naik dalam panzer/personel carier (kendaraan berlapis baja). Penulis
sebagai Presiden bertanya, kendaraan itu buatan mana dan tahun berapa?
Ketika dijawab kendaraan ini buatan Perret dari Inggris tahun 1950 penulis
tidak habis pikir. Begitu juga, ketika penulis mengunjungi kompleks Korps
Marinir (AL), penulis mendapatkan keterangan tank-tank amfibi kita adalah
buatan Rusia tahun-tahun 1960-an. Penulis spontan menjawab, kita harus
membeli tank-tank amfibi baru bagi pertahanan kita di masa depan. Dalam
anggapan penulis, betapa mahalnya sekalipun pertahanan kita harus dibiayai
demi keutuhan teritorial negara kita.
Penulis tetap beranggapan demikian, karena hal itu adalah keharusan mutlak
bagi kita semua. Keseluruhan pemikiran kita sebagai bangsa, haruslah
diabdikan kepada kepentingan negara dan bangsa bukannya ambisi politik
perorangan maupun kepentingan komersial siapa pun. Karena itu, dalam masa
20 bulan sebagai Presiden, penulis melakukan perjalanan ke luar negeri
sebanyak delapan puluh kali alias rata-rata 4 negara tiap bulan. Tujuan
utamanya bukanlah untuk berbelanja ataupun melancong?toh penulis tidak
dapat melihat negara yang dikunjungi. Melainkan untuk meminta dunia
internasional menghargai keutuhan teritorial kita sebagai bangsa dan
negara.
Karena itu, sampai hari ini pun penulis tidak dapat menyetujui pembelian
pesawat terbang pemburu militer di luar F-16 dan F-15, hingga ada pesawat
lain yang memiliki kualifikasi teknis kedua jenis pesawat militer
tersebut. Sebuah keputusan salah tanpa berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan teknis di atas, akan membawa kita kepada
kesulitan-kesulitan di masa depan. Apapun baiknya
pertimbangan-pertimbangan politis yang akan digunakan dalam pembelian
pesawat-pesawat Sukhoi, akan selalu dikalahkan oleh
pertimbangan-pertimbangan teknis. Demi keselamatan bangsa dan negara kita,
prinsip ini harus selalu dipegang teguh oleh kita semua, dan pemerintahan
siapa pun harus tunduk kepada pertimbangan-pertimbangan tersebut. Dengan
demikian dapat dilakukan pengambilan keputusan yang benar.
***
Atas pertimbangan keselamatan negara dan bangsa itu, penulis beranggapan
bahwa Pulau Biak di Irian Jaya harus dijadikan Pangkalan Udara Utama
(Lanuma) untuk Indonesia Bagian Timur, di samping Lanuma Iswahyudi di
Maospati, Madiun. Hal ini dibenarkan dalam kenyataan sekarang TNI AU
membentuk dua buah gugus operasi untuk negara kita, yaitu komando operasi
bagian Indonesia Timur dan komando operasi Indonesia Barat, walaupun masih
tetap menggunakan sebuah pangkalan udara utama saja yaitu Lanuma
Iswahyudi. Ini maksudnya, jika nanti Angkatan Udara mempunyai anggaran
cukup besar, maka akan didirikan lagi sebuah Lanuma di kawasan Indonesia
Timur.
Demikian juga pikiran kita tentang pembinaan Angkatan Laut harus mengalami
perubahan. Jika sekarang kita memiliki dua armada, yaitu Armada Barat dan
Armada Timur, haruslah dari sekarang dikembangkan pemikiran tentang Armada
Tengah, di samping kedua Armada di atas. Armada Barat berpangkalan di
Kepulauan Riau, Armada Tengah berpangkalan di Bitung (Sulawesi Utara) dan
Armada Timur di kawasan Maluku. Dilengkapi dengan pesawat angkut berukuran
sedang (beserta lapangan-lapangan udaranya) dan helikopter untuk membawa
dengan cepat satuan-satuan tempur ke daerah-daerah konflik.
Pertimbangan-pertimbangan militer di atas, memang penting untuk
dikembangkan lebih jauh. Bahan-bahan pertimbangan hendaknya bersifat
teknis belaka dan diajukan oleh masing-masing angkatan. Jadi
pertimbangan-pertimbangan politis maupun kepentingan komersial siapa pun
haruslah ditolak dengan cara halus?apalagi kalau hal itu menyangkut
mark-up?atas pembelian peralatan militer kita.
Lebih jelasnya adalah menolak munculnya watak materialistik dan
pertimbangan militerisme dalam mengambil keputusan, dan bukannya penolakan
terhadap institusi/lembaga militer. Bagaimana pun juga kita memerlukan TNI
yang kuat, untuk kepentingan pertahanan negara dan bangsa kita. Mudah
dikatakan, namun sulit dilaksanakan.
Penulis adalah warga negara yang peduli pada pertahanan negara.
negeriku
---------------------------------
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Free shipping on all inkjet cartridge & refill kit orders to US & Canada.
Low prices up to 80% off. We have your brand: HP, Epson, Lexmark & more.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5510
http://us.click.yahoo.com/GHXcIA/n.WGAA/ySSFAA/pF1plB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
Rekening ITB74 : no. 777 028 7892 di BCA KCU Dago, Bandung; a/n Irawan
Sumarto dan Ernawati.
Setelah transfer harap kirim pemberitahuan ke [EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>