Bung Syarif & Bung Priyo PS Yth,
                                Saya yakin di PTDI yang padat teknologi
dipenuhi oleh intelektual yang berpikir.
PTDI harus mawas diri, jangan selalu minta tapi tidak pernah memberi.
Saya terlalu banyak mendengar kebokbrokan management di PTDI yang
berdampak buruk pada efisiensi.
Contoh yang paling menyolok adalah ketika salah satu staff di PT DI
(lupa namanya) ditahun 2001 ( 1999 ?) mengungkapkan korupsi besar2an di
PTDI yang kemudian ditindak lanjuti oleh BPK dan dibenarkan, akhirnya
staff tersebut dipecat.
Dan semua karyawan & staff PTDI hanya diam saja.
Yah....begitulah "siapa menanam angin pasti menuai badai"
Saya lihat pemerintah sudah bertekad untuk mempertahankan PTDI, demikian
pula BPPN sudah siap untuk swap loan to equity dan tentunya dengan
syarat bahwa apapun tindakan penyelamatan ( oleh fihak diluar PTDI)
akhirnya PTDI sendiri yang menentukan nasibnya sendiri.
Sudah saatnya PTDI mawas diri, jangan hanya mau menang sendiri dan
biasakan untuk selalu berusaha "memberi" dan jangan hanya
pandai"meminta".
Sudahkan PTDI siap membela kepentingan Bangsa ? Termasuk konsekwensi
rasionalisasi ( yang sudah hampir pasti) demi kelangsungan usaha yang
efisien dan menguntungkan?
Wass,


-----Original Message-----
From: Priyo Pribadi Soemarno [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, July 18, 2003 1:12 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] Re: Sukhoi, Mikoyan dan PT DI


Bang Syarif yth. ,
Saya termasuk diantara teman2  CORPS yang prihatin dengan nasib  PTDI .
Dalam tulisan yang lalu , saya telah menggaris bawahi suatu realita ,
bahwa 
krisis PTDI adalah cermin dari krisis bangsa kita . Khan ironis sekali ,

hanya dalam selang waktu beberapa hari sejak Indonesia meributkan Sukhoi
, 
..eeeh , ternyata kita menyimpan persoalan yang lebih besar . Apakah
para pemimpin kita peduli dengan keadaan kita ?? Khususnya sewaktu 
memesan Sukhoi tersebut , apakah terbersit pemikiran untuk melibatkan
PTDI 
?? Boro2 inget sama PTDI , wong melibatkan DepHan saja tidak ....
Sebetulnya banyak yang bisa kita gunakan untuk bargaining power (kalau
mau 
,....) ,
misalnya imbal beli  dan substitusi beberapa komponen perlatan tersebut 
dengan buatan PTDI , atau mengirim teknisi ahli radar dan alat 
komunikasi-navigasi untuk melayani si Sukhoi ini ,...
Tetapi ya itu..lah ,..wong sak karepe dewe ,...bintang empat juga ikut 
belanja ,...tidak bisa menahan diri ,...
Nah , persoalan PTDI adalah menyangkut potensi pertahanan yang penting ,

aset nasional yang bernilai tinggi dan sangat strategis , karena itu
harus 
dipulihkan dan dibebaskan dari pengaruh  "pialang2" .
Mungkin Bang Syarif dengan kedekatannya bersama DepHan bisa ikut
menggugah 
para penentu kebijakan di negara kita , bahwa arah perjalanan bangsa
kita 
perlu diluruskan kembali .
Sistim pertahanan rakyat semesta sudah jauh ditinggalkan , karena para 
pemimpinnya sibuk berdagang dan mencari komisi . Pembangunan sistim 
pertahanan dengan mendayagunakan semua sumber daya yang ada di Indonesia
, 
seharusnya menjadi prioritas utama , terlebih lagi karena sebenarnya
kita 
tidak punya cukup dana untuk belanja , ...
Bagaimana yaa , menggugah para pemimpin ,...mungkin kita masih 
terpecah-=pecah dan tidak solid , makanya suaranya kurang diperhatikan .
Salam hormat , Priyo PS
-----------------------

>From: Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: yonsatu <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [yonsatu] Sukhoi, Mikoyan dan PT DI
>Date: Thu, 17 Jul 2003 22:39:44 +0700
>
>Widya �astrena Dharmasiddha !
>
>(juga dikirimkan ke [hankam])
>
>Saya prihatin dengan keadaan PT DI, karena selain merupakan 'cinta' 
>ke-dua saya, juga karena ia merupakan salah satu di antara sekian 
>banyak usaha kita untuk menjadi bangsa yang mandiri. Namun, sangat saya

>sesalkan bahwa ia tidak ditangani dengan baik baik oleh Pak Habibie.
>
>Saya masih ingat keluhan beliau, ketika meminta kredit ekspor pada 
>pemerintah RI, agar memudahkan penjualan pesawat-pesawat -waktu itu 
>namanyanya masih- IPTN. Apakah ini tidak terpikirkan sebelumnya ? Tapi 
>sudahlah, tidak ada artinya lagi diungkit.
>
>Apakah sudah terpikirkan bahwa PT DI -dalam hal ini pemerintah- 
>menggandeng kerja sama dengan perusahaan-perusahaan pembuat pesawat 
>tempur di Rusia, sehingga keberhasilan mendapatkan "option" yang 
>didapatkan saat kita membeli F-16 -yaitu 35 persen- dapat kita lakukan 
>lagi ?
>
>Dengan demikian sekali dayaung dua tiga pulau terlampaui : industri 
>kebanggaan dan harapan kita tersebut terselamatkan, lebih banyak daya 
>manusia -tentunya padat ilmu, bukan sekadar padat karya- yang dapat 
>dapat diserap, harga yang akan kita dapatkan akan lebih murah dan 
>terjadi alih teknologi.
>
>Mohon tanggapan Anda. Kalau ini juga bisa didiskusikan dengan pihak 
>PTDI
>dan
>pemerintah, mungkin akan lebih baik untuk kita.
>
>
>Sharif Dayan
>Bid. Litbang Ika Menwa Sumsel
>PS: saya menyusun tugas akhir di IPTN, di bawah bimbingan Dr. Ir. Adang

>Suwandi Ahmad, ekek.
>--
>-== (Defense site) http://www.ksatrian.or.id ==-
>-== (Defense forum) [EMAIL PROTECTED] ==-
>-== (Archive) http://groups.yahoo.com/group/hankam/messages/ ==- -== 
>(Main Depo) http://groups.yahoo.com/group/hankam/files/ ==- -== (Depo 
>2) http://groups.yahoo.com/group/hankam2/files/ ==- -== (Question) - 
><[EMAIL PROTECTED]>  ==-
>
>
>--[YONSATU - 
>ITB]----------------------------------------------------------
>Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
>Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>
>

_________________________________________________________________
The new MSN 8: advanced junk mail protection and 2 months FREE* 
http://join.msn.com/?page=features/junkmail


--[YONSATU -
ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>



--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke